Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
Berubah.


__ADS_3

Satu bulan setelah kejadian mengenaskan yang membakar toko bunga milik Bila, Bila menjadi seorang yang sangat berbeda.


Dapat Bian dan Ed rasakan perbedaan itu, Bila yang dulunya sangat bar-bar, ceplas-ceplos, dan selalu tertawa, kini menjadi pribadi yang sangat tertutup. Dia sangat kaku kecuali pada Adam.


Bian dan Ed sudah berkali-kali berbicara untuk membuat Bila kembali seperti dulu, namun, ketika mereka berbicara panjang lebar dan lebar Bila hanya menjawab.


"Beri aku waktu, aku pasti akan kembali, namun bukan sekarang" jawab Bila membuat Bian dan Ed hanya mampu menunggu waktu di mana Bila kembali seperti dulu.


Waktu dimana mereka selalu di butuhkan oleh Bila di apapun kondisi nya. Waktu di mana tiada hari tanpa adanya Bila yang mengumpati mereka.


Mereka semua pindah ke sebuah kota di luar pulau yang dulu mereka tinggali. Pindah ke sebuah rumah yang sangat mewah dengan rumah yang berlantai dua.


Bila sengaja membeli rumah yang besar, bukan nya untuk apa, dia hanya ingin menutupi keberadaan nya dari Wiliam yang sampai saat ini mencari keberadaan nya.


Mereka benar benar hidup di dunia yang baru, dengan pekerjaan baru dan identitas yang baru.


Bila telah menghilangkan semua yang berkaitan dengan, Bila, Bian, Ed, Adam, dulu. Mereka adalah Bila, Bian, Ed, Adam, yang baru, dengan nama lengkap yang berbeda namun panggilan yang sama.


"Nona, ini ada paket" ujar seorang wanita yang sudah berusia.


Bila menoleh, "Paket siapa bi?" tanya nya.


Bian dan Ed yang sedang menemani Adam bermain dengan cat non permanen di samping kolam berenang pun ikut menoleh. Mereka berdua bertugas untuk menjaga Adam agar tidak masuk ke kolam berenang.


Sementara Bila duduk di kursi khusus sambil bermain tab nya.


Bian dan Ed mendengar kabar bahwa Bila sedang melakukan sebuah investasi besar besaran pada salah satu perusahaan luar negeri yang hampir gulung tikar karena kekosongan jabatan pada ketua selama beberapa saat. Dan Bila seperti nya melihat sebuah peluang untuk hal itu.


"Paket atas nama nona," ujar wanita yang menjabat sebagai ketua pelayanan di antara empat pelayan yang Bila sewa untuk membersihkan rumah besar nya.


Sesungguhnya tiga saja sudah cukup, namun, bila harus menyewa dua tenaga kerja lain untuk menjaga Adam jika Bila dan kedua sabahat pria nya sedang melakukan sebuah balapan atau melakukan aksi mereka.


Bila berdiri, meletakkan tab nya kemudian ia mengambil paket itu. "Terimakasih" ujar nya mengambil paket itu. Bila duduk di sebelah Ed dan Bian.


"Wah, Bila kita sudah kembali!" seru Ed melihat perubahan yang di alami oleh Bila.

__ADS_1


Sebelum nya, Bila jika ada paket atau apapun, dia hanya akan diam sembari melirik meja di samping atau di depan nya sebagi tanda untuk pelayan meletakkan paket itu di atas meja.


"Sial4n, tidak usah di perjelas bajing4n!" umpat Bila sedikit malu karena dia sebulan ini mengabaikan kedua sahabat nya. Bian dan Ed tersenyum lebar.


Hari ini, seperti nya mereka harus membuat sebuah perayaan untuk merayakan kembali nya Bila dalam setelan pabrik.


Hari yang mereka tunggu-tunggu selama satu bulan penuh.


"Apa tu mommy?" tanya Adam menunjuk kotak besar yang Bila pegang. Adam meletakkan kuas nya, dia menghampiri Bila dengan tubuh yang berlumuran cat non permanen. Cat yang khusus untuk anak-anak.


