ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
momen langka


__ADS_3

Gadis itu hanya bisa mematung lalu memandang Kaisar, mencoba meminta pertolongan kepada suaminya. Dirinya tidak mungkin hamil, Kaisar bahkan belum menyentuhnya. Jangankan menyentuh, selama ini saja mereka selalu tidur terpisah.


Kaisar mendekat ke arah Mama Risa dan juga Shila, ia mengusap lembut lengan sang Mama sebelum akhirnya berbicara “Shila tidak hamil Ma, dia hanya masuk angin. Kami baru menikah dua bulan yang lalu, tidak mungkin secepat itu untuk membuatnya hamil. Selain itu Shila juga tengah sibuk dengan deadline outline disertasinya, kami sepakat untuk menunda kehamilan dan juga menunda resepsi pernikahan sampai waktunya kondusif.”


Raut wajah bahagia Mama Risa kini berubah drastis menjadi wajah kecewa. Ia tidak kecewa jika Shila belum hamil, tapi ia kecewa ketika Kaisar mengatakan akan menunda kehamilan Shila dan juga resepsi pernikahan mereka.

__ADS_1


“Terserah kau saja Kai, tapi Mama harap semoga bibit unggul Dhananjaya segera hadir didalam rahim Shila.” Ucapnya yang kemudian kembali mengelus perut Shila. “Apa kau menginginkan sesuatu? Biar Mama yang membuatnya, kau istirahat saja sayang agar tubuhmu lekas pulih. Nanti biar Kaisar dan juga Mama yang menjemput Icha dan Kenny jika kau masih belum membaik.” Imbuhnya lagi lalu menggiring Shila agar duduk di ranjang guna mengistirahatkan tubuhnya.


“Aku tidak ingin apa-apa Ma, nanti jika menginginkan sesuatu aku akan membuatnya sendiri. Seharusnya aku yang melayani Mama, bukan sebaliknya.” Tolak Shila enggan merepotkan mertuanya. Mama Risa benar-benar memperlakukannya seperti anak kandungnya sendiri.


Mama Risa menggeleng lalu menyuruh Shila berbaring. “Tidurlah, atau jika tidak ingin tidur maka berbaring saja dikasur. Mama tidak pernah merasa kerepotan untuk mengurusmu.” Mama Risa menyentuh kening Shila, sama seperti yang Kaisar lakukan tadi dan ternyata memang suhu tubuh Shila sedikit tinggi.

__ADS_1


*


Mama Risa memasuki kamar Shila tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Wanita tersebut baru saja menyelesaikan ritual memasak sop ayam berempah untuk menantu kesayangannya. Dengan membawa nampan yang berada ditangannya dan tanpa melihat dengan jelas pemandangan apa yang kini ada dihadapannya, Mama Risa mulai memanggil menantunya itu. “Sa….yang.” Mama Risa memelankan suara di akhir kata saat melihat Kaisar tengah tidur disamping Shila sambil memeluk pinggang istrinya tersebut dengan posesif.


Mama Risa buru-buru meletakkan nampan di meja yang ada dikamar tersebut lalu dengan cepat mengambil ponsel yang ada disakunya. ‘Momen langka seperti ini sangat sayang jika dilewatkan tanpa diabadikan.’ Mama Risa bersorak girang didalam hatinya. Tanpa menunggu lama, sudah banyak hasil jepretan dan juga video dimana Kaisar tengah tidur sambil memeluk Shila. Keduanya tampak sangat nyenyak dan tidur dengan nyaman.

__ADS_1


Setelah berhasil mengambil beberapa foto dan video anak dan menantunya tersebut, kini Mama Risa bergegas untuk meninggalkan kamar yang dihuni Shila dan juga Kaisar. Tak lupa ia juga membawa nampan berisi sop ayam yang tadi dibawanya. Biarlah nanti ia panaskan lagi saat Shila bangun dari tidurnya.


Sudah beberapa jam Shila dan Kaisar tertidur bersama. Awalnya Kaisar hanya ingin memijat kepala Shila namun lama-kelamaan dirinya juga ikut tidur bahkan kini tangannya dengan tidak sopan memeluk pinggang sang istri.


__ADS_2