Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
Kafe.


__ADS_3

"Aku ingin ikut!" rengek Juned setengah berteriak, dia sebal karena tidak di ajak pergi oleh Bila, hanya Bian yang di ajaknya dengan bayi bernama Adam itu.


"Aku bilang tidak ya tidak, aku membawa Bian untuk menjaga Adam!" jawab Bila memutar bola matanya malas.


Dia sekarang tengah membenarkan selendang bayi Adam dengan di bantu oleh Bian.


"Aku ikut Bila, nanti dia macam macam pada mu bagaimana?" selama lima tahun menjadi sahabat Bila, Ed tahu kisah cinta sahabat perempuan satu-satunya itu.


Dan Ed khawatir jika nanti Bila pulang dan


"Aku bisa jaga diri"


"Kenapa tidak berangkat sendirian saja, biarkan Adam dan Bian ada di sini!" sahut Ed.


"Jangan banyak bicara, anggap saja hukuman mu karena sudah membuat Adam duduk dengan paksa"


"Ayo pergi!" Bila berbalik badan, dia menunggu Bian membawa motor nya.


Ed menghela nafas nya lelah, sekarang hanya dia yang berada di sini, tidak ada seorang pun yang bisa dia jahili.


"Dasar, wanita setengah pa—"


"Kak, tolong aku—WOYYY!"


Ed terkejut, dia menunduk dan melihat seorang perempuan tengah memeluk badannya dari samping. Perempuan itu memiliki tubuh yang sangat kotor.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah kafe yang berada tak jauh dari toko bunga milik nya, dua orang tengah duduk berhadapan dengan satu gelas kopi di hadapan mereka.


Mereka berdua hanya diam dan saling tatap menatap, tak ada yang tahu dari akan dari mana percakapan mereka di mulai.


''Hem..'' lelaki di depan perempuan itu berdeham, dia membenarkan kerah kemeja nya, dan mencoba untuk memulai pertemuan yang menegangkan ini.


Padahal belum satu bulan sejak kejadian pembawaan kabur uang milik si perempuan.

__ADS_1


"Jadi, kenapa kau membawa kabur uang ku?" tanya perempuan itu menatap lekat pria di depannya. Bila tidak menanyakan tentang hubungan nya dulu, dia akan mewujudkan mimpinya dulu.


Tak perduli dengan rasa sakit yang berada di hatinya karena kandasnya hubungan nya dengan pria di depannya.


Pria yang menjadi cinta kedua setelah ayahnya. Pria yang pertama kali menyatakan cinta tanpa memandang sikap dan penampilan nya yang menyerupai pria itu. Pria yang sudah lima tahun bersama.


Pria yang sudah bersama sejak jenjang pendidikan pertama mengkhianati nya dengan membawa kabur uang nya. Uang yang akan dia gunakan untuk mewujudkan impian nya. Impian memiliki banyak cabang toko bunga.


Pria bernama Heri itu menghela nafasnya, dia mengeluarkan selembar kertas dari saku kemeja nya dan meletakkan nya di atas meja.


''Maaf" ujar nya, hanya kita itu yang bisa dia ucapkan sekarang. Kata yang selalu dia ucapkan pada orang yang pernah mengisi relung hatinya. Dulu.


Bila melihat itu, sebuah kertas yang bertuliskan angka lima puluh juta. 'Ah rupanya sebuah cek'.


"Kenapa?" tanya Bila masih tidak mengerti semua ini, semuanya terlalu abu-abu bagi dirinya.


Dua Minggu yang lalu, sebelum kejadian uang nya di bawa kabur oleh Heri , hubungan mereka masih baik baik saja, dan tepatnya malam itu, malam di mana dia menyerahkan yang itu pada Heri.


Awalnya Bila masih percaya dan happy happy saja, dan keesokan harinya, Bila mencari keberadaan kekasih nya di rumah nya untuk membicarakan toko yang akan di bangunnya, namun, kekasih nya itu sudah tidak ada, dia menunggu kekasih nya. Pikirannya mungkin, Heri sedang keluar.


Di dalam keras itu hanya bertuliskan pada hari itu, hubungan mereka resmi berpisah.


Heri menggeleng pertanda dia tidak ingin menjawab pertanyaan dari Bila, dan biasanya pertanda bahwa Heri tidak ingin membahas itu lagi.


Bila menatap Heri dengan nyalang.


"Baik, lalu, kenapa kamu memutuskan hubungan kita?" tanya Bila, baiklah, bila tidak akan membahas lagi masalah uang.


Bila merasa jika masalah uang tidak perlu lagi dibahas karena uangnya sudah kembali dengan bentuk cek di depannya.


"Maaf"


"Aku tidak butuh kata maaf mu, aku butuh penjelasan mu!" geram Bila.


"Maaf, aku tidak bisa"

__ADS_1


''Kenapa tidak bisa?'' sungguh, hal ini yang sangat Bila benci, benci karena dia berhadapan langsung dengan Heri, Bila tidak bisa melakukan apapun lagi.


Bila merasa, sosok dirinya yang asli keluar dan tidak dapat di cegah. Sosok yang selama ini dia sembunyikan mati matian di hadapan semua orang kecuali Heri dan sang ayah. Sosok yang sebenarnya sangat perasa dan mudah terbawa perasaan.


Heri tak menjawab, dia diam hanya menatap Bila sangat dalam.


Bila mengangguk. ''Kamu cinta pertama ku setelah ayah" ujar Bila "Hanya kamu orang yang aku percaya kecuali ayah dan kedua sahabat ku" sambung nya.


"Peka sedikit lah bodoh! aku cinta padamu setan!" ungkap Bila menggebu-gebu. Rasanya sedikit tidak rela melepaskan pelukan hangat dari pria di depannya.


"Aku tahu" jawab Heri tersenyum manis.


"Lalu, kenapa, kamu meninggalkan ku, kenapa kamu memutuskan hubungan yang sudah terjalin lama ini?" tanya Bila berkaca kaca.


Ini adalah bukti bahwa Bila membenci dirinya ketika berhadapan dengan Heri.


"Aku sudah menemukan pelabuhan hati ku yang sebenarnya"


Duar...


"Ap-apa?" air mata yang semula berada di pelupuk mata nya sudah mengalir. Bila menoleh ke arah Bian yang sedang menggendong Adam, dan di depannya ada seorang perempuan cantik berkerudung hitam.


"Apakah perempuan itu?" tanya Bila, air matanya mengalir dengan sangat derasnya.


Heri mengangguk. "Tapi dia berkerudung" sambung Bila.


"Maaf, aku membohongi mu, dan untuk uang itu, sebenarnya aku membawa nya untuk acara pernikahan ku" jelas Heri membuat Bila langsung berdiri dari duduknya.


Jadi, selama ini dia di bodohi oleh pria di depannya. "Kenapa tidak bicara dari awal kalau kita beda ha?" Bila menggeram marah.


"Dulu, aku cinta kamu" jawab Heri mantap.


Bila mengambil cek di depan Heri, lalu, dia beranjak dari hadapan Heri dengan rasa sesak yang menjalar di seluruh hatinya.


Bila berjalan menyusuri terotoar dengan air mata yang mengalir. Apa sesakit ini mencintai seseorang?.

__ADS_1


__ADS_2