Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
Kebakaran.


__ADS_3

"Bil bangun, toko mu kebakaran!" pekik Ed panik, dia membangunkan Bila yang tengah tertidur pulas.


"Euuhhhggg, kenapa Ed?" tanya Bila duduk, dia mengacak-acak rambut nya.


"Toko bunga mu kebakaran, ayo bangun dan lihat!"


"Jangan bercanda Ed, ini masih pagi" ujar Bila kembali merebahkan tubuhnya.


"Aku tidak bercanda Bila!" Ed menarik nafas nya.


"Toko bunga mu kebakaran!" sambung Ed setengah berteriak.


"Apa?!" Bila duduk. "Kau tidak bercanda kan?" sambung nya bertanya, lalu Bila berdiri, dia melihat sekeliling nya, tidak ada satu orang pun kecuali dia dan Ed. Adam?.


"Tidak, aku tidak mungkin bercanda seperti ini Bil"


"Adam kemana?" tanya Bila masih linglung, ia masih tidak percaya dengan berita yang di bawakan oleh Ed tadi, namun, otak nya berkata, dia harus mempercayai apa yang di katakan oleh Ed.


Bila masuk ke dalam kamar mandi, mencuci wajah nya lalu menyikat giginya dengan barang milik Ed. Tidak perduli dengan bekas atau apapun, yang terpenting mulut Bila tidak bau. Itu saja.


Dan apa tadi? kebakaran? Kenapa bisa, semalam toko peninggalan kedua orang tuanya masih utuh, dan sekarang? dia sudah mendapatkan sebuah kabar bahwa toko bunga nya kebakaran?.


"Adam di bawa Bian tadi" jawab Ed.


bersandar di tembok sembari melihat Bila yang tengah menyikat giginya.


"Siapa yang melakukan nya?" Bila berkumur, dia bersumpah akan membalas dendam pada siapapun yang menghancurkan toko peninggalan kedua orang tua nya.


"Kasus ini masih di tangani oleh pihak kepolisian, kata mereka toko milik mu kebakaran karena hubungan arus pendek listrik. Namun, Bian sudah mengecek nya melalui CCTV kita yang terpasang di pohon samping jalan depan toko, seseorang melemparkan sesuatu lalu sepuluh menit kemudian toko mu meledak, dan api mulai menyebar" jelas Ed memberikan jaket nya pada Bila.


Wajah Bila memerah menahan emosi. Pikiran nya tertuju pada satu nama. Wiliam.


(⁠╬⁠⁽⁠⁽⁠ ⁠⁰⁠ ⁠⁾⁠⁾⁠ ⁠Д⁠ ⁠⁽⁠⁽⁠ ⁠⁰⁠ ⁠⁾⁠⁾⁠)(⁠╬⁠⁽⁠⁽⁠ ⁠⁰⁠ ⁠⁾⁠⁾⁠ ⁠Д⁠ ⁠⁽⁠⁽⁠ ⁠⁰⁠ ⁠⁾⁠⁾⁠)(⁠╬⁠⁽⁠⁽⁠ ⁠⁰⁠ ⁠⁾⁠⁾⁠ ⁠Д⁠ ⁠⁽⁠⁽⁠ ⁠⁰⁠ ⁠⁾⁠⁾⁠)(⁠╬⁠⁽⁠⁽⁠ ⁠⁰⁠ ⁠⁾⁠⁾⁠ ⁠Д⁠ ⁠⁽⁠⁽⁠ ⁠⁰⁠ ⁠⁾⁠⁾⁠).


.

__ADS_1


"Maaf nona, kami sudah berusaha untuk memadamkan api, tapi si jago merah lebih cepat melahap semua bangunan toko milik nona" ujar seorang petugas pemadam kebakaran yang sudah menyelesaikan tugas nya. Yaitu memadamkan api yang membakar seluruh toko bunga milik Bila.


Bila menatap wajah pria petugas pemadam kebakaran itu datar. "Terimakasih" ujar nya kemudian kembali melihat toko bunga nya yang sudah tak berbentuk.


'Maaf kan aku ayah, ibu, aku tidak bisa menjaga kerja keras kalian' Bila mengusap air mata yang berada di sudut matanya.


Sekarang, di pikiran nya bukanlah penyesalan, namun, di pikiran nya sekarang adalah cara membalas dendam pada di brengsek Wiliam yang pasti sudah membuat toko bunga milik nya hancur tak bersisa.


Tidak ada tangisan, dia tidak selemah itu untuk menangis dan membiarkan Wiliam tertawa di atas tangis nya. Di akan membalaskan sebuah dendam.


