Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
....


__ADS_3

Sementara di bagian bumi yang lainnya. Tepatnya di Los angeles tepat pukul 06.00 pagi, seorang pria berjalan dengan tegap kearah kamar sang tuan.


Tok...


Tok ...


Tok...


Ceklek...


"Sekarang pertemuan pertama pada pukul delapan pagi di restoran XXXX dengan seorang pemegang saham yang selama ini tersembunyi identitasnya, tuan" ujar pria itu pada sang tuan.


Pria itu mengangguk, "Katakan pada Adam agar memimpin rapat di Camora sekarang!" titah pria itu langsung menutup keras pintu di kamarnya.


Sekertaris Li hanya dapat menghela nafasnya, semenjak sang tuan dan sang nyonya berpisah, tuannya setiap hari emosi, tidak ada kata tidak emosi dalam setiap harinya.


Dan ternyata perpisahan itu sangat berdampak pada sang tuan muda. Sang tuan muda masih berumur sepuluh tahun, dan Avalon langsung memberikan kekuasaan di kelompok Camora bersama bimbingan Ed dan Bian dalam satu tahun terakhir.


(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤.


Dengan langkah tegasnya, Avalon berjalan dengan tatapan datarnya, tatapan dingin yang lebih dingin sebelum dirinya bertemu dengan Bila dan menikahi wanita itu.

__ADS_1


Avalon masuk di ikuti oleh sekertaris Li dibelakangnya.


"Silahkan masuk tuan, pemegang saham akan sampai dalam tiga menit" ujar sekertaris Li.


Avalon tidak merespon, dia malah duduk di kursi restoran yang sudah diubah menjadi kursi formal sesuai dengan permintaan sekertaris Li tentunya.


Tiga menit berlalu, akhirnya pemegang saham itu datang dengan tergesa-gesa.


"Maafkan saya, ada kemacetan dijala—"


"Sayang?!"


"Tuan, tuan menyerahkan tugas pada anda" ujar seorang pria pada seorang bocah yang tengah duduk dengan tiga orang dewasa dan salah satunya tengah menggendong seorang bayi.


Bocah itu menoleh, "Katakan!" ujarnya dengan suara bassnya. Bocah itu membernarkan penutup matanya agar bisa berdiri dengan benar.


"Tuan besar menyerahkan rapat di kelompok Camora hari ini" jawab pria yang menjadi tangan kanan dari Adam dua tahun yang lalu.


"Rapat dengan siapa?" tanya Adam malas. Dirinya telah dibebankan tugas oleh Avalon. Pria gila itu langsung membebankan seluruh persoalan Camora meskipun dia hanya belajar selama satu tahun kurang.


"Dengan kelompok Griyao untuk membahas terkait dengan peredaran narkoba di negara Xxx" jelas pria itu membuat Adam mengerti.

__ADS_1


Meskipun dirinya masih kecil, Adam sudah mampu dalam segi mental maupun fisiknya. Adam seperti dengan Andrew. Memiliki tubuh yang lebih besar dari anak usianya dan memiliki kecerdasan yang laur biasa. Maka dari itu, Avalon berani membebankan kelompok Camora pada Adam. Meskipun masih dia pantau secata berjauhan.


"Baik, keluar lah, setengah jam sebelum acaranya dimulai, segera kabari aku" ujar Adam membuat sekertaris Adam mengangguk lalu keluar dari ruangan itu.


Dan tinggallah Adam, Ed, Gina, Bian serta anak kandung Gina yang masih berumur delapan bulan.


"Pria itu sungguh gila!" gumam Adam geram.


"Dia nampak sangat kacau selama dua tahun ini" sahut Gina.


"Iyalah, Avalon sudah tergila-gila dengan Bila" sambung Ed menimpali.


"Omong-omong tentang Bila, apakah sampai saat ini kalian belum menemukan keberadaan Bila?" tanya Bian.


"Belum, biarkan dia menyendiri terlebih dahulu, sebentar lagi jika dia sudah 'sembuh' pasti akan muncul. Dan jangan remehkan wanita itu, wanita kurus itu buk. Wanita sembarangan. Wanita itu adalah hacker yang memiliki pangkat kedua."


Sementara Adam hanya sibuk mendengar. Jujur saja, dia sangat merindukan sang mommy, merindukan seluruh pelukan dan kata hangatnya.


Adam pernah mencari tahu dimana dan bagaimana Bila, namun sesuai kata Ed tadi. Bila tidak mudah ditemukan mengingat background Bila yang seorang hacker kelas atas.


Jika memang benar apa kata Ed, maka Adam akan menunggu hari itu, hari dimana dirinya akan bertemu dengan Bila.

__ADS_1


__ADS_2