"Kita buka sama sama" jawab Bila melihat paket besar yang berada di tangannya.


"Eve! tolong ambil kan aku alat untuk membuka paket" ucap Ed menekan ponsel nya.


"Ah, begitu enak!" Bila memberikan kedua jempol nya untuk Ed.


Tak lama, seorang pelayan wanita muda datang dengan membawa sebuah cutter kecil yang khusus untuk membuka paket.


"Ini nona" ujar Eve, di pelayan cantik itu. Bila sengaja menyewa jasa tenaga mudah, Selin memiliki tenaga yang kuat, Bila juga memberi lowongan pekerjaan untuk yang perempuan mudah mudah agar bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup mereka, kecuali bibi Sarah tentunya.


"Terimakasih" ujar Bila mengambil. Pelayan itu berdiri, dia akan kembali beberes.


Bila membuka kardus yang terbungkus dengan bublle warp berwarna hitam itu.


Mata Adam berbinar ketika Bila membuka paket itu, melihat paket itu dengan senyum lebar nya, berharap jika paket itu adalah sebuah mainan untuk nya, seperti yang sudah-sudah.


"Tadaa!!!" Bila berhasil membuka paket itu. Binaran di mata Adam perlahan menghilang, paket yang dia kira sebagai mainan ternyata bukan lah mainan.


Adam kembali duduk, dia mengambil kuas cat nya dan mulai menorehkan cat itu pada canvas yang sudah terisi dengan cat yang dia tuangkan tadi.


Bila mengambil satu benda berwarna hitam itu, memberikan nya pada Bian kemudian Ed lalu Adam.


"Apa ini Bil?" tanya Ed melihat lipatan yang terbungkus apik oleh plastik.


"Jas" jawab Bila berdiri, dia melihat dress hitam yang memiliki belahan di sepanjang kaki kiri nya.

__ADS_1


"Untuk apa?"


"Sebuah pesta"


(◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤.


"Tuan, seseorang telah menginvestasikan dana untuk perusahaan sebanyak 100% dari dana yang kita butuhkan" ucap seorang pria pada sang atasan dengan nada yang bahagia.


Pria yang menjadi atasan nya itu menoleh, dia sedikit terkejut dengan ucapan yang di lontarkan oleh tangan kanan nya atau biasa nya di sebut sebagai sekertaris.


"Apa itu benar?" tanya pria itu ragu, pria itu takut jika tiba-tiba dana yang di investasi kan di ambil kembali disaat yang tidak tepat.


Sang sekertaris mengangguk. "Uang itu sudah di transfer ke rekening pribadi anda tuan,"


Pria itu mengerutkan keningnya. "Kenapa ke rekening pribadi ku?" tanya nya.


"Karena, investor itu takut jika dana yang dia berikan di korupsi" jawab nya memberikan jawaban investor tadi.


"Baiklah, tapi aku ragu"


"Ragu kenapa tuan?" sang sekertaris mulai meredupkan senyuman nya.


"Aku tahu jik—"


"Tidak mungkin, investor itu sudah memberikan sebuah bukti surat yang ditandatangani oleh materai dan dikirim kan kemari, ini buktinya tuan" ujar sang sekertaris memotong ucapan pria itu.


Sekertaris itu tahu apa yang sedang dikhawatirkan oleh sang tuan sekarang. Sekertaris itu memberikan amplop yang berisi surat yang di berikan oleh investor itu.


Pria itu mengambil surat itu, membuka nya dan membaca keseluruhan dari surat itu.


"Baik, kita terima, dan pemilik saham perusahaan hanya aku dan orang ini" putus pria itu duduk kembali di tempat duduk nya.


Sang sekertaris mengangguk, dia bahagia mendengar kabar baik ini. "Saya permisi tuan" sekertaris itu keluar.


Pria tadi masih melihat surat yang di pegang nya. "Malaikat?" ucap nya terbata, seperti nya ini bukan bahasa di negara nya.

__ADS_1


__ADS_2