
Bian duduk dengan kedua tangan yang menggendong Adam. Bayi itu sekarang tengah tertidur pulas. Dan di depannya, ada seorang wanitayang baru saja dia ketahui sebagai istri dari pria bajing4n itu.
Pria yang sangat Bian benci sekarang, Bian membenci pria itu karena telah menyia-nyiakan Bila dan membuat sahabat wanitanya menangis.
Sabahat yang dia dan Ed bahagia kan mati matian malah dengan gampang nya pria bernama Heri itu membuat nya menangis. Sungguh, jika dia di beri kesempatan untuk menghajar Heri, Bian akan menggunakan seluruh tenaganya untuk waktu itu.
''Jadi, kalian sudah berhubungan selama dua tahun terakhir?'' tanya Bian menatap wanita berkerudung di depannya.
Bian akui, memang, wanita di depannya ini cantik, tapi menurut nya, Bila masih tercantik bila di bandingkan dengan wanita di depannya.
''Iya, memang nya kenapa?" tanya wanita yang Bian ketahui namanya Dira itu.
''Kau tidak tahu kalau wanita yang sekarang di depannya adalah kekasih nya?''
''Ap-apa maksud mu?'' tanya wanita itu ragu.
Bian menggeleng saat mendapati reaksi dari wanita di depannya, reaksi seakan wanita itu tidak tahu apapun. 'Aku tidak bisa langsung menyalahkan wanita ini, mungkin pria itu telah membohongi nya sama seperti Bila' gumam Bian.
''Tidak,"
Suasana hening, Bian melirik ke arah bayi yang berada di gendongannya dan sesekali melirik ke arah Bila yang sedang berbicara dengan Heri.
"Dia adik mu?" tanya wanita itu kembali membuka pembicaraan.
Bian mengalihkan perhatian, "Tidak, dia bukan adik ku" jawab Bian.
Wanita itu manggut-manggut, dia menatap gems ke arah bayi yang kini sudah membuka matanya. Dira sempat mengerutkan keningnya heran, bayi itu tidak menangis ketika terbangun.
Bian melihat ke arah Adam, ''Sudah bangun ya?" tanya nya tersenyum, Adam tersenyum dan memperlihatkan dia giginya.
"Ini, kau mau makan?" Bian mengambil satu potong kentang goreng yang sudah sedikit dingin dan memberikannya pada Adam. Bayi itu menerima nya dan memasukkan kentang goreng itu ke dalam mulut nya.
"Apa bayi sudah boleh memakan kentang goreng?" tanya Dira.
"Dia bayi ajaib, kemarin Ed memberinya nasi " jawab nya santai. 'Nasi yang di haluskan' sambung nya dalam hati.
Nampak sekali, bahwa raut wajah Dira berubah menjadi sedikit terkejut. Sejak kapan bayi makan nasi, bahkan dapat Dira lihat bayi itu belum bisa duduk "Jangan memberi nya makan sembarangan, dia masih bayi" beri tahu Dira.
__ADS_1
"Aku tahu, lagi pula Ed adalah dokter bayi" Bian kembali mengalihkan pandangan nya pada Bila, dan betapa terkejutnya dia bahwa Bila tengah keluar dari kafe dengan berlari.
Bian berdiri, tak memperdulikan apapun lagi, Bian ikut berlari mengejar Bila.
"Bila!!" pekik Bian ketika melihat Bila berada di samping jembatan.
Ada apa dengan Bila, apa dia akan bunuh diri hanya karena mengetahui fakta bahwa mantan kekasihnya itu telah menikah?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hancur, hanya kata itu yang dapat mendeskripsikan perasaan seorang Angelina Salsabila sekarang, betapa bercanda nya takdir ini kepadanya. Seakan akan tidak berhenti untuk membuat nya tersenyum untuk beberapa saat.
Menjalani sebuah hubungan selama lima tahun dengan kebohongan ternyata sangat menyakitkan, ah bukan sangat sakit.
Bila ingin berteriak di depan Heri dengan umpatan dan semua unek-unek yang berada di dalam hatinya.
Mereka berbeda, sekarang, bukan, tapi mulai dari dulu mereka berbeda, berbeda keyakinan, dan sekarang mereka berbeda perasaan.
