Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
Angelina Salsabila.


__ADS_3

Semua orang dikejutkan kembali dengan perkataan yang terlontar dari mulut sang tuan, pasalnya, sang tuan sendiri tidak mengingat nama istrinya sendiri, entah tidak mengingat atau memang disengaja, namun, setahu mereka sang tuan Avalon tidak pernah bercanda didalam hidupnya.


"Kau gila??!!" desis Bila, dia sudah tidak memiliki wajah lagi dihadapan mereka semua. Bagaimana bisa Avalon mengatakan hal seperti itu didepan mereka semua, dan, apa pria yang menjabat sebagai suaminya ini memang benar-benar tidak mengingat namanya?.


"Siapa namamu?" tanya Avalon polos.


Bila tersenyum paksa, dia menoleh kearah orang orang yang tengah menatapnya. "Namaku Angelina Salsabila, sudahlah, aku malu, ayo ganti bajuku dulu" Bila menyeret tangan Avalon menaiki lift di belakang mereka.


Sebenarnya, disamping lift, ada sebuah tangga yang menjulang, Bila tidak melirik tangga itu, dia terlalu malas untuk menaiki satu persatu tangganya.


Bila masuk dengan tetap menggendong Lengkara yang sedari tadi nampak diam dan melihat kearah wajah nya, mungkin balita itu melihat sesuatu yang baru.


Avalon hanya diam dan menahan senyuman diwajahnya, senyuman yang jarang keluar ketika sang tuan telah meninggal, kini senyuman itu sedikit demi sedikit kembali hanya dengan sikap bar-bar istrinya.


Pintu lift mulai tertutup, dan lift itu mulai berjalan naik, tapi, sepertinya ada yang kurang, Bila menoleh ke kanan dan kiri, mencari seseorang yang menjadi alasannya datang kemari dengan status sebagai istri dari seorang Avalon.


"Adam, Adam kemana?" tanyanya mulai panik Bila memberikan tubuh Kara pada Avalon, "Adam kemana?!"


"Dia ada dibawah"


"KAU, AKH SIAL4N!"


Sementara dibawah, Adam yang sedari tadi duduk di atas tangga pun menatap datar para pelayan yang mengerumuninya, para pelayan itu melihat dengan seksama dan meneliti seluruh tubuh Adam.


Tubuh yang sangat bagus, tidak bulat juga tidak kurus, memiliki warna kulit yang putih, dan mata yang tertutup satu, dan mata yang tidak tertutup berwarna biru.


"Hei adik kecil, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya seorang pelayan membrenaikan dirinya untuk bertanya.


Sedari tadi mereka tidak melihat seorang anakpun, mereka hanya melihat nyonya mudanya yang menggendong nona muda Kara.


Adam tidak menjawab, para pelayan itu saling bertatapan.


"ANAK KU!!!!~"

__ADS_1


Para pelayan itu terkejut dengan pekikan suara yang asing itu, mereka menunduk, kembali berjajar rapi di samping Adam yang kini sudah berdiri.


"Adam~" Bila memeluk tubuh Adam, "Kau tak apa kan?" tanyanya.


"Aku tidak apa-apa, mom," balasnya hangat, dia melepas pelukannya.


"Maafkan mommy nak, tadi mommy malu, ayo ikut mommy, malu mommy bertambah sekarang" Bila berjalan cepat, untung para pelayan ini menundukkan kepala mereka, jadi Bila tidak terlalu malu, sungguh, hati pertama menginjak dirumah suaminya Bila sudah membuat semuanya heboh.


Lalu mereka berdua berjalan melewati lorong yang dibuat oleh pelayan. Setelah masuk kedalam lift yang didalamnya tetap ada Avalon dan Lengkara.


Para pelayan saling bertatapan, "Jadi, nyonya kita adalah seorang janda?"


"Sepertinya tidak, dia masih seperti perawan yang aktif"


"Hussttt!! sudah jangan dibicarakan, apa yang kalian dengar atau lihat, simpan, jangan sampai ada yang keluar, paham!" peringat seorang senior.


"Paham, paman!"


"Bubar!"


(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤.


Bila berada disebuah kamar yang sangat luas, entahlah, ini kamar siapa, mungkin kamar Avalon. Pria itu, dia sekarang berada diruang kerjanya. Adam dan Lengkara sudah berada ditangan para pengasuhnya, awalnya Bila menolak, ia ingin mengajak Adam bersamanya, namun, Adam yang menolak dan bilang akan bermain dengan para pengasuh dan Lengkara.


"Tapi nyonya~"


"Kalian keluarlah, aku bukan anak kecil yang kalian mandikan!" Bila mengacak rambutnya, rambut yang semula sudah acak-acakan kini sudah seperti gembel yang tidak pernah mencuci rambutnya selama berabad-abad.


Bila hanya ingin mandi dan menganti baju, tapi kenapa kedua pelayan ini mengikutinya dan mengatakan akan memandikannya?.


"Kenapa?" suara bariton itu terdengar, Bila yang mendengar itu tersenyum, seakan hendak mendapatkan bala bantuan, Bila yang semula duduk disamping ranjang dengan kedua pelayan didepannya berlari kearah Avalon.


Avalon menghela nafasnya, kenapa dulu sang tuan ingin dia menikahi wanita seperti Bila?. Itu adalah misteri yang masih Avalon cari.

__ADS_1


"Aku ingin mandi" adunya.


"Lalu?"


"Kata mereka, mereka akan ikut memandikanku" lanjut Bila menunjuk kearah dua pelayan yang sedang menunduk ketakutan.


Avalon melihat kearah dua pelayan itu, lalu ia menghela nafasnya. Istrinya ini belum tahu apapun, bahkan kehidupan para istri konglomerat yang setiap harinya selalu dibantu oleh pelayan, mulai dari mandi, berpakaian, memakai sepatu, hingga kemanapun harus bersama pelayan.


"Ayo!" Avalon berjalan, dia memegang pundak Bila dan ikut menyeretnya kearah kamar mandi.


Bila terkejut, dia berusaha untuk menjaga dirinya supaya tidak bergerak sedikit pun, namun upaya itu sepertinya gagal, tenaga Avalon lebih besar daripadanya.


"Hey! Mau kemana?!" Bila menatap horor Avalon dan kamar mandi didepannya, ia meronta.


"Hey! Lepas bajing4n!" Bila meronta-ronta.


Avalon diam dia hanya ingin memberi Bila sedikit pelajaran yang bisa membuatnya menjadi seorang wanita penurut.


Bugh..


Bila berlari setelah menyikut perut Avalon,


"Aku tidak ingin dimandikan!" jerit Bila berlari ke sembarang arah, kamar itu sangat sangat luas, jika diukur dengan rumahnya, mungkin seperlimanya.


Bila sepertinya sudah tahu apa tujuan Avalon, dia bukan wanita bodoh yang tidak tahu apa-apa.


Avalon mendesis, dia tak tinggal diam, dia ikut berlari mengejar Bila dan happ...


Tubuh Bila sekarang berada dipundak Avalon, "Hei bangs4t! Mau apa kau!" Bila mengerakkan tangan dan kakinya untuk memukul sang suami.


"LEPASKAN AKU SIALLAAANNNNN!!! AKU TIDAK INGIN MANDI DENGAN—"


Brak...

__ADS_1


(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤.


__ADS_2