
''Omy!!'' pekikan seorang balita kecil menggelegar di seluruh ruangan rumah sederhana itu, smng pemilik rumah hanya tersenyum dengan teriakan menggemaskan yang berasal dari anak nya yang kini sudah tumbuh seiring berjalannya waktu.
"Omyy!!" pekik nya sekali lagi.
"Mommy di luar Adam!" sahut Bila melihat body motor besar nya.
Dua belas bulan berlalu. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, bayi yang dulunya hanya bisa tertawa, kini, sudah bisa membuat orang lain tertawa dengan sikap menggemaskan nya.
Pertumbuhan bayi yang beranjak menuju balita itu sangat cepat. Adam baru menginjak usia delapan belas bulan. Namun, tubuh nya yang dulu sangat kecil sudah membesar dan membulat.
Pipi nya sangat penuh, seperti ingin tumpah, bibir yang merah merekah dan bentuk yang sangat indah, memiliki rasio perbandingan 1:1 antara bagian atas dan bawahnya. Dan jangan lupakan mata berbeda yang sangat memukau. Berwarna biru dan hijau.
Dengan langkah kecil nya, Adam keluar mencari sang mommy, balita itu sudah hafal letak seluruh rumah Bila.
"Omyy, Dam, kut!" pekik nya berlari dengan kaki kecil nya yang terbalut hanya dengan sandal swalow kecil bercocok loreng. Hitam dan putih.
Bila melihat ke arah Adam tangan nya membuka lebar seakan mempersilahkan anak nya masuk ke dalam pelukan nya.
Adam yang melihat itu tersenyum, dia ikut membuka tangan nya.
"STOPPPP!!!" seru Bila membuka telapak tangan nya lebar.
Adam berhenti dari lari nya ketika melihat tangan mommy nya terbuka lebar seperti ingin menilang dirinya. "Apa Omy?" tanya Adam cadel.
"Sendal kamu terbalik!" peringat nya menunjuk kaki kecil Adam yang terbalut dengan sendal jepit yang terbalik.
Tak menjawab, Adam mulai membernarkan sendal nya yang terbalik. "Dah Mom!" serunya tersenyum dan memperlihatkan giginya yang sudah tumbuh semuanya, tentunya sangat rapi.
"Baiklah, kalau begitu sini, peluk mommy dulu" ujar Bila membuka kembali kedua tangannya lebar.
"Luk, Omy!!" serunya memeluk tubuh Bila yang sedang berjongkok itu.
Bila tersenyum hangat, tak terasa waktu membawanya melihat perkembangan Adam secara langsung. Hari ini, adalah hari di mna Bila menemukan Adam. Berarti satu tahun sudah berlalu.
"Duh, kayak orang gila," celetuk seorang pria dari arah belakang mereka.
Adam yang mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya langsung melepaskan pelukan nya dari sang mommy.
Sementara Bila hanya mendengus sebal melihat itu.
"Unedd!" pekik Adam berlari ke arah Ed yang berada di gerbang nya.
Ed tersenyum lebar, dia berjongkok dan membuka kedua tangannya lebar-lebar.
"Hai Adam!" sapa pria lain. Itu Bian.
Adam memberhentikan larinya, dia mencari-cari asal suara tadi. "Ian!!" pekiknya senang ketika melihat Bian di samping kanan nya.
Adam berlari berputar arah menuju ke Bian, Ed yang sudah membuka kedua lengan nya lebar sangat kecewa, setiap hari selalu Bian yang Adam temui terlebih dahulu.
__ADS_1
"Hai!" sapa Bian memeluk erat tubuh kecil itu, dia berdiri lalu membawa Adam ke atas jok motor nya.
"Ood orning!" [Good morning!] balas Adam, dia mempraktekkan bahasa asing yang selalu mommy nya ajar kan padanya.
Dan pagi ini, Adam mendapatkan kosa kata baru yaitu selamat pagi, atau Goos morning.
"Kembali" jawab Bian.
"Ali?" beo Adam tak mengerti kosa kata yang di lontarkan oleh Bian.
Bian yang gemas dengan Adam pun menyentuh pipi besar bayi itu pelan, mengelus nya lembut.
"Ayo, kita pergi!" suara Bila menggema, Adam memiringkan kepalanya ke arah kiri, dia melihat sang mommy dan bertanya.
