
Gadis itu hanya memblas tatapan Rayden sekilas lalu kembali memakan makanan miliknya. “Ya usiamu sudah cukup untuk berumah tangga, jangan sampai kau menikah sepertiku karena hal tak terduga.” Ceplos Shila dengan santainya.
Rayden sampai membanting pisau dan juga garpunya karna saking terkejutnya mendengar perkataan Shila. “Jangan bercanda Shil.” Lelaki itu kembali meraih pisau dan garpunya. Gurauan Shila sangat berbeda dari biasanya.
“Aku tidak bercanda Ray, saat ini aku sudah menjadi istri orang. Diantara kita bertiga akhirnya aku duluan yang harus menikah. Semalam Jovan datang mengantarkan ayam bakar darimu, tanyakan saja padanya jika kau tidak percaya. Dia juga mejadi saksi pernikahanku yang baru dilakukan secara siri.” Shila menyudahi makan siangnya, mengelap bibirnya menggunakan tisue.
__ADS_1
Rayden membeku, nafasnya seperti berhenti. Inikah yang dinamakan layu sebelum berkembang? Mundur sebelum berjuang?
Dirinya baru saja hendak memperjuangan Shila tapi kenapa kini ternyata gadis yang akan dia jadikan pendamping hidupnya justru sudah menikah, dengan siapa? Selama ini Shila tidak pernah terdengar sedang dekat atau memiliki kekasih.
Setelah berhasil menguasai dirinya, Rayden segera menatap Shila. Mencari keseriusan dari wajah gadis tersebut. “Dengan siapa kau menikah? Kenapa kau tidak mengabariku?” Tanyanya menguatkan hati untuk mendengar jawaban dari Shila.
__ADS_1
“Sepertinya kau sudah pernah melihatnya, aku menikah dengan Prof Kai.” Jawab Shila sedikit lesu. Pernikahannya jauh dari kata pernikahan impiannya, bahkan semuanya serba mendadak.
Benar-benar married by accident. Dirinya memang ingin menikah namun tidak secepat ini dan bukan dengan Kaisar. “Mungkin ini karma bagiku karna terlalu sering menolak para lelaki yang menyatakan cinta kepadaku. Bisa saja tidak semua dari mereka ingin bermain-main kepadaku, dan aku sudah menyia-nyiakan seseorang yang mungkin ingin serius denganku. Akibatnya aku harus menikah dengan Prof Kai tadi malam karna kejadian tidak terduga.”
Shila menceritakan semuanya kepada Rayden tanpa ada yang terlewat. Baginya Rayden juga salah satu sahabatnya. Jika tidak tahu dari dirinya, pasti nanti Rayden akan tahu dari Jovan. Maka dari itu Shila lebih memilih untuk menceritakan keapda Rayden.
__ADS_1
Lagi-lagi Rayden harus dibuat terkejut dari cerita yang Shila ceritakan kepadanya. Gadis itu harus menikah hanya karena sebuah kesalah pahaman. “Kenapa kau mau menerimanya Shil? Kalian tidak berbuat apa-apa. Kau belum terlalu mengenalnya, jika memang kau harus menikah kenapa tidak denganku saja yang sudah kau kenal lebih lama. Aku akan menerimamu apapun yang terjadi karna aku tahu kau tidak mungkin berbuat hal-hal seperti itu.” Rayden menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa. Menatap Nanar kearah gadis yang ada dihadapannya.
Shila hanya tersenyum kecil, ia menganggap kalimat terakhir yang Rayden ucapkan hanyalah sebuah gurauan belaka. “Aku sudah menolaknya, tapi kak Andra bersikeras. Aku tidak tahu rasanya menjadi seorang kakak laki-laki. Mungkin jika aku berada di posisinya juga aku tidak akan percaya dengan ceritaku dan Prof Kai karna juga tidak ada cctv sebagai bukti perkataan kami. Setelah itu aku berpikir, mungkin ini memang jalan hidupku harus begini. Prof Kai yang lebih dulu menerima untuk menikah denganku, meskipun aku menolak akhirnya aku tidak punya pilihan lain selain menerimanya.”