
Seorang pria duduk di kursi kerja nya, dia memutar kursi itu untuk melihat pemandangan tingginya gedung-gedung dan ramainya orang yang berlalu lalang.
Hari sudah petang, langit yang bisanya cerah kini menghitam di sertai air yang turun dari awannya. Pria itu memandang ribuan air yang terjatuh dalam hitungan detik, sembari melihat gemuruh petir yang menggelegar memekikkan telinga siapapun yang mendengarnya¹.
Memori orang itu kembali pada waktu beberapa tahun kebelakang, di saat itu, ia berada di dalam titik terendah di dalam hidup nya, yaitu kehilangan sang ketua dan mengharuskan dia mengganti jabatan ketua dalam waktu tiga bulan.
Dan waktu tiga bulan itu, kursi yang biasanya di duduki oleh pemimpin kosong, tidak ada yang menduduki kursi kepemimpinan yang mengakibatkan terjadinya penyerangan besar-besaran yang berakibat pada pengeluaran yang sangat banyak dan pemasukan yang sangat sedikit.
Waktu itu, perusahaannya tertempa badai yang membuat perusahaannya harus memilih antara bertahan dengan banyaknya hutang atau gulung tikar lalu hidup dengan kesederhanaan.
Para investor menarik investasi mereka, tidak ada yang mau menginvestasikan uang mereka ketika kerugian sudah jelas di mata mereka, namun, seperti nya Tuhan maha baik, seorang investor yang tidak dia ketahui rupanya menginvestasikan uangnya untuk memasok kembali perusahaannya.
Waktu berlalu, hanya bergantung dengan uang yang investor yang telah di investasi kan, ia berusaha dengan keras membangun kembali perusahaan yang hampir gulung tikar menjadi perusahaan yang saat ini di cari cari untuk tempat menginvestasikan uang mereka karena hasil yang mereka dapatkan terpampang secara nyata di hadapan mereka.
Namun, kembali lagi pada pria yang sedang melihat gerimis dari gedung yang memiliki 98 lantai yang menjadi pusat berkembang nya perusahaan yang hampir gulung tikar, dulu, ia menolak dengan sangat keras untuk membuka lowongan investasi di perusahaan nya.
Bahkan yang lebih egois nya lagi, pemilik saham perusahaan miliknya 70% adalah miliknya sementara 30% adalah seorang yang menginvestasikan uangnya untuk pertama kali setelah perusahaan sudah hampir di katakan akan bangkrut.
"Huh.." pria itu menghela nafas nya kasar, beban yang dia tanggung tidak main-main, memang benar, dia memiliki hak penuh untuk semua yang dia kendalikan saat ini, namun, beban nya belum sampai di situ, ia harus mencari seseorang untuk melepaskan semua beban yang dia tanggung selama beberapa tahun terakhir ini.
"Waktu berjalan sangat cepat, kini, aku harus mencari orang itu, agar beban ku sedikit berkurang" gumam pria itu mendongak, menatap langit-langit perusahaan nya.
"Tuan, saya sudah menemukan tuan kecil" ujar sekertaris pria itu, sekertaris pria itu berdiri di belakangnya sembari menggendong seorang balita berjenis kelamin perempuan yang sangat imut. Balita itu sedang memainkan mainannya.
Pria itu menoleh, "Apakah itu benar, Li?" tanya pria yang kini sudah mengembangkan senyuman nya.
"Benar tu—"
"Daddy~" gadis kecil itu memotong ucapan sekertaris Li, dia memberontak dari gendongan sekertaris itu ketika melihat sang Daddy tengah duduk sembari tersenyum.
Sekertaris Li menurunkan gadis cilik itu, lalu, gadis itu berlari sangat kencang untuk mendaratkan tubuhnya di dekapan sang Daddy yang sudah membuka lebar kedua tangannya.
"Daddy~" pria beranak satu itu mengelus rambut gadis yang amat di sayanginya.
"Kamu diam dulu hmm?" ujar pria itu membuat gadis kecil yang berada di pangkuan nya mendengus namun tak ayal menutup mulutnya yang hendak terbuka untuk berceloteh menceritakan tentang pra sekolah yang di lalui nya tadi.
__ADS_1
"Lanjutkan, Li" ujar pria itu.
"Saya menemukan tuan muda yang sesungguhnya tuan, tuan muda berada di—"
"Jangan di lanjutkan, atur penerbangan dan kita akan kesana"
(◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤.
"Bil, kamu ga akan nikah?" tanya Bian mengunyah kue yang di buat oleh sang istri.
"Diam kau! Mentang-mentang sudah menikah menyuruh orang lain menikah" geram Bila masih fokus dengan laptop yang di pegang nya.
"Iya, Bil, kamu sudah dewasa, kamu itu sudah menjadi pera—"
"WAN TUA KAN!? SIAL4N KALIAN MEMANG!!" Bila memekik kencang, dia menatap perempuan yang sudah menjadi istri Bian sejak satu tahun terakhir.
