
"Mommy, ue Adam~" rengek Adam menyembunyikan wajahnya di leher Bian sembari merengek pasal kue pesta ulangtahun nya yang sudah hancur sebelum dia tiup lilin nya.
"Iya, nanti bibi Sarah akan membuat yang baru untuk Adam" ujar Bila memegang perut nya yang terus menerus mengeluarkan darah sebab pergerakan nya.
"Ue Adam~"
Bila menghela nafas nya, dia mengambil tubuh Adam dan membawanya ke atas pangkuan nya. Posisi ibu dan anak itu saling berhadapan.
"Kenapa anak mommy hmm?" Bila mengelus pipi bulat Adam.
"Ue Adam, mommy~" rengek nya.
"Maafkan mommy ya, nanti mommy akan membuatkan kue untuk Adam, untuk sekarang, mommy punya hadiah untuk Adam" ujar Bila membuat Adam yang lesu kembali bersemangat ketika mendengar kata hadiah yang di lontarkan oleh Bila.
Bian menoleh, dia melihat interaksi antara ibu dan anak itu, sementara Ed tetap fokus dengan jalan di depannya, sesekali melihat ke arah belakang menggunakan kaca depan nya.
"Hadiah pa mommy?" Adam berbinar-binar, sampai mengangkat pantatnya dan membuat luka bila tambah menganga.
"Sssttt" ringis Bila memegang perut yang terus mengeluarkan darah.
"Kita ke rumah sakit Ed," ujar Bian melihat kesakitan di wajah Bila.
"Jangan, di rumah saja, jangan ke rumah sakit, atau aku akan keluar sekarang" ancam Bila.
"Baiklah" Ed menghela nafas nya.
"Maafkan Adam mommy" Adam menundukkan kepalanya, dia merasa bersalah karena sudah membuat mommy nya merasakan sakit.
"Eh, kenapa? Tidak apa, ini tidak sakit kok" tenang Bila menggigit bibir bawahnya, dia menahan rasa sakit yang menguasai dirinya.
'Dia sangat pintar berbohong' gumam Bian melihat apa yang di lakukan oleh Bila.
"Maaf mommy" Adam hendak turun dari pangkuan Bila, namun sebelum itu dia cegah.
"Adam, mau hadiah?" tanya Bila.
Adam mengangguk lesu "Adam au adiah" jawab nya menunduk, dia kembali duduk di pangkuan Bila karena Bila membernarkan duduk Adam kembali.
__ADS_1
"Baiklah, ini hadiah untuk superhero mommy!" seru Bila mengeluarkan sebuah benda berwarna hitam dengan bahan yang elastis.
Bila memasangkan benda itu melingkar di kepala Adam, ada satu bagian yang lebih menonjol.
"Tutup mata Adam, ya" Adam mengangguk senang, dia menutup kedua kelopak matanya sesuai apa yang di katakan oleh sang mommy.
Bila menitihkan air matanya, kemudian menghapus nya dengan cepat. Bila sedih, ketika harus menutup salah satu indra mata yang di miliki oleh anak nya, padahal kedua mata anak nya sangat sangat berfungsi dengan sangat baik.
Bila terpaksa untuk melakukan itu, demi keselamatan anak nya, dia terpaksa, ternyata setelah di selidiki seluruh teror yang di dapatkan oleh mereka, ternyata bukan hanya Wiliam, melainkan orang lain juga.
Benda itu adalah sebuah buah penutup mata atau alas mata, alat kecil untuk penutup mata yang di pakai atau diletakkan di depan salah satu mata. Penutup mata itu di ikatkan melingkar di kepala dan diikat dengan tali elastis.
Bian dan Ed yang melihat itu terkejut, mereka tak menyangka Bila akan memberikan hadiah seperti itu untuk Adam.
"Sekarang, buka mata nya, nak" ujar Bila. Adam membuka matanya, "Mommy, ata Adam kok di utup?" tanya Adam ingin membuka penutup matanya.
"Jangan di buka nak, biarkan penutup ini menutup mata Adam" Bila mencegah Adam membuka penutup matanya, dia membernarkan kembali posisi penutup mata itu.
