ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Apa kau juga menolaknya?


__ADS_3

“Seharusnya sebentar lagi sampai, ada apa Shil?”


“Bisakah aku kembali lebih dulu? Aku masih memiliki acara kunjungan ke kepala dukuh di daerah Turi. Dan jika aku masih terus disini aku takut akan terlambat. Mahasiswaku sudah aku suruh untuk menungguku disana, karna tim KKN yang aku dampingi akan diterjunkan disana.” Jelas Shila. Ia berharap Rayden tidak keberatan jika dirinya harus segera kembali dan tidak bisa menemani Rayden terlalu lama.


“Kenapa kau tidak mengatakan itu kepadaku sedari tadi?” Tanya Rayden keheranan. “Pulanglah lebih dulu, tidak usah kau pikirkan aku. Pesanlah taxi onlen atau minta temanmu untuk menjemputmu.” Rayden memberi titah yang langsung dituruti Shila.


Beberapa kali Shila memesan taxi onlen namun karna jaraknya yang terlalu jauh akhirnya membuatnya mengancel taxol tersebut. Mau tidak mau dirinya harus naik sepeda motor, jujur saja dia sedikit trauma jika harus menggunakan ojol.


Dirinya pernah digoda oleh abang-abang ojek saat dulu SMP. Dan mulai saat itu Shila tidak pernah mau untuk naik ojek. Dan kali ini dirinya juga lagi-lagi harus mengancel ojek onlen yang dipesannya karna dia selalu mendapatkan driver laki-laki.


Jam sudah menunjukkan pukul dua siang lebih. Dia tidak mungkin terus berdiri disini sambil menunggu taxi onlen ataupun ojek onlen. Montir yang dipesan Rayden pun belum kunjung datang. Shila akhirnya menelpon Dara, meminta gadis itu untuk menjemputnya.

__ADS_1


Dia tahu jika Dara menggunakan sepeda motor untuk berangkat bekerja, itu berarti tidak perlu waktu lama bagi gadis tersebut untuk menjemput Shila. Untung saja Dara menyanggupi untuk menjemput Shila.


Tidak butuh waktu lama, dalam sekejap mata kini Dara sudah datang menjemput Shila. Kedatangannya bersamaan dengan montir yang dipesan Rayden.


“Aku kembali dulu Ray, kau hati-hati. Kabari aku jika kau membutuhkan sesuatu.” Ucap Shila berpamitan kepada Rayden.


Rayden menganggukan kepalanya lalu berkata"Maafkan aku karna tidak bisa mengantarmu kembali ke kampus.” Sesal Rayden karna dia mendapati mobilnya justru mengalami kemacetan ditengah jalan.


Gadis itu hanya tersenyum saat melajukan sepeda motornya, Rayden pun membalas senyuman dari Dara. Rasa kepo yang luar biasa tidak bisa ia tahan lagi. Apalagi kini ia baru pertama kali melihat Shila pergi dengan lelaki selain Jovan dan juga Kak Andra.


“Siapa dia? Apa dia kekasihmu Shil?” Tanya Dara dari atas sepeda motornya.

__ADS_1


Shila merapatkan tubuhnya kearah Dara. Dia tidak ingin berteriak-teriak saat berbicara dengan teman perempuannya yang memiliki rasa ingin tahu sangat tinggi. “Bukan, dia sahabatku dan Jovan.” Sahut Shila setengah berteriak, karna jika dia tidak berteriak Dara pasti tidak bisa mendengarnya.


“Sahabat yang mana? Aku baru mendengarnya. Kau jangan membohongiku Shil.” Sergah Dara tidak mempercayai ucapan Shila.


“Dia memang sahabatku sejak SMA. Namanya Rayden, kami lost contact saat dia mulai melanjutkan kuliah kedokterannya di Jakarta.” Jelas Shila lagi.


“Dokter? Kenapa circle mu itu dokter semua? Apa dia seorang dokter specialis anak seperti Jovan?” Tanya Dara lagi yang penasaran dengan sosok Rayden. Kenapa Shila dikelilingin lelaki tampan dan mapan tapi gadis itu tidak tertarik sama sekali.


Jovan tampan, memiliki kulit putih bersih, matanya sipit seperti keturunan Chinise. Namun tubuhnya tidak terlalu tinggi, mungkin hanya sekitar 170 centimeter saja. Rayden juga sama tampannya dengan Jovan, sebelas dua belas. Jika Jovan memiliki nilai 90 maka Dara akan memberikan nilai 93 untuk Rayden. Lelaki itu juga sepertinya lebih tinggi dari Jovan.


“Bukan, dia salah satu dokter di klinik kecantikan Aprodhite Derma Center.” Jawab Shila seadanya karna itu memang benar.

__ADS_1


“Kenapa kau tidak dengan dia saja? Kulihat tatapannya untukmu berbeda, apa kau juga menolakknya Shil?”


__ADS_2