Lima tahun berlalu, banyak kejadian-kejadian yang merubah hidup mereka 180 sejak kejadian ciuman yang di lakukan oleh Bila dengan Wiliam lima tahun yang lalu.
Bian sudah menikah, dia menikahi seorang gadis berkulit hitam yang memiliki senyum yang sangat manis dan mampu menarik perhatian Bian dalam satu kali pertemuan.
Dan Wiliam meminta Bila agar kembali ke rumahnya yang lama. Bila pun menyetujui hal itu, hubungan mereka juga kian membaik, kadang, ketika ada waktu, Wiliam menyempatkan dirinya untuk membeli bunga di tokonya untuk sang istri.
Di pernikahan Bian pun, Wiliam juga datang, dia bertanya pada bila tentang Adam, namun, dengan lidah nya yang sudah sangat lihai untuk mencari sebuah alasan, Bila menjawab, 'Adam, telah ia asuh sedari kecil dan kini dirinya lah yang menjadi ibu dari Adam karena hak asuh Adam telah Bian berikan padanya'.
Wiliam lagi lagi percaya dengan dongeng itu. Dan sampai sekarang, Wiliam juga tidak mengetahui identitas asli Adam. Identitas yang menurut Bila adalah identitas yang Wiliam cari keberadaannya.
Biarlah, Bila tidak ingin membahas ini sekarang, sangat rumit, Bila pernah mencari tahu tentang ini, namun, bukanlah hasil, dia hanya mendapatkan hikmahnya saja. Ini terlalu rumit untuk di bahas. Dan biarkan waktu yang mengungkap siapa sebenarnya Wiliam, Adam di dalam hidupnya.
Dan berkat kedekatan nya dengan Wiliam itu, Bila sudah mempunyai tiga toko bunga yang tersebar dengan Bian, Ed, Bila yang menjaga masing-masing toko bunga itu.
Keuntungan yang di dapat dari menjaga toko bunga milik Bila di bagi menjadi 80% milik penjaga, Ed atau Bian, 20% pemilik toko bunga itu.
Mereka sudah hidup mandiri dengan dunia yang mereka bangun sendiri selama lima tahun terakhir, melepas semua dunia gelap mereka kecuali Bila yang terikat seumur hidup dengan dunia itu, dan untuk Ed?
Dia masih singgel, sama seperti bila, jika bila memiliki alasan untuk memilih singgel karena menjaga Adam, maka Ed menjawab karena wanita yang di cintai nya berbeda keyakinan dengannya. Menyakitkan sekali bukan?, Padahal itu adalah cinta pertama Ed.
__ADS_1
Bila sendiri, dia hanya hidup dengan Adam yang semakin hari membuat nya semakin ingin sendiri dan menjaga anak itu hingga orang tua anak itu kembali mengambil Adam. Sungguh dia telah nyaman dengan kesendiriannya yang setiap hari di temani dengan Adam di sisinya.
"Memangnya kenapa jika aku tidak menikah ha?!" Bila berkacak pinggang, hari ini adalah hari yang mereka jadwalkan setiap bulan nya untuk pergi berlibur bersama.
Mereka mengadakan pertemuan satu bulan sekali dengan berangkat dari rumah mereka masing-masing dan bertemu di tempat destinasi tujuannya. Tujuannya supaya tetap menjalin hubungan persahabatan mereka hingga anak cucu mereka nantinya.
"Kau itu sudah dewasa Bila, nanti tidak ada yang mau menikahi kamu yang repot siapa? Kita" sahut Ed meneguk kopinya.
Bila menoleh, wajah nya memerah padam karena marah, "Sial4n, apa ku tidak punya kaca ha? kau sendiri masih lajang bangs4t!" umpat Bila.
"Dia laki-laki, wajar dong kalau menikah nya lebih lama" bela Bian.
"SIAL4N KALIAN!!!" Bila menunjuk satu persatu orang yang berada di sana, tanduk di kepalanya sudah mulai keluar.
"Sudah om, jangan membuat mommy Adam marah!" peringat Adam menatap tajam ke arah orang yang membuat mommy nya marah.
Adam, anak iku kini sudah berusia tujuh tahun, anak yang sudah pandai berbicara hanya untuk membela sang mommy, anak yang memiliki mulut pedas nan menusuk karena ingin melindungi mommy nya.
Bocah yang dulunya tidak mengerti kenapa dia disuruh memakai penutup mata kini sudah mengetahui kenapa sang mommy menyuruh nya menutup mata. Dia istimewa.
Adam mengelus tangan Bila, Bila kembali duduk, dia memeluk Adam dengan erat, "Memang kamu adalah orang yang paling mengerti mommy nak" ujar nya.
Bocah yang satu mata nya tertutup oleh penutup mata itu tersenyum. Dia mengelus rambut lembut sang mommy yang menjadi hal yang di sukainya.
"Jadi bagaimana om?" tanya Adam dengan melihat ke arah Bian.
"Bagaimana apanya?"
"Apa sel punya om ada yang bermasalah?"
Uhuk-..
Uhuk...
"Sial4n!"
__ADS_1