ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Apa yang kau lihat?


__ADS_3

Kaisar sampai mengucek kedua matanya berulang kali. Ini bukan kali pertama ia melihat Jovan bersama dengan perempuan lain dan terlihat sangat mesra. Kali ini dirinya lagi-lagi harus melihat Jovan bergandengan mesra saat memasuki resto yang sama seperti yang ia sambangi saat ini dengan seorang perempuan. Yang Kaisar yakini jika perempuan itu berbeda dengan perempuan yang pergi bersama Jovan minggu lalu ke workspace yang ia datangi bersama dengan para Profesor lainnya.


‘Kenapa nasib wanita secantik Shila tidak sebaik karir dan wajahnya? Dirinya sudah berhubungan lebih dari sepuluh tahun dengan dokter itu tapi nyatanya kekasihnya adalah seorang playboy’ Gumam Kaisar didalam hatinya.


Prihatin sekaligus merasa iba karena Shila bisa menjaga kesetiannya untuk Jovan. Tetapi pria yang ia kira kekasih Shila tersebut justru sudah beberapa kali ia pergoki dengan mata dan kepalanya sendiri tengah berkencan dengan perempuan lain dan terlihat sangat mesra.


‘Apa lebih baik aku katakan pada Shila yang sejujurnya? Kasihan jika dia terus mempertahankan hubungan dengan dokter anak tersebut tapi kekasihnya justru tidak setia padanya.’ Kaisar berperang di dalam hatinya.

__ADS_1


Sejujurnya ia merasa kasihan pada Shila dan ingin memberi tahu perihal Jovan yang sudah beberapa kali ia lihat bersama perempuan lain. Masalahnya adalah apakah Shila akan percaya padanya atau tidak. Selain itu apakah Shila sudah tahu tingkah laku kekasihnya lalu tetap bertahan dan memaafkan atau Shila belum mengetahuinya sama sekali hingga gadis itu terus saja menolak lelaki yang mendekatinya demi menjaga kesetiannya.


Pikiran itu terus menari-nari didalam otak Kaisar. Bahkan kini Profesor muda yang menyandang status sebagai duda dua anak itu sama sekali tidak menghiraukan gadis cantik yang sedang duduk didahapannya.


“Bang, apa yang sedang kau pikirkan? Apa pekerjaanmu begitu banyak?” Tanya Karla pelan-pelan.


Sejujurnya gadis muda tersebut sangat merindukan Kaisar dan Mama Risa. Hingga membuatnya nekat pulang ke Jogja padahal hanya memiliki libur 3 hari, dan dirinya memaksa Kaisar untuk menjemputnya di bandara. Tentu saja hal itu menyita waktu Kaisar.

__ADS_1


“Tentu saja pekerjaanku cukup banyak, dan kau malah mengacaukannya. Kau bisa memesan taxi tapi kau justru terus merengek memintaku untuk menjemputmu. Aku bisa apa jika Mama sudah menurunkan titahnya untuk menjemputmu? Sudah pasti aku akan menurutinya.” Sahut Kaisar setengah sebal.


Dirinya memang tidak berbohong jika pekerjaannya sedang banyak dan Karla justru melaporkan pada Mama Risa saat Kaisar menolak untuk menjemputnya. Maka dari itu Kaisar langsung menjemput Karla dan meninggalkan pekerjaannya agar Mama Risa tidak memarahinya jika tau Karla kembali kerumah mereka menggunakan taxi.


Selain pekerjaannya, entah kenapa dia jadi memikirkan nasib Shila. Rasanya tidak tega jika dia sudah melihat sebuah kenyataan berulang kali tapi dia diam dan seolah tidak mengetahui apa-apa. Bukankah sama saja dia melindungi tindakan Jovan yang berselingkuh di belakang Shila?


“Hehehe, aku merindukanmu bang. Lagipula aku juga tidak terlalu sering pulang kemari jadi maafkanlah aku yang sedikit memaksamu.” Karla tersenyum dengan menampilkan giginya plus jangan lupakan wajah tanpa dosanya.

__ADS_1


“Ck, kau ini!” sahut Kaisar singkat kemudian pria itu kembali diam. Netranya terus mengawasi gerak-gerik Jovan yang begitu telaten menyuapi makanan untuk perempuan yang duduk disebelahnya.


“Bang, kau ini kenapa sebenarnya? Apa yang kau lihat?” Karla berusaha menoleh kebelakang lalu mencari sumber pemandangan yang sedang dilihat Kaisar. Karna pria duda tersebut terus memandangi sesuatu dibelakang Karla. Posisi duduk Kaisar dan Karla yang berhadap-hadapan membuat Karla tidak tahu apa yang sedang Kaisar perhatikan sedari tadi.


__ADS_2