ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Istri yang pandai memasak


__ADS_3

Shila seperti memiliki adik perempuan dan itu ternyata adalah hal yang sangat menyenangkan. Karla juga merasa seperti memiliki kakak perempuan. Shila adalah gadis yang baik dan sangat easy going. Dirinya seperti mendapat teman dan kakak perempuan dalam satu paket lengkap.


Lain halnya dulu, Karla agak sungkan dengan Elvina. Karna wanita itu jauh lebih tua dari Kaisar. Karla dan Kaisar saja sudah berjarak empat belas tahun, apalagi dengan Elvina. Semakin jauh bukan jarak usianya, dan Elvina memang tidak akrab dengan Karla.


“Mana bagianku Mil?” Kaisar kini sudah berdiri dibelakang istrinya. Ia ikut tergiur melihat Karla yang asyik melahap strawberry bingsu sekaligus california cake.


“Eh..” Shila menoleh kebelakang, terkejut karna kedatangan Kaisar yang tidak dia duga. Lain halnya dengan Karla yang tidak terkejut karena dia memang sudah melihat kedatangan Kaisar. Posisi duduknya yang berhadapan dengan Shila membuatnya tahu saat Kaisar berjalan kearah mereka.

__ADS_1


“Duduk dulu Pai, sebentar aku buatkan.” Shila menggeser kursi disebelahnya agar Kaisar bisa ikut duduk.


Pria itu ikut memakan california cake yang sudah tersaji dimeja. “Ini benar buatanmu Mil?” Tanya tak menyangka. Biasanya ia melihat roti tersebut dijual disalah satu outlet roti yang berada di mall.


“Kalau aku bilang itu buatanku tentu kau tidak akan percaya kan bang?” Karla menyahuti pertanyaan Kaisar. Dirinya memang tidak bisa memasak, hanya sekedar memasak mie instant atau menggoreng telur. Itu saja yang bisa Karla lakukan.


“Sangat enak Mil, kenapa kau tidak menjadi koki atau chef saja?” puji Kaisar lalu kini berganti menyendokkan strawberry bingsu kedalam mulutnya. Rasanya benar-benar segar, nikmat, creamy semuanya berkumpul jadi satu. “Berat badanku bisa-bisa langsung melonjak jika sering kau buatkan aku makanan seperti ini.” Ujarnya lagi tapi tetap saja memakan strawberry bingsu dan california cake bergantian.

__ADS_1


Shila tertawa mendengar pujian suaminya. “Kalau bukan Karla yang memaksa, aku tidak mungkin mau membuatkannya. Karena aku jarang memasak, kecuali dalam keadaan terdesak.” Jujur Shila yang benar adanya. Dia menyembunyikan kemampuan memasaknya dengan baik.


“Kalau begitu aku akan mendesakmu setiap hari untuk membuat makanan. Kau harus banyak belajar dari Mamil Kar. Lelaki akan bahagia jika mendapat istri yang pandai memasak.” Nasehat Kaisar sekaligus mengejek Karla yang tidak bisa memasak.


“Memangnya dulu abang saat bersama kak Elvina tidak bahagia? Dia juga sepertiku yang tidak bisa memasak sama sekali dan sibuk dengan pekerjaannya sebagai konsultan pajak.” Balas Karla kesal karna dirinya diejek oleh Kaisar. Pria itu lupa jika mendiang istrinya tidak bisa memasak dan tidak mau belajar untuk itu.


“Ehem..” Kaisar berdeham, rasanya kurang pas membahas keburukan Elvina dihadapan Shila. Apalagi kini Elvina sudah meninggal. “Aku akan membersihkan tubuhku dulu, kalian lanjutkan saja makannya.” Lanjut Kaisar enggan membalas perkatan Karla.

__ADS_1


Sedetik kemudian pria itu sudah bangkit dan berjalan meninggalkan Karla dan Shila. Karla mencebikkaan bibirnya sambil berguman entah apa karna Shila tidak mendengarnya. Sementara Shila terlihat santai dan tidak tertarik sama sekali. Biarlah itu menjadi urusan Kaisar dan dia tidak ingin bertanya kecuali suaminya sendiri yang menceritakan kepadanya.


__ADS_2