
“Shil, bisakah kau memberiku tumpangan?” Pinta Prof Kai tiba-tiba yang sudah berdiri disamping Shila.
Gadis itupun menoleh dan mengurungkan niatnya untuk membukapintu mobil saat mendengar perkataan dari atasannya tersebut. “Sure, ayo Prof.” Shila mengijinkan atasannya untuk menumpang mobilnya.
Fakultas mereka memang mengadakan makan siang sekaligus rapat diluar. Dan kebanyakan dari mereka sudah berangkat lebih dulu termasuk Dara dan Albert. Shila pikir dirinya akan menjadi orang terakhir yang berangkat karna sesaat sebelum memasuki jam istirahat dirinya dipanggil oleh Wakil Rektor bagian kemahasiswaan untuk membahas suatu hal. Jadilah ia sedikit terlambat dan ditinggal lebih dulu oleh teman-temannya. Tidak disangka ternyata Kaisar juga belum berangkat rupanya.
Kaisar memasuki mobil Shila dan duduk disebelah gadis tersebut. Membiarkan sang empunya mobil untuk membawa mobilnya sendiri. “Maafkan aku karna merepotkanmu Shil, tadi pagi mobilku mengalami kecelakaan.” Ucapnya tidak enak hati karna menumpang pada Shila. Jujur saja, Kaisar memang lebih dekat dan nyambung jika berbicara dengan Dara dibanding dengan Shila. Gadis itu terlalu kaku dan tidak sebebas Dara saat mengekspresikan perasaanya.
__ADS_1
Shila menoleh sesaat dengan wajah yang cukup terkejut. “Apa prof Kai baik-baik saja? Tidak ada yang terluka bukan?” tanyanya spontan lalu memindai tubuh Kaisar dengan pandangannya.
“Aku baik-baik saja Shil. Bukan aku yang kecelakaan tapi mobilku. Tadi sewaktu berangkat ke kampus aku sengaja untuk mampir dan berniat mencuci mobil di car wash yang berada di sebrang kampus. Tidak kusangka ternyata karyawan disana sedikit teledor, belum juga mobilku dimandikan rupanya sudah ditabrakan duluan ke tiang listrik. Alhasil mobil bagian depanku rusak cukup parah dan harus kuperbaiki untuk beberapa waktu.” Cerita Kaisar dengan jelas agar Shila tidak salah sangka.
“Syukurlah kalau begitu Prof, untung saja kau baik-baik saja.” Sahut Shila tersenyum lega lalu mulai melajukan mobilnya menuju tempat yang sudah ditentukan sebelumnya oleh teman-teman dosen satu fakultasnya.
“Tentu saja bisa Prof. Pasti mau menjemput anakmu bukan? Apalagi sekarang sudah memasuki waktu pulang sekolah.”
__ADS_1
Kaisar mengangguk dan tersenyum pada Shila meskipun gadis itu kini tidak menatapnya karna fokus menatap jalanan. “Iya Shil, aku harus menjemput putri sulungku. Sekali lagi maafkan aku karna merepotkanmu dan pasti akan membuat kita terlambat nantinya.”
“Tidak masalah Prof. Jangan sungkan begitu kepadaku, lagipula rapatnya pun tidak akan dimulai tanpaku dan tanpamu.” Ujar Shila sambil terkekeh membayangkan teman-temannya akan menunggu dirinya dan Kaisar yang datang sangat terlambat. “Apa kau akan membawa putrimu untuk ikut serta rapat? Bukankah itu akan sangat membosankan Prof? dia pasti lelah dan ingin beristirahat setelah bersekolah.” Tanya Shila lagi.
“Kalau kau mengantarkannya pulang lebih dulu maka kita akan benar-benar terlambat dalam waktu yang cukup lama Shil. Aku tidak enak dengan rekan-rekan yang lainnya. Apalagi aku juga masih baru disini.” Jujur Kaisar
Sebenarnya apa yang Shila katakan benar, kasihan jika harus membawa putri sulungnya yang baru kelas dua sekolah dasar tersebut untuk ikut rapat. Tapi dia tidak punya pilihan lain, karna musibah yang menimpanya tadi pagi maka ia akan kesusahan untuk bepergian.
__ADS_1
Pada kenyataannya masih ada satu mobil lagi dirumahnya, mobil milik Elvina mendiang istrinya. Namun Kaisar sama sekali tidak ingin dan tidak pernah mau membawa mobil itu. Jadi untuk beberapa waktu kedepan selama mobilnya dalam masa perbaikan ia akan memilih untuk menggunakan sepeda motornya daripada harus menggunakan mobil milik Elvina yang akan membuatnya kembali mengingat mendiang sang istri.