
"Aaah... Avalon! sepertinya anak ini akan segera lahir sendir!" pekik Bila dalam bahasa Indonesianya. Dia memilih mengunakan bahasa ini karena dinilai sangat mudah dilafalkan oleh Bila.
"Tahan sayang, tahan!" Avalon panik, dengan masih mengunakan baju pelayan dari salah satu negara Asia itu, Avalon tidak memperdulikan lagi seluruh perhatian orang yang berpusat padanya.
Seorang pria dengan tubuh tegap dan gagah serta memiliki tatto di lengannya datang ke sebuah rumah sakit dengan mengunakan baju wanita.
Bisik-bisik dari pada orang yang tertawa melihat Avalon terdengar, bukan hanya Avalon, namun kedua pria dibelakangnya, padahal, mereka sudah tahu, bahwa mungkin mereka adalah korban keinginan aneh yang dilontarkan oleh ibu hamil, mereka pernah merasakan sebelumnya.
"Avalon! aku sudah tidak kuat lagi....!" Bila menggenggam erat kemeja Avalon dan rambut belakang Avalon. Sehingga kepala Avalon sedikit mendongak dan merasakan sakit.
"Tolong pencet 'kan sambungan telepon dibelakang telingaku, sayang... Ssstttt" Avalon sedikit meringis karena jambakan ini.
"Ayo cepat sial4n, ini sangat sakit!!" pekik Bila menjewer telinga Avalon bagian kanan yang ada alat kecil itu.
"Sudah jangan dijewer lagi, sayang, sudah terhubung" ujar Avalon merasakan sakit di bagian telinganya.
Bila kembali menarik rambut belakang Avalon untuk mencari pelampiasan kesakitan ini.
"Li, ster—"
"ANAKMU AKAN LAHIR AVALON AAAHHH!!!"
"Sayang, tunggu sebentar!" Avalon panik, dengan Bian dan Ed yang sudah memanggilkan seorang dokter kandungan yang dipesan oleh Avalon waktu itu. Dokter itu menggeleng kecil. Melihat kelakuan absurd pasiennya yang satu itu.
Avalon menggendong Bila sampai tempat persalinan yang sudah ia sewa beberapa bulan yang lalu untuk jaga-jaga jika ada kondisi darurat seperti ini. Dengan perlahan namun pasti, Avalon meletakkan tubuh Bila diatas ranjang rumah sakit.
"Dokter tolong lahirkan anak saya!" ucap Avalon panik melihat Bila yang begitu kesakitan.
"Kelian keluarlah!" pekik Avalon menunjuk Ed dan Bian.
Akhirnya pun Ed dan Bian keluar. "Aku juga akan keluar" ujar Avalon membuat Bila memekik kencang.
"MAU KEMANA KAU SIAL4N! TETAPLAH BERADA DISINI!" pekik Bila memegang perutnya yang sudah seorang suster selimuti.
"Apa boleh?" Avalon terdiam sesaat, pertanyaan itu keluar karena memang dirinya tidak tahu.
"Boleh tuan, istri anda sudah pembukaan sepuluh, anak anda akan sebentar lagi lahir" ujar dokter itu melihat Anu Bila.
"Baik Bu, ikuti seluruh perintah saya!" ujar dokter wanita itu membuat Bila mengangguk.
Sementara Avalon sudah memegang tangan kiri Bila dan tangan kanan Bila memegang erat bantal yang digunakannya.
"Tarik nafas, ayo mengejan!"
"AHHKKKK...AAAAHKKKK SIAL4N INI... AHHKKK" Bila mencengkram kuat tangan Avalon, dan satu tangannya kini sudah berada diatas kepala Avalon.
Avalon hanya mampu terdiam. "Lagi bu!" seru dokter itu.
"SIAL4N! INI SANGAT SAKIT! BAJING4N! AKKHH..." Bila menarik rambut kepala Avalon kencang.
"Sakit sayang, tolong lepas..." Avalon mencoba melepaskan tangan Bila dari rambutnya. Namun bukannya lepas, namun cengkraman tangan itu semakin kuat.
"Sekali lagi bu!"
__ADS_1
"Sakit sayang..."
"AVALON!! KAU HANYA DAPAT ENAKNYA SAJA! RASA SAKITNYA AKU YANG MENANGGUNG, SIAL4N AAAHHHHKKK.."
