
“Tapi lebih baik dirahasiakan dulu Dar, pernikahan kami belum resmi secara hukum. Aku tidak mau teman-teman yang lain justru memaharahiku karna tidak mengundang mereka. jadi lebih baik tunggu hingga kami resmi dan mengundang kalian di acara resepsi.”
“Ya itu tidak masalah, yang penting aku sudah mengetahui mengenai pernikahan kalian berdua. Aku ikut bahagia Shil, jodohmu ternyata benar-benar Prof Kai.” Dara tertawa lagi, ia masih tidak menduga jika Shila menikah dan menjadi istri Kaisar.
“Mungkin inilah yang dinamakan jodoh adalah misteri.” Sahut Shila yang juga heran dengan nasibnya sendiri. “Keponakanmu dimana Dar? Katamu kau mengambilkan rapot untuk keponakanmu?” Shila menengok sekitar, mencari keberadaan keponakan Dara namun tidak ada orang lain selain mereka dan beberapa karyawan sekolah.
“Keponakanku baru saja di sunat kemarin, tentu saja dia tidak ikut. Orang tuanya juga tengah sibuk menerima tamu . Maka dari itu aku yang mengambilkan rapot. Ya sudah kalau begitu aku kembali ke kampus dulu karna setelah ini aku juga harus kembali mengajar.” Pamit Dara mulai berdiri. Begitupun Shila, dirinya juga harus segera mengantarkan Icha karna setelah itu dia juga memiliki jadwal untuk mengajar.
“Ingat, jangan sampai bocor Dar.” Shila kembali mengingatkan sebelum keduanya benar-benar berpisah.
__ADS_1
“Tenanglah Nyonya.” Dara mengacungkan jempolnya. Setelah itu ia melambaikan tangannya kepada Shila.
*
*
“Ateee Karlaaaa.” Icha memekik gembira melihat Karla yang sudah berdiri didepan pintu rumah. Gadis bernama Karla itu merentangkan tangannya, menyambut Icha yang berlari memeluknya.
Shila membelalakkan matanya kala menyadari gadis bernama Karla tersebut adalah gadis yang sama dengan yang dilihatnya di mall bersama Rayden. Gadis yang bergelayut manja di lengan Kaisar dan memasuki toko kecantikan. Sekaligus gadis yang diberi nama ‘my girl ❤️’ di ponsel milik Kaisar.
__ADS_1
“Astaga aku harus bersikap bagaimana saat menghadapi sugar baby suamiku sendiri? Dia bahkan sudah akrab dengan keluarga ini. Kenapa Papai justru mau menikah denganku sementara sugar baby-nya saja sudah sangat dekat dengan keluarganya. Apa nasibku akan sama seperti di novel-novel dan sinetron istri tertindas itu? Apakah aku akan menjadi istri yang menyaksikan suaminya bersama perempuan lain?” monolog Shila masih memperhatikan interaksi antara Karla dan Icha dari dalam mobilnya.
“Tidak akan kubiarkan, meskipun aku istri sirinya tapi dia tidak bisa berbuat seperti itu kepadaku. Aku bukan wanita lemah, banyak pria yang mengantri kepadaku. Akan kucampakkan dia lebih dulu sebelum Kaisar mencampakkanku.” Ujar Shila lagi dengan emosi yang sudah memuncak. Dia membuat emosinya bangkit hanya dengan pemikiran negatifnya sendiri.
Baru saja Shila turun dan menutup mobilnya, rupanya kini dia sudah berhadapan dengan Karla. Gadis itu memandang sinis kearah Shila. Memindai seluruh tubuh Shila dari atas sampai bawah lalu dari bawah ke atas.
“Kau tau siapa aku?” Tanya Karla masih dengan tatapan sinis yang ia tujukan untuk Shila.
“Karla bukan? Aku mendengar saat putriku berteriak memanggilmu barusan.” Shila menjawab dengan sangat santai. Meskipun didadanya dia sudah menahan gejolak amarahnya. Namun dia adalah seorang pendidik, tidak baik dipandang orang jika dia menumpahkan amarahnya dengan cara seperti berandalan.
__ADS_1