ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Membuatmu jatuh cinta kepadaku


__ADS_3

Baru kali ini Shila pergi menaiki mobil milik Kaisar, padahal usia pernikahannya sudah hampir dua bulan lamanya. Setelah istrinya duduk dengan nyaman, Kaisar melajukan kereta besinya. Entah mau kemana, dia hanya berjalan tanpa tujuan.


Keduanya sama-sama diam menikmati perjalanan yang kebetulan cuaca juga sedang gerimis. Shila menatap keluar jendela sedangkan Kaisar fokus menyetir. Lama keduanya diam dan hanya menikmati perjalanan akhirnya Kaisar membuka suaranya lebih dulu.


“Mil, bagaimana tipe laki-laki yang kau sukai?”


Shila mengalihkan pandangannya dari jendela ke arah Kaisar. Gadis itu sedikit terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan suaminya tersebut. “Jika kau jatuh cinta pada seseorang maka tipe dan standar idealmu tidak akan berlaku. Jadi, laki-laki yang aku sukai tentu yang bisa membuatku jatuh cinta kepadanya.”


Kaisar membalas tatapan Shila dengan pandangan yang dalam. Kebetulan kini mobil mereka sedang berhenti karena berada di lampu merah. Kaisar terus mendekat kearah Shila hingga kini wajah Kaisar tepat berada didepan wajah Shila. Bahkan hidung mereka berdua nyaris bersentuhan.


Shila sampai harus menahan nafas karena posisi yang begitu dekat dan intim dengan suaminya. Pikirannya sudah berkelana kemana-mana. Takut dan cemas jika Kaisar sampai menciumnya namun dia adalah istrinya dan hal tersebut adalah sesuatu yang wajar.

__ADS_1


Kaisar tersenyum amat manis kala menyadari Shila mematung dan hanya mengedipkan kelopak matanya yang entah kenapa hal itu sangat menggemaskan di mata Kaisar. Apalagi bulu mata Shila memang lentik, dan kini Kaisar bisa melihatnya dari dekat.


Klek.


Bunyi suara seatbelt membuat Shila terkejut, rupanya Kaisar tengah memakaikan sabuk pengaman yang tadi lupa ia kenakan. Rasa cemas dan takut yang tadi sempat ia rasakan berubah menjadi rasa malu karna sudah berpikiran bahwa Kaisar akan menciumnya.


“Kalau begitu aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku.” Ujar Kaisar sambil mengerlingkan matanya genit lalu menggigit pipi Shila yang chubby dengan gemas. Setelah itu ia kembali keposisinya dan mulai menjalankan mobilnya akrena kebetulan lampu sudah berubah warna menjadi hijau.


*


*

__ADS_1


Shila membiarkan Kaisar memasuki kamarnya karna kini jam sudah menunjukkan pukul empat subuh. Badannya sedikit tidak enak karena terkena angin malam. Semalam Kaisar mengajaknya makan dan menikmati suasana malam jogja di angkringan yang cukup terkenal dan ramai.


Kaisar sedikit heran melihat Shila masih tidur di ranjang tanpa menoleh ke arahnya. Padahal biasanya ketika Kaisar memasuki kamar Shila dipagi hari seperti ini gadis yang berstatus sebagai istrinya itu tengah menyiapkan keperluan Kaisar untuk pergi ke masjid.


Kaisar mendekat ke arah Shila, memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja. “Mil, apa kau baik-baik saja?” Tanya Kaisar yang sudah duduk ditepian ranjang tempat Shila berada.


Shila membuka matanya perlahan lalu menutupnya kembali setelah melihat Kaisar berada didekatnya. “Sepertinya aku masuk angin.” Sahutnya dengan suara yang lemah seperti tak bertenaga.


Kaisar menempelkan punggung tangannya pada dahi Shila, dan benar jika suhu tubuh Shila memang sedikit tinggi. “Aku keluar dulu untuk mengambil obat penurun panas.” Pamit Kaisar yang hendak meninggalkan Shila namun tanganya dicekal oleh istrinya itu.


“Tidak perlu, biarkan aku beristirahat sebentar. Aku hanya masuk angin biasa, nanti jika tubuhku sudah enakan baru kita akan menjemput Icha dan Kenny.” Ucap Shila memandang Kaisar dengan sendu.

__ADS_1


__ADS_2