Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
Membiarkannya pergi


__ADS_3

"Aku tahu. Tolong ceraikan aku, aku juga ingin bahagia" ujar Bila memohon, dan jangan tanya dari siapa Bila mengetahui pernikahan wasiat ini. Masih ingat dengan malam itu yang Bila membuka ponsel Avalon?.


Benar, ketika Bila membuka ponsel itu, seketika layar langsung terarah pada catatan yang dibuat oleh Avalon. Dan didalam catatan itu, tertulis banyak hal yang membuat Bila terkejut termasuk dengan catatan yang berisi tentang pernikahan wasiat ini.


"Maka berikanlah aku satu kesempatan lagi, aku ingin membahagiakanmu" ujar Avalon bersujud didepan Bila, sungguh, dirinya tidak ingin berpisah dengan Bila. Bila adalah istrinya. Milikinya.


"Aku tidak bahagia dengan mu Avalon!" pekik Bila, dia menangis, dan memohon kepada Avalon agar dia diceraikan.


"Aku tidak bahagia hidup bersamamu!" pekik Bila membuat Avalon tersadar.


Avalon berdiri dari sujudnya. Berjalan kearah laci kamarnya dan meninggalkan Bila yang sedang menghapus air matanya. Entah itu air mata kebahagiaan ataukah air mata kesedihan. Tidak ada yang tahu akan hal itu.


Avalon mengambil satu berkas, lalu dia mengambil sebuah pulpen dan menandatangani berkas itu dengan wajah datar dan dinginnya. Dia menghampiri Bila, dan memberikan berkas itu pada Bila. "Aku sudah menandatangani berkas perceraian ini, maka berbahagialah sesuai apa yang kamu inginkan," Avalon meletakkan berkas itu diatas ranjang.


Lalu dia menghampiri Bila dan langsung mengecup pucuk kepala Bila sambil berkata "Sebelum kau menandatangani surat perceraian itu, aku akan mengatakan sesuatu," Avalon menatap lekat Bila yang sudah tidak menangis lagi. Sepertinya ini salah pilihan yang terbaik menurut Avalon.


Dengan membiarkan wanitanya pergi dan kembali menorehkan luka yang dalam untuknya. Avalon tidak bisa menjaga apa yang menjadi miliknya dan Avalon akan melepaskan miliknya berkelana mencari kebahagiaannya sendiri.


"Berbahagialah, dan maaf" ujar Avalon mengecup bibir Bila dalam, Bila memejamkan matanya, ini adalah ciuman terakhir sebelum mereka bercerai.


Lima detik berlalu, Bila mendorong tubuh Avalon hingga mundur beberapa langkah. "Kurang ajar kau bajing4n!" pekik Bila membuat Avalon tersenyum kecut.


Lalu tanpa mengatakan apapun Avalon pergi beranjak dari hadapan Bila dengan membawa luka hatinya. Cinta pertamanya harus hilang karena kesalahannya sendiri, dan Avalon sangat menyesali semua perbuatannya yang menyebabkan cintanya pergi mencari kebahagiaan yang tidak dapat dirinya berikan.


Bila menatap Avalon bergantian dengan berkas yang tergeletak diatas ranjang, sedetik kemudian dia mengambil pulpen dan mencoret kertas itu diakhiri dengan nama dirinya dibelakangnya.


Bila menghela nafasnya, dia sudah resmi bercerai dengan Avalon sesuai apa keinginannya.


(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤.

__ADS_1


Bila telah berada diujung tangga dengan Ed, Bian, Gina, Lengkara, dan Adam yang tengah mencegahnya untuk pergi.


"Jangan pergi mommy~" rengek Adam menangis, dan ini adalah kali pertamanya menangis setelah berumur lima tahun.


Bila berjongkok, dia memeluk tubuh Adam erat. "Adam sudah besar, Adam tinggal bersama Daddy dulu ya, nanti kalau mommy sudah baikan, mommy akan menghubungi Adam dan Adam boleh bermain ke rumah mommy" ujar Bila melepas pelukannya, lalu mengelus rambut Adam sebentar.


