Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
POV Avalon


__ADS_3

#POV Avalon.


Avalon menggeram marah, dia melihat dua mobil yang mengikutinya sedari tadi, mobil itu mengikutinya sejak dari kawasan lampu merah. Sepertinya mereka sudah mengincarnya. Entah kenapa.


Avalon bisa saja mengebut untuk menghilangkan jejaknya, namun, dia tidak boleh melakukan hal itu, karena yang berada di mobil yang di sopirnya bukan hanya dia, namun seluruh keluarganya. Jika dia melakukan hal itu, akan muncul kekhawatiran ditengah kedua anaknya, dan mereka berdua akan ketakutan. Soal istrinya, dia tidak perlu khawatir, mengingat latar belakang bila yang bisa dibilang sebagai wanita berandalan.


Avalon juga menyesal karena dia tidak membawa pengawal di perjalanannya hari ini.


Daripadanya semua yang terkena resiko, Avalon akhirnya memutuskan untuk memilih jalan yang sepi, dia memperlambat jalan mobilnya, dan ketika kedua mobil dibelakangnya berhenti, dia akan langsung menjingak pedal gasnya.


Agar tidak ketahuan, Avalon juga sesekali menimpali pembicaraan dari keluarnya, namun,


"Sebaiknya kita berhenti dulu, aku ingin perenggangan" Avalon terkejut dengan apa yang diucapkan oleh sang istri.


"Apa kau tahu?" tanyanya memastikan. Dan perlahan mulai menepikan mobilnya ketepian.


"Aku tahu, maka dari itu aku ingin mengeluarkan kekuatanku" jawab Bila membuat Avalon langsung seketika menghentikan mobilnya.


Avalon kembali terkejut dengan jawaban yang dilontarkan oleh Bila, apa disaat dia melirik mobil dibelakangnya, sangat kentara? hingga Bila mengetahui bahwa ada dua mobil yang mengikutinya. Atau memang kejelian Bila yang mampu mendeteksi pergerakannya walau hanya dengan tatapan mata? Jika iya maka istrinya sangat hebat.


Wanita itu memiliki insting kewaspadaan yang kuat terhadap sekitarnya.


"Apa kau yakin untuk turun?" tanya nya sedikit tidak yakin dengan istrinya, meskipun dia tahu bahwa istrinya itu adalah seorang berandal wanita, dulu.


Bila mengangguk, "Kau meragukan ku" Bila membuka pintu mobilnya.


Avalon tidak lagi mencegah Bila, dia juga ingin mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh istrinya, jika memang sang istri mampu, dia akan memberitahukan semua padanya.

__ADS_1


"Ini masker, pakai aku akan menyusul, sepertinya mereka lebih dari lima" ucapnya mengambil sebuah masker wajah berwarna hitam di laci dasbor mobilnya.


Bila mengambil masker itu, memakainya, lalu keluar. "Kalian tunggu disini, jangan keluar sampai mommy masuk, paham?!" ujar Bila hendak berjalan namun kembali ia cegah.


"Ini, bawah lah!" ucap Avalon melemparkan pistol yang selalu dia bawah kemana-mana.


Istrinya menangkap pistol itu, lalu keluar. Dan dia, akan berbicara dengan kedua anaknya terlebih dahulu.


"Adam, apa Adam ingin menjadi seorang pahlawan?" tanya Avalon melihat kedua wajah anaknya yang sepertinya sedang kebingungan dengan semua ini.


"Ingin, Dad, Adam ingin seperti mommy yang menjadi pahlawan Adam!" ucapnya bersungguh-sungguh.


"Kalau memang Adam ingin menjadi seorang pahlawan, Adam harus tetap diam didalam mobil dan menjaga Lengkara, Adam jangan keluar apalagi melihat kearah belakang, paham?!"


Adam mengangguk, "Baiklah, jika melanggar maka daddy akan memberikan Adam sebuah hukuman!" ujarnya lalu keluar dari mobil itu dengan tangan yang mengeluarkan sebuah belati yang tersimpan didalam belakang punggungnya.


***


Dan kenapa dia harus menggunakan pakaian laknat ini, nanti, jika orang-orang itu melihat belahan bibir bawahnya Avalon yang bertanggung jawab.


"Dia wanita, habisi saja!" ujar seorang pria yang memakai baju sedikit berbeda dengan yang lainnya.


Bila lagi-lagi mengumpat, hanya jarum dan pistol yang dia bawah, dan jarumnya pun terbatas, hanya delapan.


Avalon tadi hanya memberikan sebuah pistol untuk menjadi alat pembantunya, seharusnya pisau atau belati, karena Bila tidak bisa menggunakan pistol itu.


Dan tanpa diketahui oleh Avalon, Bila membawa jarum yang dibuat oleh Bian dulu, jarum beracun yang dia bawa selalu kemana mana.

__ADS_1


Bila meneliti seluruh tubuh satu orang pria yang berada tepat di depan nya, seakan mencari sesuatu yang mampu membantunya suatu saat nanti, namun sial, Bila tidak menemukan sesuatu itu.


"Est... tunggu dulu!" Bila menyetop aksi pria itu dengan kedua tangannya.


"Karena aku sekarang menggunakan rok dan tidak bisa beradu jotos, lebih baik kita bicarakan baik-baik dulu," ujar Bila memberikan satu ide yang menurutnya sangat tidak masuk akal di situasi saat ini, namun apa boleh buat, dia harus mencoba, dan tidak ada salahnya untuk mencoba bukan?.


Bila hanya perlu mengulur waktu untuk Avalon datang dan menyerang mereka bersamaan, Bila tidak mampu jika keenam belas orang itu tiba tiba menyerangnya secara bersamaan.


"Memangnya wanita kurus seperti mu bisa beradu jotos?!" tanya pria didepan tadi dengan nada mengejek, dia melihat tubuh Bila dari atas hingga bawah.


'Sial4n, dia menghina tubuhku yang sexy ini, pria jelek seperti Avalon saja sangat mendambakan tubuh ini, dia malah pria yang lebih, lebih, lebih, atau tiga kali lebih jelek dari Avalon menghina ku!' umpat Bila.


"Tubuh kurus seperti ini jika beradu jotos di ranjang akan membuatmu kelimpungan, ugly lord." ujar Bila dengan menghina, dia melipat kedua tangannya didepan.


"Sial4n, apa kau baru saja menghina ku?!" pria itu sudah sedikit marah, urat lehernya sudah mulai mengetat.


'Dia dijadikan sebagai ketua? orang yang tidak bisa mengatur emosinya dijadikan sebagai ketua? Bagaimana dengan anak buahnya?' tanya Bila dalam hati.


"Memangnya kenapa? Kau tersinggung? ups,... Maaf karena itu kenyataannya" Bila tertawa mengejek.


"Sialan, habisi saja, kalau perlu kita perkosa beramai-ram—"


Dor!


"Ingin memperkosanya ramai ramai? Seberapa besar milikmu hingga ingin melayani istriku?!"


***

__ADS_1


__ADS_2