
Langit malam sudah berganti dengan langit yang berwarna sedikit cerah, Bila perlahan terbangun dengan Ana yang sudah berdiri disamping tempat duduknya.
"Nyonya, mari bangun, anda sudah berpesan kemarin, agar membangunkan anda dibangunkan lebih awal untuk menyiapkan makanan tuan dan nona muda" ujar Ana mulai menyibak selimut yang berada diatas tubuh Bila.
Bila mengangguk, dia duduk dan melihat laptop dan tab nya masih berada disampingnya. Berputar lah kembali ingatannya malam tadi.
Malam itu, Bila duduk diatas kasur dengan laptop yang berada di pangkuannya dan sebuah tab yang berada ditangannya. Mata bila bergulir diantara dua layar itu. Dengan perasaan yang sangat cemas dan khawatir akan Avalon mengetahui identitas aslinya. Bila sudah yakin pasti, bahwa Avalon bukan lah orang biasa, mungkin dia juga sama berada di dunia bawah sepertinya.
Bila belum siap jika harus menceritakan semuanya, dan ia rasa belum waktunya Avalon untuk mengetahui lebih dalam tentang dirinya, Bila belum terlalu percaya pada Avalon, mengingat pernikahan yang tak direncanakan masih berjalan tiga bulan.
Maka dari itu, malam itu Bila meriset semua kata sandi di halaman Īpašs digitālais nya, dan sekaligus menambah keamanannya.
"Baiklah, Avalon kemana?" tanya Bila beranjak turun dari ranjangnya.
"Tuan besar kemarin malam keluar, dan belum kembali hingga sekarang, nyonya" jawab Ana membuat Bila kepikiran.
Kenapa Avalon tidak pulang hingga pagi, bukannya setiap malam Avalon selalu meminta jatah padannya, apa dirinya sudah tidak menarik lagi, atau Avalon mencari kehangatan diluar sana, atau memang setiap hari sebelum dirinya datang kesini dia selalu begitu? atau jangan-jangan Avalon mencari kebenaran tentangnya sedalam mungkin? Tidak. Bila tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Bila kembali duduk, dia membuka kembali laptopnya dan memangkunya. "Ada apa, nyonya?" tanya Ana ketika melihat nyonya mudanya kembali duduk dan memangku laptopnya.
"Ana, tolong aku" ujar Bila tidak mengalihkan pandangannya. Matanya masih tetap fokus dengan laptop di pangkuannya. Laptop dan tab yang ia bawa dari rumahnya.
"Apa yang bisa saya bantu, nyonya?" Ana menghampiri nyonyanya.
__ADS_1
"Duduk disebelah ku, aku akan bercerita" jawab Bila mulai mengotak atik laptopnya, jarinya mulai bergerak sangat lincah melihat perkembangan tingkat keamanannya Īpašs digitālais miliknya.
Dengan ragu, Ana akhirnya duduk diatas lantai dengan menunduk. Bila diam, dia masih menatap layar itu dengan lekat sambil menggigit bibir bawahnya.
"Sialan!" bisa melotot ketika melihat sebuah notifikasi keamanan yang menunjukkan bahwa informasi berangkas dari file pribadinya ada yang mencoba ingin meretas dan kini orang yang mencoba meretas itu sudah berada ditahap meretas kata sandi yang terakhir. Bila tidak tahu siapa yang mencoba meretas brangkas file pribadinya.
"Sialan, dia bukan orang yang sembarangan!" maki Bila semakin mempercepat jarinya. Karena biasanya orang yang dapat meretas situs web apalagi sampai pada tahap brangkas pribadinya adalah orang yang paham akan struktur dan keamanan dari organisasi Īpašs digitālais ini. Jika tidak, maka tidak akan mungkin karena Īpašs digitālais memiliki keamanan yang sangat tinggi.
Jika tidak orang yang berpengaruh dalam organisasi ini atau anggota dari Īpašs digitālais ini, tidak bisa, dan lagi Bila sudah berada pada level 2 A. Dan itu adalah level kedua tertinggi dalam organisasi itu.
Bila mengulurkan satu tangannya, mengambil tab yang berada disampingnya.
"Ana, tolong bukakan!" ujar Bila melemparkan tab itu pada Ana. Ana terkejut, untung saja dia sigap untuk menangkap tab yang dilemparkan oleh sang nyonya.