"Enapa mommy?"
"Karena, Adam adalah anak istimewa, jadi, Adam harus menutup satu mata Adam" jawab Bila.
Adam mengangguk-anggukkan kepalanya. "Adi, Adam ebat dong?" seru Adam meraba wajah nya.
"Benar, Adam adalah anak yang hebat, Adam tidak boleh melepas penutup mata Adam oke?"
"Oke mom!" seru Adam bersemangat.
"Janji?" Bila memberikan jari kelingkingnya.
Adam pun menautkan jari kelingking nya pada Bila, mereka tengah melakukan pingky promise.
"Sekarang Adam tidur ya, sudah malam" pinta Bila. Adam tersenyum, dia mengangguk.
"Thank you mom" ujar Adam mengecup bibir Bila singkat, lalu memeluk tubuh Bila dan mulai menjelajahi mimpi nya yang indah bersama satu matanya yang tertutup untuk waktu yang tidak di tentukan.
"Apa kau yakin Bila?" tanya Bian memastikan.
__ADS_1
"Aku tahu, ternyata bukan kita yang di incar, melainkan balita kecil ini"
(◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤ (◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤.
Bila turun dengan tertatih, Adam yang sedang tertidur di bawa oleh Bian. Bila meminta Bian untuk membawa Adam ke kamar nya, dia ingin tidur dengan Adam malam ini.
"Are you still strong Bil?" Ed menghampiri Bila yang tengah memegang perut nya yang terluka.
Ed melihat wajah Bila yang sudah pucat, wanita itu bersandar di mobil sembari menggigit bibir bawahnya, dia menahan rasa sakit yang menyerang nya dengan sangat dalam itu.
Bila menggeleng lemah, sungguh, dirinya sudah tidak sanggup, di berusaha mati-matian bertahan agar Adam tidak terlalu sedih akibat acara ulang tahun nya gagal. Semua salah Bila, seharusnya dia merayakan ulang tahun itu di rumah, dengan keamanan yang pasti di jaga oleh perusahaan pemilik komplek perumahan elit ini.
"Aku tidak sekuat itu Ed" lirih Bila.
"Kita ke rumah sakit ya"
Bila menggeleng, "Tidak, panggilkan saja dokter, aku tidak ingin ke sana" jawab Bila.
"Baiklah"
Ed meletakan tangan kanan nya ke belakang leher dan di belakang lutut Bila, kemudian Ed mengangkat Bila, menggendongnya Bila dengan bridal style, membawa nya masuk ke dalam dengan mata yang tak terus menerus melihat wajah kesakitan Bila.
"Nona, nona ke—"
"Tolong panggilkan dokter Eve, dan setelah memanggil dokter, pergi ke kamar Bila untuk mengganti kemeja nya"
"Baik tuan"
Ed membawa Bila ke atas melewati tangga. Ketika sampai di depan kamar Bila, Ed kembali dikejutkan dengan kondisi Bian dan Adam yang sudah duduk terikat dengan wajah Bian yang babak belur. Di belakang Bian dan Adam yang terikat ada empat pria dengan membawa senapan laras panjang di pundak mereka.
Mereka menodongkan senjata itu ke atas kepala Adam dan Bian.
"Mommy~" pekik Adam lirih, mata Bila yang menutup matanya merasakan rasa sakit yang menyerang nya seketika terbuka, dia menoleh lalu sedetik kemudian Bila melompat dari gendongan Ed sambil memegang perut kanan nya.
Bila melihat hal serupa yang di lihat oleh Ed tadi. Lalu, dia melihat ke arah ranjang nya yang diduduki oleh seorang pria dengan cerutu di tangan nya.
"Wiliam, Apa mau mu?"
__ADS_1
"Duel dengan ku, aku tahu kau sudah mengambil uang ku sebanyak 50 miliar, dan untuk bocah itu, aku sudah tidak memerlukan nya lagi, aku sudah membunuh bocah yang sesungguhnya, aku hanya ingin kau, sekarang."