
''Aku capekkkk!!" keluh Bila duduk di lantai toko nya dengan mainan milik Adam yang berserakan.
Adam yang sedang tengkurap dan bermain dengan mobil kecil berjumlah lebih dari sepuluh di depannya.
Mobil mainan kecil itu, di belikan oleh Bian kemarin karena Bian menemukan uang seratus ribu di jalan. Bian takut jika uang itu adalah pembuang penyakit seperti yang di katakan oleh nenek nya dulu.
Atau mitos yang masih beredar sampai sekarang adalah, mengambil uang di jalan bisa membawa malapetaka.
Pasalnya uang dianggap sebagai sarana mencari tumbal pesugihan.
Jadi, daripada Bian menyia-nyiakan uang itu, lebih baik dia membelikan mainan untuk Adam dan sisanya untuk pengemis di jalan sekitar sana. Bian untung, pengemis itu juga untung.
"Capek kenapa Bil?" tanya Ed mengusap peluh keringat yang berada di keningnya. Dia berkacak pinggang lalu duduk di samping Adam.
"Hos... Hos.... Minum.." rintih Bian duduk berselonjor dengan kedua tangan sebagai tumpuan tubuhnya. Satu tangan nya mengeluarkan kunci sepeda motor dari saku celananya.
Bila mengambil botol air di samping nya, lalu melemparkannya pada Bian dan langsung Bian ambil. Mereka berdua baru saja menurunkan bermacam-macam bunga dari atas mobil pickup.
"Aku capek! aku lelah! aku letih! huaa" keluh Bila merebahkan tubuhnya dengan kedua tangan dan kaki yang terbuka lebar.
"Aku ingin jalan-jalan" sambung Bila merengut, bibir nya sudah maju dua centimeter ke depan, dia menatap langit-langit tokonya.
Bian dan Ed yang mendengar itu mendengus kesal, Bila sedari pagi tidak melakukan apapun saja mengeluh, apalagi mereka yang sedari pagi sudah membersihkan toko, merapikan atau memilah bunga yang sudah layu, mengangkat bunga kiriman dari atas mobil pickup, lalu, kembali menatanya, dan membungkus pesanan buket yang membeludak saat ini tentu ingin mengelu seperti Bila.
Namun, kembali pada harga diri mereka, mereka laki laki, mengeluh bukan lah bagian dari hidup mereka.
"Pekerjaan mu sedari tadi hanya duduk dan melihat Adam bermain Bil" dengus Ed mengambil tubuh Adam dan memangku nya di pahanya.
"Tetap saja aku lelah Ed~" rengek Bila.
Ed tidak menjawab perkataan Bila.
__ADS_1
"Kapan kau akan besar bayi ajaib?" tanya Ed melihat lekat tatto di belakang leher Adam.
"Jik kau besar, aku akan memblajari mu balapan dan cara mengumpati mama mu dengan baik dan benar"
Buk..
"Jangan macam-macam Ed, jika dia mengumpat, maka itu hanya untuk mu" sela Bila menepuk punggung Ed dengan telapak tangan nya.
Bila bangkit dari rebahannya, dia berdiri dan mengambil jepit rambut di belakang tubuh Bian. Lalu dia menghampiri Bian dan langsung mengambil kunci sepeda Bian yang berada di samping tubuh nya.
"Mau kemana Bil?" tanya Bian ketika melihat Bila mengambil kunci motor nya.
"Aku ingin jalan-jalan, jaga Adam Bye!" jawab Bila sebelum dia berlari dan keluar dari toko bunga miliknya.
Ed mendengus, "Tunggu, apa dia keluar dengan pakaian seperti itu Bi?" tanya Ed pada Bian. Pasalnya Bila keluar hanya memakai kaos hitam oblong dan celana pendek selutut nya.
Bian mengedikkan bahu nya malas, "Entahlah" toh, terserah perempuan itu. Bian tidak akan melarang kecuali pakaian yang di pakai oleh sahabat perempuan nya itu masih normal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Angin berhembus kencang membuat rambut sebahu nya berterbangan di bawa oleh angin.
Kali ini, Bila tengah berada jauh dari hiruk-pikuk kota, dia berada di danau yang tersembunyi di kota itu. Danau yang dia temukan dulu ketika merasa tertekan karena kehilangan kedua orang tuanya.
Danau yang airnya sangat tenang yang hanya bisa di lalui dengan berjalan kaki karena danau itu di kelilingi oleh pohon pohon yang sangat tinggi dan jarak antara pohon yang satu dengan yang lainnya sangat minim.
Bila duduk di tepi danau itu, dia melamun ketika melihat air tenang itu, entah apa yang yang tengah di pikiran nya, yang terpenting Bila dapat merasakan sensasi yang sangat tenang hingga dapat menembus jiwanya yang kosong.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Detik demi detik berlalu, dari menit hingga jam sudah Bila lalui hanya dengan duduk di depan danau yang sangat amat tenang itu. Dan kini, waktunya dia untuk pulang.
__ADS_1
Hanya dengan bantuan cahaya lampu yang berasal dari ponsel nya, Bila berjalan menyusuri jalan demi jalan yang semuanya semak semak belukar.
Karena, memang tempat indah yang memiliki danau yang sangat indah ini tersembunyi.
Namun, ketika di perjalanan, keanehan mulai di rasakan oleh Bila, Bila membalikkan badannya, dan menunduk sedikit, menutupi ponsel nya agar cahaya tidak terlihat.
Bila terkejut melihat segerombolan orang tengah berjaga di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi, gerbang itu berwarna hitam pekat, sehingga Bila harus sedikit menyipitkan matanya untuk melihat gerbang hitam itu, dan di samping gerbang itu bukan nya menggunakan lampu, di gerbang itu menggunakan obor di kedua sisi nya.
Membuat kesan horor semakin terasa, apalagi di negara yang selalu di kaitkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan makhluk halus.
'Benar, di sini ada gerbang, tapi tadi pagi aku ke sini tidak ada satupun gerbang yang ku lihat, tadi, aku hanya melihat pohon yang sama dengan lainnya, apa j-jangan- jangan ini adalah gerbang menuju ke alam baka?' gumam Bila dalam hati, tubuh nya bergetar saat ini.
'Sial, aku pulang saat Bian menelepon ku tadi enak, kalau begini siapa yang susah!' sambung nya melihat ke arah kanan dan kiri.
''tuhan lindungi lah aku'' ucap Bila lirih, dia berjalan sambil berjongkok, pelan-pelan, takut makhluk halus itu mengetahui keberadaan nya.
Krak..
''Sial'' umpat Bila ketika dirinya menimbulkan suara karena dia menginjak potongan kayu di depannya.
''SIAPA DI SANA!'' pekikan tegas terdengar oleh indra pendengaran Bila, dia ketakutan dan langsung mengambil tanah basah di samping nya, meleburi kedua lengan, leher, dan wajah nya.
Bila mendengar langkah kaki mendekat. ''Siapa kamu!'' tanya seorang pria berpakaian serba hitam dan sebuah obor di tangan nya.
Bila pura pura meringis, kemudian dia mengambil ponsel nya dan memeluk kaki besar pria itu sambil berpura-pura kesakitan.
''Tolong aku tuan, aku di kejar'' lirih Bila dengan nada menahan tangis nya.
''Tolong aku'' ulangnya bergetar.
Pria itu mengedarkan pandangannya ke sembarang arah.
__ADS_1
''Siapa yang mengejar mu?'' tanya nya menajamkan matanya mencari orang selain dirinya.
''Aku akan di perkosa'' jawab Bila semakin memeluk erat kaki pria itu.