
“Aku akan membantu jika dia meminta bantuan, tapi sejauh ini Shila tidak pernah meminta bantuanku. Ma, tolong ingatkan anak-anak agar jangan memanggilnya Mama. Aku tidak ingin orang-orang salah paham. Apalagi banyak yang menyukai Shila, bisa-bisa gadis itu dikira janda jika sampai ada yang mendengar ketika Icha atau Kenny memanggilnya Mama.” Kaisar kembali ke topik pembicaraan yang utama.
“Shila sendiri yang mengijinkan mereka memanggilnya Mama. Gadis itu juga mengatakan hal itu bisa menolongnya saat ada lelaki yang mau mendekatinya. Shila ingin melihat bagaimana respon mereka saat mereka tahu jika Shila sudah memiliki dua anak yang cantik dan tampan. Begitu katanya, ya kalau memang lelaki itu mencintai Shila tentu tidak masalah jika dia memiliki anak.” Mama Risa tertawa geli mengingat hal itu.
“Astaga gadis itu.” Kaisar berdecak tidak percaya. Sepertinya Shila akan menggunakan Kenny dan juga Icha untuk membantunya meloloskan diri dari para lelaki yang mengejarnya. “Aku tidak ingin ada kesalah pahaman dilingkungan kampus Ma, aku tidak mau sampai dikira memiliki hubungan khusus dengan Shila sementara diantara kami juga tidak ada apa-apa.”
“Siapa yang akan salah paham Kai? Kau baru pindah kesana beberapa bulan dan tidak ada yang mengenal siapa putra dan putrimu kecuali Shila. Sudahlah biarkan saja, kita mau berbuat dan bertindak seperti apapun pasti akan selalu mendapatkan komentar dari orang lain. Shila sendiri saja tidak keberatan, kenapa kau yang seperti cacing kepanasan.” Kekeh Mama Risa yang membiarkan cucunya tetap memanggi Shila dengan sebutan Mama.
__ADS_1
“Aku hanya tidak ingin orang salah paham dengan hubunganku dan Shila Ma.” Jelas Kaisar berulang kali.
“Menikahlah dengan Shila, dengan begitu anak-anakmu akan mendapatkan Mama yang sesungguhnya dan orang-orang juga tidak akan salah paham. Coba kau rasakan, putra dan putrimu hanya lengket dengan Shila, selain dengan Mama dan Karla. Mereka tahu mana yang benar-benar menyayangi mereka dan mana yang hanya sekedar sayang pada mereka karna berusaha mendapatkanmu.”
“Aku belum ingin menikah Ma, bahkan tidak pernah terlintas dipikiranku untuk menikah dengan Shila.” Tolak Kaisar cepat.
“Untukku?” Kaisar tersenyum miring. “Bagaimana bisa Mama berkata demikian padahal baru beberapa kali kalian bertemu.”
__ADS_1
“Ya untukmu, Shila terlihat jika dia tidak menyukaimu dan tidak menaruh perasaan lebih kepadamu. Itulah sebabnya Mama bilang dia cocok untukmu karna Shila benar-benar menyayangi kedua anakmu tanpa mempedulikanmu. Duda sepertimu seharusnya mencari perempuan seperti Shila. Perempuan yang menyayangi anak-anakmu namun tidak menyukaimu. Bukan perempuan yang menyukaimu tapi tidak menyukai anak-anakmu.”
“Oh astaga, bagaimana bisa aku menikah dengan orang yang tidak menyukaiku dan tidak aku sukai?” Kaisar menggelengkan kepalanya tak paham dengan perkataan Mama Risa.
“Kau ini memang pintar dalam hal akademik, tapi kalau masalah percintaan kau ini payah Kai.” Ledek Mama Risa. “Shila bisa belajar untuk menyukaimu karna Keisha dan Kenny. Bukan belajar untuk menyukai Keisha dan Kenny karenamu. Dua hal itu tentu berbeda karena tujuan awalnya saja berbeda, sampai sini apa kau paham?” Mama Risa menatap gemas kepada Kaisar.
Putra sulungnya itu hanya menggaruk rambutnya, pusing mendengar pembicaraan Mama Risa yang terlihat sangat menginginkan Shila menjadi bagian dari keluarganya.
__ADS_1