ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Kayshila vs Kaisar


__ADS_3

Shila hanya bisa menghela nafasnya dalam-dalam. Jika dia benar-benar menjadi wakil dekan maka kesibukannya akan bertambah. Beruntung jika selama dia menempuh study doktoral atau study S3 nya ini teman-teman dosen sefakultasnya hanya memberi jatah satu atau dua mata kuliah untuk Shila ajar. Sehingga dia tidak akan terlalu disibukkan dengan kegiatan belajar mengajar.


“Miss Shila, Miss Dara ayo kita segera ke ruangan rapat. Sepertinya Profesor muda itu sudah datang. Kita harus segera kesana untuk menyambut sekaligus berkenalan karena beliaulah yang akan menjadi pimpinan di fakultas kita. Teman-teman kepala prodi yang lain langsung menyusul ke ruangan rapat jadi lebih baik kita segera kesana” Ajak Albert yang di ikuti oleh Shila dan Dara.


Ketiganya pun berjalan beriringan menuju ruangan rapat pimpinan yang letaknya lumayan jauh karena berada di gedung utama. Tempat para Rektor dan jajaran pemimpin lainnya bekerja.


Setelah menemukan ruangan yang dituju, mereka pun memasukinya dan langsung duduk ditempat yang sudah di sediakan untuk masing-masing fakultas.

__ADS_1


Baik Shila, Dara dan Pak Albert sama-sama tidak bisa berhenti berkedip saat melihat Profesor muda yang baru saja memperkenalkan dirinya. Pria itu bernama Kaisar Ryszard Dhananjaya dengan panggilan Prof Kai.


Dari fakultas sendiri memang biasanya hanya mengirimkan Dekan, Wakil dekan, dan masing-masing kepala prodi untuk mengikuti rapat pimpinan. Karna Dara dan Albert merupakan kepala prodi di fakultas yang mereka naungi maka keduanya selalu mengikuti rapat pimpinan selama dua tahun terkahir ini.


Lalu kenapa Shila bisa ikut rapat pimpinan juga? Gadis tersebut menjabat sebagai salah satu Direktur divisi IT dikampusnya dan rumor yang beredar mengenai dirinya yang dicalonkan menjadi wakil dekan itulah sebab Shila mengikuti rapat pimpinan.


“Apa benar usianya sudah 37 tahun?” tanya Albert tidak percaya. “Menurutku dia masih seumuran denganku yang baru memasuki kepala tiga.” Ujarnya lagi dengan netranya yang tidak lepas menatap Prof Kai.

__ADS_1


“Iya dia tampan dan mapan. Jika benar dia seorang duda pasti banyak yang mengantri untuk menjadi istrinya.” Shila ikut berkomentar membenarkan dan menyetujui pendapat kedua temannya tersebut.


“Eh Shil, namanya mirip denganmu ya? Namamu Kayshila sedangkan nama dia adalah Kaisar. Ejaannya sama-sama Kai namun yang membedakan adalah namamu menggunakan huruf ‘Y’. Jangan-jangan kalian berjodoh. Ku dengar jika Profesor muda itu orang yang sangat berkompeten. Mungkin kau bisa meminta bantuannya untuk membantumu menyelesaikan disertasi. Kau ingat jika kau pernah berkata pada kami bukan jika mau memiliki kekasih apabila pria tersebut bisa membantumu menyelesaikan disertasi? Siapa tahu pria tersebut adalah Profesor didepan kita ini.” Dara lagi-lagi menggoda Shila.


Namun bukannya membalas Dara, gadis yang digoda tersebut terlihat melamun memikirkan sesuatu. ‘Kenapa bisa kebetulan sekali? Dia duda dan dia juga Profesor yang sangat berkompeten. Jangan sampai ucapanku dan ucapan Mama benar-benar menjadi kenyataan’. Gumam Shila dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia mencoba mengusir pikiran-pikirannya yang sudah berfantasi kesana kemari.


“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Kaisar pada Shila. Kini giliran Shila untuk memperkenalkan diri kepada Kaisar namun gadis itu terlihat melamun dan menggelengkan kepalanya berulang kali. Membuat Dara, dan Albert menahan tawa karna pasti Shila sedang melamunkan sesuatu dan gadis itu menolaknya.

__ADS_1


__ADS_2