Katakan bahwa Bila egois karena meninggalkan Adam demi kebahagiaannya. Namun bagi Bila itu tidak,


Karena, seumur hidup terlalu lama dengan orang yang tidak tepat.


Adam menghapus air matanya. "Adam akan mengunjungi mommy, mommy bahagia ya" ujar Adam rela melepaskan mommynya. Setelah Ed dan Bian memberikannya sebuah pengertian bahwa Bila akan pergi demi kebahagiaannya, Adam tidak lagi mencegah mommynya untuk mencari kebahagiaannya.


Dan Adam tidak bisa ikut, karena Adam adalah pewaris yang resmi dan telah diketahui oleh orang-orang bawah tanah. Yang artinya, Adam sekarang ini diincar dan ingin dibunuh karena ada pewaris sah Camora.


"Pasti, maafkan Mommy ya nak," ujar Bila mengecup bibir Adam dan berdiri. Dia menghampiri Lengkara yang tengah digendong oleh pengasuhnya.


"Mommy~" jeritannya menangis.


Dan kini Bila berada didepan ketiga sahabatnya dengan terapan melasnya. "Aku pergi, maafkan aku, aku ingin bahagia" ujar Bila memeluk Gina, lalu dilanjut dengan Bian dan terakhir Ed.


"Aku akan menuntaskan kontrak ini" ujar Ed berbisik ditelinga Bila.


Bila terkekeh kecil, "Kau terikat seumur hidup seperti diriku yang terikat oleh Īpašs digitālais" ujar Bila mengecup pipi Ed pelan.


"Sial4n!" mak Ed lirih.


"Kalian baik-baik," ujar Bila berjalan menjauh dari ketiga sahabatnya. Dia berjalan sendirian keluar dari mansion mewah ini. Karena, Bila sudah mengatakan pada ketiga sahabatnya untuk tidak mengikutinya dan membiarkan Bila selama beberapa saat untuk berhenti sejenak mengistirahatkan seluruh jiwa raganya.


Bila masuk kedalam mobil yang di sopir sendiri oleh Ana, di pelayan pribadinya.

__ADS_1


"Sudah siap nyonya?" tanya Ana masuk kedalam mobil bagian depan.


"Ayo, Ana"


Perlahan, mobil itu berjalan menjauh dari pekarangan mansion milik Avalon. Meninggalkan seluruh kenangan yang tercipta meskipun hanya beberapa bulan lamanya.


Bila sudah yakin akan keputusannya. Dan ini adalah hal yang terbaik, dirinya akan menjemput kebahagiaannya sendiri, dan Avalon akan mengejar kebahagiaannya sendiri tanpa melibatkan wasiat yang sudah terkabulkan itu. Tidak akan ada yang tersakiti, semuanya bebas dalam pilihannya sendiri.


Dan Avalon? Bila tidak pernah menemuinya lagi setelah kemarin malam, mungkin pria itu tengah berkutat dengan berkas-berkasnya. Dan Bila tidak perduli.


Sementara diatas balkon yang menghadap kearah gerbang mansion itu ada seorang pria yang menatap datar mobil yang membawa wanitanya pergi, pria itu adalah Avalon.


Pria yang sangat mencintai wanitanya, namun demi kebahagiaan sang wanita ia rela mengubur cinta itu dalam dirinya. membiarkan cintanya mencari cinta lain yang dapat membahagiakannya. Dan, biarkan ia mengubur cinta itu selamanya, dalam diamnya dan didalam hatinya yang terdalam. Dia bersumpah, tidak akan membuka lagi pintu hatinya yang telah tertutup.


Sungguh, cinta itu menyakitkan.


Dan,


Avalon akan menunggu wanitanya kembali, meskipun itu hanya didalam tidurnya.






__ADS_1


Selesai...


__ADS_2