
“Aku belum sempat menggantinya Kar.” Jujur Shila yang kini mereka berdua sedang menunggu panggilannya dijawab oleh Kaisar.
Baru saja Karla hendak membuka mulutnya, Kaisar sudah lebih dulu menjawab panggilan dari Shila. “Ada apa Mil?” Tanya Kaisar dari sebrang sana.
“Emm.. aku tidak bisa kembali ke kampus Pai. Bisakah kau menggantikanku untuk mengajar?” Tanya Shila takut-takut. Kaisar adalah orang yang disiplin, dan meskipun sudah menjadi suaminya tetap saja Shila merasa sungkan apalagi Kaisar adalah pimpinan fakultas.
“Kenapa? Apa yang terjadi?” Nada suara Kaisar terdengar mulai panik.
“Aku sedang disandera.” Shila menuruti titah Karla yang memintanya untuk berkata demikian. Karla ingin melihat respon kakaknya tersebut.
“Apa? Disandera? Kau dimana? Icha bagaimana?” Suara Kaisar kini benar-benar terdengar panik.
__ADS_1
“Aku yang menyandera istrimu. Sekarang Icha dan kak Shila sudah berada dirumah. Kau sungguh tega tidak menceritakan tentang adik cantikmu ini kepada kakak ipar. Dia bahkan mengira jika aku adalah sugar babymu bang.” Sahut Karla ikut berbicara.
“Karla?” Kaisar memastikan suara yang ia dengar adalah suara adiknya. Pasti adiknya itu segera kembali ke Jogja setelah mendengar berita mengenai pernikahannya dengan Shila. “Kau jangan macam-macam Kar, Mamil masih memiliki jadwal mengajar. Biarkan dia kembali ke kampus. Aku tidak memiliki waktu untuk bercerita tentangmu karna itu bukan hal yang penting.” Ejek Kaisar dari sebrang sana. “Salahmu sendiri yang selalu bersikap manja kepadaku, jarak usia kita yang cukup jauh tentu saja membuat orang salah mengira jika kau seorang sugar baby”.
“Mamil? Apa itu?” Karla justru fokus pada satu kata yang disebutkan kakaknya barusan. Apa itu panggilan untuk Shila, kenapa terdengar sangat manis?
“Mamil adalah kakak iparmu, aku memanggilnya demikian.” Ujar Kaisar memberi tahu
“Mamil adalah singkatan dari Mama Shila.” Sahut Kaisar ogah-ogahan. “Sudah tidak usah macam-macam. Biarkan dia kembali ke kampus, kau kembali saja ke Jakarta. Jangan banyak membolos.”
“Enak saja, baru saja aku sampai di Jogja kenapa kau mengusirku seenaknya? Hari ini aku akan menyandera Mamil. Kau saja yang menggantikannya untuk mengajar. Besok aku sudah pulang, aku ingin meminta Mamil untuk membuatkan sesuatu untukku.” Ucap Karla sewot. Shila hanya bisa mendengarkan perdebatan kedua kakak beradik tersebut.
__ADS_1
Karla jadi ikut-ikutan memanggilnya Mamil. Padahal sebenarnya Shila cukup malu dan belum terbiasa dengan panggilan tersebut. Tapi sepertinya suaminya santai saja saat ada yang bertanya mengenai panggilan Mamil untuknya itu.
“Jangan macam-macam Kar. Kau ini selalu saja berbuat seenakmu.” Tegur Kaisar yang sudah hapal diluar kepala dengan tabiat adik satu-satunya tersebut.
“Hanya satu macam, sudah kututup dulu. Aku akan mengajak istrimu ke sesuatu tempat lalu memintanya untuk membuatkan sesuatu untukku. Rahasiamu masih aman bersamaku bang, jika kau tidak ingin kubongkar rahasiamu kepada Mamil lebih baik kau menurutiku.” Karla tersenyum smirk karna kakaknya akan diam jika diancam demikian.
“Rahasia?” beo Shila mendengar perkataan Karla. Rahasia apa yang dimaksud adik iparnya ini?
“Ck, kau itu selalu saja mengancamku dengan hal itu. Baiklah, hanya hari ini saja Kar. Jangan lagi kau ulangi lain waktu.” Pasrah Kaisar yang akhirnya menyetujui permintaan Karla.
“Nah begitu daritadi kan enak. Bye abang, selamat bekerja. Anak dan istrimu menantimu dirumah, lekaslah pulang.” KLIK.
__ADS_1
Karla mematikan sambungan teleponnya lalu menarik Shila untuk pergi bersamanya membeli bahan-bahan untuk membuat strawberry bingsu dan juga california cake.