Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
Kembali ke rumah.


__ADS_3

"ADAAAMMMM!!!" Bila memekik keras, matahari sudah muncul, namun sejak tadi, Adam belum juga terbangun dari tidur nya.


Bocah itu seharusnya sudah bangun untuk bersekolah, namun, setelah di panggil-panggil tidak juga menyahut, Bila yang sedang memasak akhirnya pergi ke kamar Adam. Mereka tinggal di rumah Bila dulu, rumah peninggalan kedua orang tua nya.


"ADAMMM!!" Bila berteriak sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar Adam.


Bila mendengus kasar, tidak bisanya Adam tidak menyahuti perkataan nya, biasanya bocah itu akan menyahuti meskipun hanya kata "Hmm".


Rasa khawatir itu menyeruak di dalam dirinya, dia takut terjadi sesuatu dengan Adam di dalam sana.


Bila mengetuk pintu kamar Adam kembali, Bila tidak bisa langsung masuk, terkadang dia meruntuki ajarannya sendiri yang tidak membolehkan Adam masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Bila hendak membuka pintu kamar Adam, namun tarikan dari dalam membuat Bila mengurungkan niatnya itu. Dari dalam kamar itu, Adam keluar dengan pakaian yang sudah rapi dengan seragam sekolah nya.


"Kenapa mom?" tanya Adam mengelus rambutnya kebelakang, bocah dengan penutup mata di matanya itu tersenyum ke arah Bila lalu sedetik kemudian dia tertawa dengan sangat kencangnya.


"HHAHAHAHA, kenapa mom?" tanya nya di sela-selanya tawanya.


"Tumben?" tanya Bila cuek, dia sudah tidak heran dengan kelakuan ajaib yang di lakukan oleh Adam khusus padanya. Karena dia sudah tahu karakter anak yang dia asuh sedari bayi itu.


Bocah itu banyak bertingkah hanya di depannya, dan jika berada di depan orang lain, maka bocah itu akan diam dengan sikap cool nya.


"Hari ini, Adam ingin memakan masakan mommy banyak, jadi, Adam harus mandi terlebih dahulu" ujar Adam berjalan mendahului Bila menuju dapur rumah itu.


Bila hanya mengangguk pasrah, dia mengikuti Adam dari belakang dan langsung menghampiri kompor yang baru dia sentuh satu bulan yang lalu.

__ADS_1


Bila belajar memasak hanya untuk Adam, sebelumnya, jangankan untuk memasak, masuk ke dapur pun dia sangat malas kecuali ada hal yang benar-benar sangat di butuhkan olehnya.


Adam duduk di kursi meja makan itu. "Mommy, masak nasi goreng dan ayam kecap, namun mommy baru memasak nya kali ini, maafkan mommy ya, nak" ujar Bila meletakkan piring yang berisi nasi goreng dan ayam kecap di atasnya di depan Adam.


Adam berbinar-binar, dia akan melakukan apapun untuk sang mommy agar bahagia dan menampilkan senyum di wajah cantiknya. Adam mengangguk, dia mulai membuka mulutnya dan melahap nasi goreng itu.


Bila yang tengah duduk sembari menanti reaksi Adam tentang masakan nya. Jantung Bila berdetak seakan masakan nya sedang di makan oleh master chef yang sangat kejam.


Adam merasakan asin mendominasi nasi nya, namun, raut wajahnya sama sekali tidak berubah, Adam pandai mengontrol raut wajahnya.


"Bagaimana?" tanya Bila meneguk ludah nya.


"Sangat enak mom!" ucap Adam menyantap lahap nasi goreng yang sangat asin itu.


Setelah acara sarapan selesai, Bila mengantar Adam sampai ke sekolah nya, lalu Bila kembali ke dapur nya untuk mencoba masakan yang tidak pernah coba sebelum nya.


(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠♡⁠ω⁠♡⁠ ⁠)⁠ ⁠~⁠♪.


"Adam, kenapa matamu selalu di tutup?" tanya seorang bocah laki-laki yang seumuran dengan nya.


"Dia hanya memiliki satu mata, makanya di tutup yang sebelahnya" celetuk seorang bocah di belakang nya.


"Kata siapa kamu?" tanya bocah lainnya.


"Kata mamaku, penutup mata itu berguna untuk menutupi mata yang tidak ada" jawab bocah tadi.

__ADS_1


"Jadi, mata kamu hanya satu, Adam?" tanya bocah yang bertanya pertama kalinya tadi.


Adam menggeleng, "tidak, aku memiliki dua mata" jawab nya datar.


"Bohong!, kalau memang memiliki dua mata, buka penutup itu sekarang!" teriak bocah yang memberi penjelasan tadi.


Adam menggeleng, dia tidak akan membuka penutup mata nya selama di luar area rumah sesuai apa yang di katakan oleh sang mommy, dia akan membuatnya disaat akan tidur, dan mandi, selainnya Adam akan memakai penutup mata yang menjadi hadiah pertama untuk nya dari sang Mommy.


"Buka saja!" bocah itu hendak membuka penutup mata Adam, namun Adam menepis tangan yang akan menarik penutup mata nya.


"Jangan kurang ajar sial4n!" umpat Adam membalik badan nya, dia tidak sudah bisa menahan amarahnya, jika diteruskan berada di tempat itu, Adam takut jika dia marah dan memaki temannya dengan semua kata umpatan yang sudah siap dia ucapkan.


Bocah itu berkaca-kaca, dia berlari dengan air mata yang mengalir, Adam tak menghiraukan hal itu. Di kelas ini semuanya anak yang manja.


Tak lama, bocah tadi datang dengan seorang wanita yang menjadi guru mereka, wanita dan bocah itu mendatangi Adam yang sudah duduk sambil membaca sebuah buku yang seharusnya tidak di baca di usia nya.


"Dia Bu! Dia telah mengumpati ku" adu bocah itu pada sang guru.


Guru itu mengangguk, dia berjongkok di hadapan Adam, "Apa benar yang teman kamu bilang, tadi? Adam" tanya guru itu pelan.


Adam melirik sekilas ke arah bocah yang baru dia sentak menangis, "Pengadu" gumamnya membuat guru itu tersentak kaget dengan reaksi yang di keluarkan oleh Adam.


Biasanya, anak akan menangis ketika mendapatkan teguran, namun, Adam tidak, sikap nya malah bertambah sinis.


"Benar Bu, tapi Adam tidak salah, dia yang salah karena mau melepas penutup mataku, dan dia juga mengejekku dengan kata 'buta'” ujar Adam jujur.

__ADS_1


Guru itu hanya mengangguk. "Baiklah, semuanya salah, kamu, Adam jangan pernah mengumpat lagi ya, dan kamu, jangan mengejek teman kamu lagi ya" guru itu muak dengan pekerjaan ini, jika dia bisa mendapatkan uang di tempat lain, lebih baik dirinya mengambil itu, karena disini, batin nya juga di tekan dengan sikap anak yang sangat manja dan hanya mengandalkan kekuatan orang tuanya.


__ADS_2