
"Hutan ini sangat sepi, seperti tidak ada satupun orang yang kesini" ucap Ed melihat sekeliling nya, nampak sepi dan seperti sangat alami.
"Aku pernah kesini" jawab Bila memimpin perjalanan mereka kali ini, dia memimpin sambil membawa ponsel di tangan kirinya. Ponsel milik Bian.
"Ha? Kapan, dan kenapa?" tanya Ed terkejut, Bian pun juga, selama ini mereka selalu bersama, tidak pernah berpisah kecuali malam telah tiba. Dan dia juga tidak akan mengecek ke mana saja Bila pergi dengan alat yang dia tanam di lengan Bila. Karena menurut nya, Bila tidak akan kemana-mana kecuali bersama dirinya atau Ed.
"Dulu, waktu aku meminta libur untuk menjaga Adam" jawab Bila 'sebelum nya juga pernah'
Chap 12— Day off for babysitting.
Ed mengangguk lega. Setidaknya Bila tidak macam-macam. Pun dengan Bian.
"Dan kalian tahu apa yang terjadi di hutan ini?" tanya Bila berhenti dari jalan nya.
Bila memanggil Bian dan Ed agar mendekat pada nya. Bian dan Ed mendekat. "Apa?" tanya Ed penuh penasaran.
"Aku menemukan—"
Bruk...
"Ah—mmplthhh"
"Siapa di sana?!"
Ctakk...
•••
Adam terbangun dengan tubuh yang terikat pada sebuah kursi. Di ruangan yang terang dan juga sangat bersih.
"Hei, bocah itu sudah sadar" samar-samar, telinga nya mendengar seorang berbicara. Asal suara itu tidak jauh mungkin di depan nya.
__ADS_1
"Tunggu bos kita dulu"
Adam melihat sekeliling nya, sangat bersih dan indah. Lalu, pikirannya melayang pada kejadian di mall tadi.
Adam sangat senang ketika melihat berbagai mainan senapan dari yang kecil hingga yang besar berjajar di rak mainan di depannya. "Woah .. Ku ngin ni, gus cekali" (Woah.. Aku ingin ini, bagus sekali" gumam Adam menunjuk senapan mainan yang berukuran besar di depan mata nya.
Adam berlari jauh dari jangkauan Ed dan Bian.
"Pi, Dam gak pe" (Tapi Adam tidak nyampe) memang, mainan itu sedikit berada di atas kepala Adam. Dia bahkan mendongak untuk melihat letak mainan itu.
"Ku lus lang ke etan, tuk antu ku!" (Aku harus bilang ke setan, untuk membantu ku) Adam membalik badan nya.
Duk..
Kepala Adam terbentur oleh paha seorang pria yang memakai celana berwarna hitam di depannya. "Eh, maaf dek, adek kenapa?" tanya pria itu berjongkok di depan Adam.
Adam mengangguk, dia melihat wajah pria yang berjongkok di depan nya penuh dengan gambaran seperti yang ada di lengan mommy, dan para om nya.
"Dek, maafin om ya, dek, adek ingin mengambil apa?" tanya pria yang menurut Adam menyeramkan karena wajah nya banyak gambaran.
"Ayo om bantu!" pria itu menggendong Adam, balita polos itu sama sekali tidak menolak, dia hendak mengambil senapan di depan nya dan semua nya gelap.
"Mommy?" lirih nya tak mengerti dengan apa yang terjadi. Dia hanya bocah kecil yang baru bisa berjalan dan berbicara pun belum bisa sempurna.
"Hai dek?" pria tadi yang menggendong Adam menyapa nya.
"Om, tar ku ke mommy, ana ni lang?" (Om antar aku ke mommy, di mana ini sekarang?) Adam takut, tubuh nya bergetar, air mata nya sudah keluar dengan perlahan.
Pria berwajah menyeramkan itu tertawa lepas mendengar apa yang di ucapkan oleh Adam. Dia tak mengerti, dan hanya dua kata dalam satu kalimat yang di ucapkan oleh bocah bermanik mata berada di depan nya.
"Kau bicara apa bocah bodoh!" bentak pria itu menghentikan tawa nya. Menatap tajam Adam membuat tubuh bocah kecil itu bergetar.
__ADS_1
Seumur umur tidak ada orang yang membentak nya. Termasuk sang mommy yang emang ucapan nya sangat kasar.
"Mommy~" lirih Adam. Dia mencoba bergerak namun tidak bisa.
"Sudah lah, dia masih anak kec—"
Ddrrt...
"Ponsel mu berbunyi" ujar pria itu pada teman nya.
"Dari tuan" teman pria itu mengangkat telepon dari sang tuan.
"Halo!" sapa teman pria itu dengan girang.
"Apa kalian sudah membawanya ke markas?" suara seorang pria di sembarang sana terdengar. Suara itu adalah milik seorang pria yang menyuruh mereka untuk menculik seorang balita yang memiliki manik mata berbeda dengan mengiming-imingi uang sejumlah $1000.
"Sudah tuan, mau kita apakan dia?" tanya teman pria itu.
"Foto dan berikanlah pada ku, aku akan kesana malam nanti"
"Baik tu—" Tut...
"Bagaimana?" tanya pria tadi.
"Kita harus memfoto nya dan mengirimkan nya pada tu—"
Dor ...
Dor..
"Mommy!!"
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️.
Maaf untuk episode kali ini jumlah kata nya lebih sedikit, karena author ada sedikit halangan. Dan nanti malam author usahakan untuk up dengan kata yang lebih banyak....🙏🙏🙏