Namun, di sudut hati nya yang terdalam, Bila menangis histeris karena tidak bisa menjaga peninggalan kedua orang tua nya dengan baik sembari bertanya, ada dendam apa Wiliam pada nya, dia merasa jika tidak pernah mengusik Wiliam satu jengkal pun.


Tapi, ketika Bila kembali teringat dengan pembahasan mereka tadi malam, Bila yakin, jika memang Adam yang di incar, kemudian ia menyelamatkan Adam dengan membuat kekacauan di rumah Wiliam dan Wiliam menyimpan dendam padanya.


'Jika memang opini ku benar, aku akan menjaga Adam sebaik mungkin, tak akan aku biarkan kau menyentuh nya walau sejengkal pun, bukan untuk apa. Namun, untuk membalaskan dendam ku karena kau telah membuat hangus toko bunga ku' Bila menyimpan dendam dalam hati nya.


Bila yakin, jika ada sesuatu dengan Adam, untuk apa orang seperti Wiliam repot-repot menculik Adam, seorang balita yang tidak tahu apapun jika tidak menguntungkan. Bila sudah bertemu dengan banyak nya sifat di dunia ini, dan salah satu nya adalah sifat milik Wiliam.


Namun, Bila belum tahu keuntungan apa yang Wiliam dapat ketika menculik Adam.


"Permisi nona, dengan nona Angelina Salsabila?" tanya seorang pria berpakaian khas aparat kepolisian.


Bila menoleh, kemudian mengangguk singkat.


"Dari hasil penyelidikan kami, kami menyimpulkan bahwa kebakaran yang menghanguskan toko anda murni karena hubungan arus pendek listrik, dan saya selaku perwakilan dari pihak kepolisian mengucapkan kasus ini murni karena kesalahan tidak di sengaja, dan saya memutuskan bahwa kasus ini saya tutup" ujar polisi itu.


Bila terkekeh kecil, dia beranjak meninggalkan polisi yang tak berguna itu ke arah Bian dan Ed yang sedang menggendong Adam di belakang punggung Ed.


Polisi itu geram, kemudian menarik semua anggota mereka untuk kembali pada kantor mereka.


"Mereka adalah orang Wiliam" ujar Ed.


"Benar, cctv di sekitar sini telah di manipulasi dengan menampilkan waktu api mulai membakar toko mu" sambung Bian.


"Katamu kan bom, kenapa warga sekitar memberikan kesaksian—"

__ADS_1


"Merek telah di bayar oleh Wiliam"


Bila mengangguk.


"Baiklah, ayo kita membalas dendam, lalu pergi dari kota sial4n ini" ujar Bila berbalik arah lalu mengambil helm dan memakai nya.


Bian dan Ed saling tatap. "Dia akan membuat kekacauan" ujar Bian yakin.


•••••` (⁠╬⁠⁽⁠⁽⁠ ⁠⁰⁠ ⁠⁾⁠⁾⁠ ⁠Д⁠ ⁠⁽⁠⁽⁠ ⁠⁰⁠ ⁠⁾⁠⁾⁠).


"Sudah saya hancurkan sesuai dengan perintah anda tuan" lapor Erick pada William yang tengah duduk di kursi kerja nya.


Wiliam tertawa terbahak-bahak. Di dunia ini, tidak ada yang bisa melawan nya. Termasuk wanita yang sok itu.


Semua akan tunduk padanya. Dan semua akan berada di genggaman nya.


Dan kunci nya hanya satu, uang.


Dengan uang ia bisa memiliki kekuasaan, dengan uang ia bisa membuat semua berada di dalam kendali nya, dan dengan uang semua akan menjadi lancar sesuai dengan apa yang di ingin kan.


"Aku ingin mendengar reaksi nya" ujar Wiliam.


"Dia hanya menampilkan wajah datar nya, tuan" jawab Erick.


"Yah, tidak asik" kekeh nya.


"Lalu, selanjutnya bagaimana tuan?" tanya nya.


"Culik kembali balita itu, aku yakin bahwa dia adalah keturunan Camora"


"Tapi tuan" Erick memberhentikan ucapan nya, dia takut akan mengacaukan kebahagiaan sang tuan jika mendengar kabar ini.


"Tapi apa Erick?" Wiliam masih belum memudarkan senyuman nya.


"Maafkan saya tuan, saya kehilangan jejak balita itu, wanita yang menjadi ibu nya bergerak sangat cepat hingga saya kehilangan jejak nya"

__ADS_1


__ADS_2