Bila memverifikasi dengan wajahnya, dia berhenti sejenak dengan laptop yang dia gunakan untuk melindungi brangkas file pribadinya dengan perlindungan darurat yang dimilikinya.
Setelah itu, dia menghubungkan antara laptop dengan bluetooth agar ia bisa tahu siapa yang mencoba untuk meretas brangkas file pribadinya.
"Kenapa tidak bisa? Biasanya langsung muncul siapa orangnya?!" tanya Bila geram, geram melihat situs web yang menampilkan sebuah kata eror ketika dia hendak mencari informasi siapa yang sedang mencoba meretas brangkas file pribadinya.
Bila menarik nafasnya dalam. "Kenapa?!" Bila kalang kabut, fokusnya sudah buyar semuanya, dia ragu untuk mengambil salah satu resiko yang akan terjadi kedepannya.
"Aku harus tahu siapa orang yang telah mencoba untuk meretas dulu, jika aku tidak tahu maka aku akan kesulitan untuk membalas dendam karena telah mengacaukan pagiku yang berencana ini" gumam Bila mengira-ngira kemungkinan yang akan terjadi jika dia mengambil salah satu untuk menjadi fokusnya kali ini.
__ADS_1
Pada akhirnya, dia berfokus pada tab yang berada ditangannya, mengabaikan orang yang akan meretas brangkas pribadinya dengan mudah. Pikiran Bila sekarang sudah tidak ada pada tempatnya, dia hanya fokus dengan tabletnya.
Bila kembali mencoba memasuki web itu. Namun, percobaan kedu ini gagal, Bila tidak menyerah untuk kembali mencoba, sesekali matanya bergulir pada layar laptop yang kini sudah bergerak sendiri karena Bila mengaktifkan keamanan darurat pada sistemnya. Sehingga ketika ia mengaktifkan itu, sistem yang berada di laptopnya akan bergerak sendiri dan mengamankan brangkas file pribadinya dengan semampu sistem itu.
Bila mencoba, dan percobaan kelima ini dia berhasil, Bila berhasil masuk dan melihat informasi mengenai siapa orang yang telah berani ingin meretas brangkas pribadinya yang berisi tentang semua catatan kriminal hingga semua apa yang dia lakukan secara digital.
Dan pada detik dimana Bila melihat foto pertama kali orang yang meretas brangkas file pribadinya detik itu pula laptop nya mati yang menandakan bahwa sistem keamanan yang bekerja telah kalah dengan orang itu. Dan orang itu telah berhasil untuk mengetahui semua rahasia yang ia tutup rapat-rapat dari dunia.
"AAAAHHHKKKKK.... AVALON BAJING4N!!! MATI SAJA KAU BABBBIII!!" pekik Bila dalam bahasa Indonesianya.
Ana terperanjat kaget dengan pekikan itu, namun kembali menetralkan mimik wajahnya.
Dia mengacak rambutnya kasar, seharusnya dia tadi tidak boleh gegabah, dia sudah mengira-ngira bahwa yang meretas brangkas file pribadinya adalah Avalon karena Avalon tidak mungkin diam ketika mengetahui bahwa Bila dapat meretas ponselnya dengan mudah.
Lagi pula siapa lagi orang yang akan meretas brangkas file pribadinya, orang lain tidak memiliki hubungan bahkan masalah untuknya. Hanya Avalon, dan pria itu juga berkuasa.
Namun, pikiran Bila kacau, dia baru bangun dan langsung mengecek bagaimana perkembangan akun Īpašs digitālais nya yang sudah ia ganti tingkat keamanannya. Namun, sebuah notifikasi sistem membuatnya kacau, semua kacau hingga Bila tidak dapat berpikir dengan logis apa yang dia duga-duga sebelumnya.
Bila terlalu fokus dengan laptop dan tab nya.
Bila menghela nafasnya lelah, dia tidak menyangka hal ini akan terjadi, Avalon sudah mengetahui semuanya sekarang, tinggal pria itu datang dan berbicara padanya.
Bila memikirkan sesuatu, lalu terbesit di otaknya untuk membalas dendam dengan apa yang Avalon perbuat untuknya.
__ADS_1
Benar, Bila harus mengacaukan pria itu.