"Ergi ana?!" tanya Adam bersemangat, di matanya seakan ada cahaya yang keluar.
"Ke taman" sahut Ed dari kejauhan, pria itu menaiki motor nya.
"Dam no anya e Unddd!" (Adam tidak bertanya ke Juned!" Adam bersendekap.
"Aelah bocil, bocil kebanyakan gaya," maki Ed melihat gaya Adam yang begitu tengil padanya. Hanya pada nya, ingat!, hanya pada nya. Ed. Atau Juned.
"Aku mang anyak aya!" (aku memang banyak gaya).
"Si4l4n kau Cil!"
"Ed!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Omy, eli tu!" (Mommy beli itu!)
"Omy ngin itu!"
"Omy, Dam apar!"
"Omy, Dan aus!"
"Ony! Uned!"
"Omy!, uned akal!"
"Omy!!"
"Omyyyy atit!!"
"Omyyy!!!"
"AAKKKKHHH!!!" Bila mengacak rambut nya kasar, dia sudah muak dengan semua keluhan Adam, niat hati ke taman ingin bersantai dan membiarkan Adam bermain dengan anak seusia nya dan Bian serta Ed, ternyata tidak.
__ADS_1
Semuanya masih sama, seperti hari hari biasanya. Sangat kacau dengan teriakan, aduan, rengekan dari mulut kecil itu.
"Omy! Dan aus" keluh Adam merebahkan dirinya di depan Bila yang sedang duduk. Dapat Bila lihat bahwa, keringat keluar dari dahi Adam sangat banyak, mungkin efek setelah berlarian.
Tak lama dari itu, Bian dan Ed datang bersamaan dengan keringat yang menetes di seluruh wajah dan tubuhnya.
"Air Bil," pinta Bian duduk di tikar yang sudah tergerai di bawah pohon.
Bila mengambil air dari keranjang yang di bawahnya, dan memberikannya pada Bian dan Ed satu persatu.
"Capek?" tanya Bila mengelus pelipis Adam yang basah dengan keringat.
"Apek Omy" jawab nya lirih, Adam memejamkan mata berbedanya.
"Bagaimana Ed?," tanya Bila.
Ed menaikkan sebelah alisnya. "Apanya yang bagaimana?"
"Balapan nanti?"
"Ah kalau itumah siap Bil,"
"Lima puluh juta" ujar Bian memberitahukan informasi yang dia lihat dari ponsel nya. "Lima orang" lanjutnya.
"Lima?" tanya Bila membuka kemasan keripik yang di pinta Adam.
"Iya, lawannya di Zane dan kawan kawan" sahut Ed.
"Kecil" ujar nya, setiap Minggu sekali Bila pasti akan mengikuti balapan liar yang di buat oleh orang-orang, bukan hanya sekedar hobi menge-gas stang motor nya, Bila juga ingin mendapatkan uang secara cepat untuk membuat impian nya menjadi nyata. Mempunyai cabang toko bunga di mana-mana
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bila memarkirkan motor besar nya di depan salah satu tempat perbelanjaan. Bian dan Ed sudah pulang terlebih dahulu.
Bila membuka helm full face nya, meletakkan nya di jok motor nya dan beralih membuka helm full face yang berada di kepala Adam.
"Omy, Dam ngin es clim" pintanya cadel.
Bila menggeleng, "Tidak, Adam ingin hidung Adam tersumbat lagi?" tanya nya membuat Adam menggeleng kencang.
Adam tidak ingin malam nya—sebelum tidur tidak bisa bernafas dengan normal, jika dia flu dan hidung nya tersumbat, Adam harus bernafas dengan manual menggunakan 'Mulut' untuk bisa bernafas.
"Yasudah kalau begitu, tidak usah meminta membelikan es krim ya!" peringat Bila menuntun Adam masuk ke dalam super market itu.
"Ay-ay ondan!" Adam hormat dengan tangan kecilnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf untuk para pembaca, saya sebagai penulis menyampaikan maaf saya karena frekuensi update tidak menentu dan lebih dominan malam hari. Karena saya masih sangat sibuk dengan pekerjaan saya. Mohon maaf untuk kalian semua. Akan tetap saya usahakan dua bab satu hari, meskipun malam. Terimakasih. Enjoy okeee😉❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹
__ADS_1