Bila mencengkram kuat pembatas besi di jembatan itu.
''AAAHHHH, B4JING4ANN....'' teriak nya mencoba mengeluarkan emosi yang bersarang di hatinya.
''SETANNN AAAAAHHHHHHHHH'' wajah Bila memerah karena menangis atau tenaga nya terkuras habis Bila tidak tahu.
Sial4n, pria itu sudah membohongi nya, tidak, bukan hanya membohongi nya, melainkan pria itu sudah mengambil uang nya untuk modal pernikahan nya dengan wanita lain.
Seperti nya, kebersamaan mereka selama lima tahun tidak ada artinya sama seperti di mata nya.
''J44AAANNNNNCCOOOOOKKKKKKK....'' hanya berteriak sekarang yang bisa Bila andalkan, tidak ada yang lain.
Semua orang yang melintasi terotoar dan pengendara baik mobil ataupun motor melihat ke arah Bila, dia menjadi pusat perhatian tapi diri nya tidak perduli.
Hanya rasa sakit yang berada di ulu hatinya sekarang. Bohong jika tidak merasakan sakit, meskipun Bila terbilang pasif di hubungan mereka.
''KAP4RAT SI4AL4AAANNNN, BAJING4NNNN, JANCOCK.....'' Bila melompat lompat kecil, nafas nya memburu sekarang, air matanya tetap mengalir.
Bila semakin mencengkram kuat pembatas besi itu, mencoba untuk mengatur nafas nya agar teratur.
__ADS_1
''Bil' panggil seseorang menyentuh pundak Bila, Bila menoleh, sedetik kemudian dia langsung menabrakkan diri ke dalam pelukan orang itu.
Bila menangis dengan sangat kencang, dia memukul dada orang itu dengan kuat, seakan mengeluarkan semua rasa sakit yang dia dapatkan.
Pria itu tidak menunjukkan reaksi apapun, dia hanya diam sambil menikmati pukulan demi pulukan yang di berikan oleh wanita yang berada di pelukannya.
'Sial, aku akan membalasnya nanti!' geram orang itu dalam hati.
Sudah mati matian membuat wanita yang berada di dalam pelukan bahagia dia malah dengan entengnya menyakiti perasaan nya. Jika dia tahu begini nantinya, dia tidak akan merestui hubungan mereka dulu.
Lama memukul, akhirnya Bila menyudahi acara pukul memukul itu, dia memeluk dengan erat, sangat erat tubuh pria itu. Tak lupa dengan tangis dan air mata yang membasahi pakaian nya.
''Bagaimana, apa sudah lega, hmm?'' tanya pria itu mengelus rambut Bila dengan lembut.
''Dia jahat Ed, dia jahat hiks'' adu Bila mengencangkan pelukan nya pada Ed.
Ed diam, dia tadi terkejut, ketika Bian menelpon nya bahwa Bila akan melompat dari atas jembatan, Ed langsung pergi ke lokasi yang di kirimkan sahabat nya, dan ternyata, dia melihat pemandangan yang menyakiti hati nya.
Ratu di hidupnya setelah sang ibu tengah berteriak seperti orang depresi di samping jembatan.
Bian sedikit mendekat, pria yang menggendong bayi di lengannya itu hanya dapat melihat, dengan perasaan yang sangat kacau.
''Dia jahat, dia sudah membohongi ku'' racau Bila sesenggukan.
Ed dan Bian diam, dia tidak dapat lagi berbicara, semuanya bungkam dengan fakta yang di ucapkan oleh Bila.
''Hiks...''
Bruk..
''Bilaa'' lirih ke-dua nya serentak.
Bila pingsan.
Kali ini, biarkan Bila menampilkan sosok aslinya di depan semua orang, Bila bukan seorang wanita yang kuat, dia sangat lemah. Dan Bila sangat beruntung memiliki sahabat seperti Ed dan Bian, mereka berdua sangat baik dan begitu berharga di hidup Bila.
Tuhan, berilah mereka kebahagiaan yang abadi, itu adalah doa Bila sebelum alam bawah sadarnya merenggut kesadaran nya.
__ADS_1
•••
Komen, dan dukungan nya yaa, semoga betah sampai Akhir😉❤️🩹💓Bian