Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
Dam, kut!


__ADS_3

Ceklek..


Dengan sangat hati-hati Bila menutup pintu kamar nya, dia menutupnya agar tidak menimbulkan suara sedikit pun yang dapat membangunkan tidur bayi ajaib itu. Adam.


Membutuhkan waktu sedikit lama untuk membuat balita itu tertidur, Bila sampai heran sendiri, dulu balita itu hobi sekali tidur. Namun sekarang setelah sedikit dewasa balita itu jarang tidur hingga membuat Bila kewalahan setiap malamnya.


Setelah pintu Bila tutup dengan rapat, ia berjalan mengendap-endap menuju keluar rumah nya.


Dengan celana training hitam, Hoodie hitam dan celana hitam, Bila mengeluarkan sepeda motor nya dari garasi samping rumah nya. "Bagaimana? apa sudah aman?" tanya Ed menunggu di depan gerbang.


Merek berdua juga memakai pakaian yang sama seperti Bila.


"Aman, ayo, kita akan merampok di mana?" tanya Bila menaiki motor nya.


Yup, keputusan mereka bertiga sudah sangat bulat untuk merampok, dan hasil merampok mereka akan mereka gunakan untuk membangun toko bunga di kota lain serta untuk mencicil sebuah mobil.


Jahat memang, namun, tinggal di lingkungan yang seperti ini membuat mereka bertiga tidak ragu untuk melakukan itu. Merampok, mencopet, maling, sudah biasa di kota padat seperti ini, hanya saja, tidak ada yang berhasil tertangkap.


Mungkin, semboyan 'Maling lebih pintar' adalah semboyan yang cocok untuk para perampok yang setiap hari melakukan aksi nya namun belum juga tertangkap.


"Di tempat dulu" jawab Ed menaiki jok belakang motor yang di kendarai Bian.


"Tapi, Ada—"


"Mommy, Dam, kut!" suara itu memotong ucapan Bian.


Ketiga orang dewasa itu serentak menoleh, lalu melihat seorang bayi yang memakai baju tidur berwarna hitam polos dan sendal jepit tengah berdiri di depan gerbang rumah Bila.


"Bil, katamu balita ajaib ini sudah tertidur?" tanya Ed lirih. Banyangan memegang uang bergebok-gebok seketika hangus di pikiran nya.


Bila menelan ludah nya, "Tadi dia sudah tertidur, aku bahkan sudah mencubitnya" jawab Bila tak kalah lirih.


Bila tak menyangka bahwa Adam kembali terbangun entah bagaimana caranya. Apa sedari tadi Adam tidak tidur? apa balita itu mengibulinya?. Entahlah.


"Adam, Adam tidak tidur?" Bian bertanya, dia turun dari motor nya dan menghampiri balita itu.


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Adam. Lalu, Adam menggeleng pelan.

__ADS_1


"Kenapa Adam tidak tidur? ini sudah malam" tanya nya lembut sembari mengelus pipi Adam yang masih ada bercak kemerahan.


"Napa om gak idur uga, ni uda alam?" (kenapa om tidak tidur juga, ini sudah malam?) tanya Adam membuat Bian menghela nafasnya.


Balita yang belum bisa berbicara dengan lancar itu sudah pandai memainkan lidah nya, semua itu karena balita itu meniru Bila yang selalu melawan ketika dia atau Ed menasehati nya.


"Om akan keluar" jawab nya jujur.


"Alo egitu Dan kut!" (Kalau begitu, Adam ikut!) seru Adam melihat ke arah sang mommy.


"Tidak boleh Adam" ujar Bila menolak dengan segera.


"Alo gak oleh, mommy uga gak oleh keluar" (Kalau tidak boleh, mommy juga tidak boleh keluar)


"Kalau begitu Adam ikut!" final Bila menggendong Adam dan membawa nya ke dalam.


Bian dan Ed saling pandang. "Apa dia serius dengan ucapan nya?" tanya Bian membuat Ed menggeleng singkat.


"Aku rasa iya," jawab nya ragu.


Bila mengambil sebuah hoodie hitam milik Adam yang harga nya lebih mahal dari pada hoodie milik nya.


"Kita akan merampok" jawab Bila sebal, sejujurnya dia tidak ingin membawa Adam merampok bersamanya. Jika seseorang melihat atau mendengar cerita ini pasti orang itu akan mengumpati Bila.