"AKHHH, AKU TIDAK INGIN HAMIL LAGI, KAU TIDAK USAH MRNYENTUHKU LAGI BAJING4N!" pekik Bila kencang.
"Apa maksudmu sayang?"
"AKKKHHH.... KAU MEMANG BIADAB BAJING4N!" Bila menarik kencang rambut Avalon hingga rasanya kepala pria itu tidak lagi berfungsi.
Tarikan Bila sungguh sangat kencang, mungkin rambutnya akan rontok kali ini.
"Sekali lagi bu!"
"AHHKKK.... AVALON BAJING4N.....!"
"Oek...oek...oek..."
"Anak kita lahir sayang!"
"Selamat Bu, anak anda seorang laki-laki" ujar dokter wanita itu mengangkat anak Bila hanya dengan satu tangannya.
Bila dan Avalon melotot melihat anak mereka yang baru lahir sudah dijinjing atau dicengkiwing pada bagian belakang anaknya hanya menggunakan satu tangan.
"Huft...huft..... Dokter... Anak..... Ku.... Masih..... Kecil....." Bila pingsan.
"Kenapa?" dokter spesialis itu melihat anak dari pasiennya sempurna dan menangis.
"Dokter kenapa kau menggendongnya seperti itu?!" tanya Avalon duduk di kursi samping ranjang itu.
"Bagaimana istriku?"
Dokter itu menoleh, dia melihat pasiennya yang pingsan karena melihat anaknya dijinjing seperti kucing, ditangan pasiennya itu, banyak rambut yang sepertinya rambut suaminya. "Jangan khawatir, istri anda akan segera sadar"
Sementara sekertaris Li, Ed, Gina, Bian, Lengkara, dan Adam mendengar seluruh apa yang terjadi didalam melalui alat yang berada ditelinga sekertaris Li hanya dapat diam merasakan ngilu di sekujur tubuh mereka mendengar seluruh umpatan yang keluar dari Bila.
"Nyonya sudah melahirkan anak laki-lakinya"
(◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤.
Tiga jam berlalu...
"Sayang, kau sudah sadar?" tanya Avalon keluar dari kamar mandi untuk menggantikan baju yang memalukan itu.
"Sudahlah!" ujar Bila meminang anaknya yang sudah diberikan baju.
Avalon menghampiri Bila, di ruangan ini seluruh anak dan sahabat Bila ada. Mereka sudah menggunakan baju yang lebih rapi daripada baju memalukan tadi.
"Sial4n, ngidam terakhir Bila sangat memalukan," ujar Bian membuat seluruh orang terkekeh.
"Tak apa, untung saja anaknya mirip dengan Bila," sahut Ed membuat Avalon mempercepat langkahnya menghampiri Bila.
Dia melihat wajah anaknya yang hendak diberikan ASI oleh Bila.
__ADS_1
"Hei, kalian jangan melihat!" pekik Avalon panik.
"Aku juga tidak tertarik" Ed dan Bian menutup mata mereka.
"Itu milikku~" rengek Avalon berbisik.
Bila melotot. "Jangan macam-macam Avalon! Ini masih siang!"
"Berarti kalau malam boleh?"
Plak..
"Jangan bicara sembarangan, disini banyak orang!"
"Siapa namanya, sayang?" tanya Avalon.
Bila menggeleng. "Aku tidak tahu" ujarnya cuek, dia hanya melihat wajah anaknya yang sangat mirip dengannya.
"Apakah kau memiliki nama?" tanya Bila menatap Avalon.
Bila kembali menggeleng. "Bagaimana jika Darwin Alya hibrida?" tanya Avalon tersenyum.
Bila berpikir sejenak. "Alya? Bukankan itu nama perempuan?"
Avalon mengangguk, lalu dia berbisik pada Bila. Bila merona mendengar arti nama itu.
"Baiklah"
"Siapa namanya, woy?" pekik Ed tak sabar.
"Darwin Alya Hibrida"
"Alya? Kau gila! Itu nama anak perempuan"
"Beda arti Ed," celetuk Bila.
"Apa artinya?"
"Avalon Love you Angelina"
"HAHAHAHHHAH!!!!"
•
•
•
•
...TAMAT......
Cerita ini akan berlanjut dalam hati kalian...
__ADS_1
Penulis: lugaspratama