Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
kehidupan baru.


__ADS_3

"Ana mommy om?" (kemana mommy om?) tanya Adam kecil terbangun dari tidur nya dan tidak mendapati adanya wanita yang sangat dia sayangi.


Ed bangun dari tidur nya, Adam pagi pagi sudah datang ke kamar nya, "Aku tidak tahu Dam, cari saja, mungkin ada di rooftoof atas" jawab Ed kembali memeluk bantal empuk nya.


"Ya cudah, om Ed cepelti kelbau, ndak angun- angun" ejek Adam turun dari ranjang besar Ed.


Seiring berjalan nya waktu, perlahan Adam bisa mengucapkan kosakata lebih dapat di mengerti dari pada dulu. Jika dulu Adam berbicara mengambil akhir nya saja, maka sekarang Adam mengambil semuanya meskipun pasti ada saja huruf yang luput dari ucapan nya.


Dan hal itu yang membuat aksen lucu tersendiri untuk di dengar.


Dengan tertatih-tatih, Adam menaiki tangga rumah nya, dia membuka pintu kamar Bian yang berada di lantai ke dua dengan nafas yang ngos-ngosan.


Maklum, Adam menaiki tangga yang jumlahnya lebih dari dua puluh. Apalagi Adam yang masih bocah.


"Om Iyan~" Adam masuk, dia menaiki ranjang Bian dan melihat wajah kelelahan milik pria itu.


"Ommm~" Adam memukul pipi Bian.


Plak...


Plak...


Plak...


"Om~ ayo angun~" rengek Adam.


Bian yang terganggu dengan apa yang di lakukan Adam padanya pun perlahan membuka matanya meskipun sangat berat.


Tolong katakan pada Adam, bahwa dirinya baru saja tidur sepuluh menit yang lalu.


"Ada apa Dam?" tanya Bian dengan suara serak khas baru bangun nya.


"Keana mommy om?" tanya Adam lagi.


"Tidak tahu om, tadi pagi dia ada kok" jawab nya, sepuluh menit yang lalu, dia dan Bila keluar dari ruangan khusus komputer, jika dia hilang sekarang, dia tidak peduli, dia sangat mengantuk dan dua jam lagi dia harus bekerja. Bian kembali tidur.

__ADS_1


Adam menghela nafas nya, dia kembali turun melalui tangga, keringat di dahinya sudah bercucuran.


"Kenapa anak mommy hmm?" tanya Bila mengambil tubuh Adam di anak tangga terakhir, dia mengambil kemudian menggendong nya berjalan ke sofa ruang tengah rumah milik nya.


"Mommy!" mata Adam berbinar, dia memeluk leher sangat mommy dengan sangat erat.


"Mommy dali ana aja?" (Mommy dari mana saja?) dia bersandar pada dada Bila.


"Mommy dari joging sebentar di halaman luar, sambil melihat tukang kebun kita" ujar Bila jujur. Memang benar, setelah semalaman dirinya tidak menutup matanya sama sekali, Bila memilih mencari udara pagi yang terasa berbeda dengan udara malam.


"Ukang ebun?" tanya Adam membuat Bila mengangguk.


"Adam mau keluar melihat tukang kebun?" Adam mengangguk.


Bila berdiri di dalam perjalanan, dan di dalam gendongan Bila, Adam mulai mengoceh dengan aksen cadel nya. Balita itu kini lebih banyak berbicara sampai terkadang Bila kewalahan menghadapi setiap pertanyaan random yang muncul di otak Adam.


Tapi, Bila tidak keberatan, Bila tahu, bahwa anak seusia Adam banyak yang belum di ketahui dan keinginan nya untuk mengetahui lebih besar.


"Api mommy, ukang ebun itu pa?" (Tapi mommy, tukang kebun itu apa?) tanya Adam melihat halaman luas di belakang rumah samping kanan nya.


Bila berencana untuk membuat taman bunga lavender. Hanya bunga lavender dan sebuah bunga kematian atau yang biasa di kenal dengan nama red spider lily.


Tidak sembarangan Bila dalam memilih sebuah bunga, dia memilih bunga yang memiliki arti yang sangat indah menurut nya.


Bunga lavender, bunga yang di sukai oleh Bila, bunga yang memiliki arti: mewakili kemurnian, keheningan, pengabdian, ketenangan, dan ketenangan.


Bunga higanbana atau red spider lily bunga yang memiliki penampilan menarik dan warna yang cantik,  bunga ini memiliki arti yang beredar secara luas, yaitu sebagai bunga kematian.


"Tukan kebun itu orang yang menjaga kebun Adam" jawab Bila menurunkan Adam ke tanah. Bila sekarang akan membiarkan Adam bereksplorasi dengan lingkungan setelah beberapa minggu terkurung di rumah mewah nya.


"Wah, cekalang ukang ebun au pa?" (Wah, sekarang tukang kebun mu apa?) Adam kembali bertanya ketika dia melihat benda benda baru.


"Kenapa tidak tanya saja pada paman?" tanya Bila. Dia mengambil salah satu bunga hidup yang dia beli secara online.


"Aman! mau pa?" (Paman mau apa?) Adam berbinar.

__ADS_1


Pria yang di sebut sebagai paman itu tersenyum. "Paman mau menanam bunga lavender" jawab nya.


"Unga? Adam ikut!" pekik nya riang.


"Baiklah, ayo kita menggali tanah" ujar paman memberikan sebuah sendok yang ukurannya sedikit besar dari pada ukuran umumnya pada Adam.


"Yo!!"


Bila membantu paman menanam tanaman untuk menghiasi halaman rumah mereka. Di temani Adam yang mudah beradaptasi dengan hal apapun itu.


Bila mengajari Adam menanam bunga lavender, mulai dari menggali tanah, menanam hingga menyirami bunga yang sudah mereka tanam. Bila tidak perduli dengan tanah basah yang mengotori tubuh Adam, apalagi pakaian nya.


Menurutnya, perkembangan anak lebih penting dari apapun.


"Bil, aku mau berangkat" ujar Bian keluar dari rumah mewah yang mereka beli bersama sama. Dia berpamitan untuk berkerja di salah satu bank ternama. Gaji yang Bian dapat juga lebih tinggi dari gajinya bekerja di toko Bila dulu.


"Iya" jawab nya tanpa menoleh. Dia tidak bekerja dia hanya duduk di ruang khusus dan berhadapan dengan komputer. Dan dalam satu jam dia bisa menghasilkan puluhan juta uang dengan cara meretas sebuah perusahaan dan bank- bank di seluruh dunia.


Sesungguhnya Bian tidak perlu bekerja, namun, Bian bekerja agar tidak menimbulkan kecurigaan terhadap warga sekitar tempat mereka.


"Om au kelja?" tanya Adam berbaik badan.


Bian terkejut melihat kondisi Adam, seluruh tubuh balita itu sudah banyak lumpur. Namun, melihat Bila di sebelah Adam, Bian tidak terlalu terkejut.


"Iya om mau kerja, kamu hati-hati di sini ya" peringat Bian. Adam mengangguk.


"Yasudah om pergi dulu, bye!" Bian pergi dengan motor matic nya, pergi meninggalkan komplek perumahan elit ini.


"Bila, aku pergi dulu!" ujar Ed berlari menuju motor matic nya. Dia sudah hampir telat.


Ed bekerja di sebuah perusahaan dan bertugas sebagai seorang satpam.


Bila tak menghiraukan, dia tetap melanjutkan pekerjaan yang di lakoni nya sekarang.


(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤

__ADS_1


__ADS_2