Dan menganggap bahwa Bila adalah seorang ibu tergila di dunia, kenapa ada ibu yang membawa anak nya pergi untuk merampok? Tidak ada. Kecuali Bila tentunya.


"Ampok? pa tu?" (Merampok? Apa itu?) tanya Adam tak mengerti kosa kata ini.


"Kita akan mengambil uang" jawab Bila kembali menggendong Adam setelah memasangkan sepatu kecil yang lagi lagi membuat Bila mengumpati nya karena, harga dari sepatu itu sama dengan harga sepatu milik nya.


Bila heran, kenapa barang-barang anak kecil lebih mahal dari pada barang-barang miliknya. Padahal jika di lihat, milik nya lebih banyak menghabiskan bahan.


"Ooo" Adam manggut-manggut mengerti, Bila mengambil helm kecil yang berada di rak helm dan memakai nya pada Adam.


Dengan setelan baju yang sama persis dengan milik Bila, Adam berjalan menghampiri kedua om nya. "Yo! Dan kut!" (Ayo Adam ikut!") pekik Adam melompat kecil.


Kedua pria itu kembali saling tatap, sungguh, mereka tidak mengerti apa isi otak perempuan setengah paten didepannya ini.

__ADS_1


Pemikiran Bila terlalu di luar nalar untuk di pikiran oleh merek berdua.


"Kamu serius membawa Adam untuk merampok?" tanya Ed ragu.


Bila mengangguk mantap. Dia menutup gerbang rumah nya dan mengangkat Adam dan meletakkan nya di belakang tangki bensin motor besar nya.


"Apa alasan mu membawa Adam merampok?" tanya Bian menekan ucapannya.


Bila menghela nafasnya. "Anggap saja untuk melatih nya di dunia yang tak seindah sinetron ini"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bagaimana cara kita untuk masuk?" tanya Ed melihat dengan teropong nya.


Mereka berempat tengah berada di atas hamparan tanah yang lumayan meninggi sehingga dapat melihat rumah yang sangat- sangat mewah dmn megah di depan mereka.


Rumah itu adalah rumah yang sangat besar di antara rumah-rumah besar di sekitar kompleks mewah itu.


"Satpam di rumah itu hanya ada tiga, dan untuk kontrol cctv-nya berada di post satpam itu" ujar Bian menimpali.


"Koneksi cctv-nya hanya terlindung oleh dua encryption, sangat mudah" sahut Bila mengotak-atik tablet di tangannya.


"Kau bisa memanipulasi nya?" tanya Bian mengambil tubuh Adam dan menggendong nya. Balita itu tengah bermain dengan jam tangan digital milik Ed yang terpasang di lengan kecil nya.


"Bisa, itu mudah untuk hacker tingkat tiga seperti ku" jawab Bila tak mengalihkan pandangannya pada tablet yang berada di tangannya.


Dan inilah mereka yang sesungguhnya, mereka yang menyembunyikan jati diri mereka dengan sangat rapi di balik segala tingkah konyol mereka.


Mereka yang sebenarnya adalah anggota yang di cari-cari oleh pihak kepolisian karena segala perbuatan mereka. Mulai dari mencuri, membobol, pengedar, dan lainnya telah mereka geluti semenjak kematian kedua orang tua Bila tiga setengah tahun yang lalu.


Mereka berhenti bergerak dari dunia malam itu karena Bila pernah di datangi pihak kepolisian karena mereka telah menemukan sedikit sinyal dari perusahaan yang pernah Bila bobol yang mengarah pada dirinya.


Untung saja Bila segera mengatasi itu, jika tidak sudah di pastikan mereka bertiga tidak akan bisa menghirup udara bebas sempai saat ini.


Dan sejak adanya Adam, pihak kepolisian tidak lagi memata-matai mereka. Maka dari itu, Bila merawat Adam agar dia tidak lagi di curigai oleh pihak kepolisian.


Tidak ada yang mengetahui jati diri mereka yang sesungguhnya, kecuali mereka bertiga dan seseorang. Selain itu tidak ada. Termasuk Heri sang mantan kekasih Bila.

__ADS_1


"Tingkat tiga? dari dulu tidak naik-naik heh?!" ejek Ed.


"Kurasa mengejar tingkat satu I dalam dunia ID sangatlah sulit"


__ADS_2