
"Siapa yang akan memperkosa kamu, kamu jangan bercanda!" tekan pria itu ketika tidak menemukan seorang pun di sekitar mereka. Hanya ada dia dan perempuan yang tengah memeluk kaki nya dengan tubuh yang bergetar.
"Aku tidak bercanda,''
Krek....
''Aaahhhh...'' ringis Bila.
''Sialan, memang semua wanita merepotkan'' umpat pria itu menunduk, kemudian dia mencekal lengan Bila dan berdiri.
Bila meringis saat dirinya di paksa berdiri oleh pria besar di hadapan nya. 'Sial, begini amat cari perlindungan di kandang singa' umpat Bila yang tentunya dalam hati.
''Antarkan saja aku motor ku tuan'' pinta Bila menunjuk ke arah motor nya.
Pria itu menoleh, jika begini lebih baik dia bertarung dengan beruang di kutub Selatan dari pada berurusan dengan wanita yang sangat ajaib menurutnya.
''Baiklah, ayo'' ujar pria itu rendah sembari menyeret Bila ke hadapan motor nya.
Bila menaiki motor nya, dan pria itu bergegas kembali pada gerbang yang di jaga nya tadi. Bila mengambil kaca mata di jok motornya lalu memakai nya.
Melihat dengan jelas di kegelapan malam bahwa ada sebuah gerbang yang menjulang tinggi dengan warna hitam yang sangat pekat.
berjuta-juta pertanyaan bersarang di dalam kepalanya dan otak nya yang kecil. Kenapa ada gerbang di hutan belantara seperti ini, apa gerbang itu gerbang menuju dimensi lain, atau gerbang menuju ke alam baka?.
Tapi sepertinya tidak, karena penjaga tadi yang menghampiri Bila adalah seorang manusia. Tapi gerbang apa itu?.
Tadi pagi dia tidak melihat gerbang itu, dia hanya melihat pepohonan tinggi, bukan gerbang, lalu? ah sudahlah, persetan dengan gerbang itu, dia akan pulang, dia sudah sangat rindu dengan pria kecil nan menggemaskan yang selalu menemani tidur nya beberapa bulan terakhir.
Pria kecil yang mampu membuat nya lupa dengan sang mantan kekasih yang sangat bajing4n itu. Ya, meskipun hanya sedikit dari ingatan nya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
''Sialan!" umpat Bila turun dari motornya, dia menghapus noda lumpur di bagian yang sengaja dia lumuri tadi.
Hari sudah gelap, dan Bila melihat lampu rumah nya sudah menyala, yang berarti ada orang di rumah nya.
"Bian! Ed!" pekik nya masuk, dia berjalan sembari membersihkan lumpur itu.
"SI4LAN, BANGUN B4NGS4T!!" pekik Bila membulat kan matanya dengan sempurna, bagaimana tidak, anak nya tengah tertidur dengan selimut yang menutupi hingga dadanya.
__ADS_1
Tidak ada yang aneh bukan? dan ternyata letak keanehan nya bukan di situ, namun, letak keanehan nya berada di selotip kuning yang membentang di seluruh selimut bayi Adam.
Bila menghampiri Adam, ternyata bayi itu belum tidur, mata bayi itu masih lebar dengan senyum yang merekah ketika melihat nya.
"Ututu, kasian nya anak mama, kamu terzolimi ya nak" canda Bila mengunyel-ngunyel pipi bulat milik Adam.
"Kenapa kamu tidak menangis nak" tanya Bila gemas. "Seharusnya kamu menangis" sambung nya.
Bila mencium pipi bulat itu sekilas, lalu mengalihkan pandangan nya pada pria yang tengah tertidur berpelukan di samping Adam yang tubuhnya di selotip.
Bila mengulirkan matanya pada kamar milik nya, lalu tangan nya mengambil satu bantal dan berpindah tempat ke samping kiri ranjang.
Berkacak pinggang, sedetik kemudian bantal yang di tangan nya menimpa tubuh Ed dan Bian yang sedang berpelukan mesra itu.
"Bangun b4ngs4t! kalian ku beri tugas untuk menjaga Adam malah tidur b4djing4n!" pekik Bila menepuk-nepuk tubuh kedua sahabat nya dengan bantal di tangan nya.
Duk...
Duk...
Duk...
Duk..
Duk...
"Bagus ya kalian!" ucap Bila kembali berkacak pinggang.
Bian yang kesadarannya belum sepenuhnya pulih pun menguap, dia menggaruk kepala belakang nya.
Ed menguap sebentar, lalu melihat ke arah Bila dan...
"SETANNNNNNN!!!, AAAAAAA" jeritnya menepuk-nepuk pundak Bian beberapakali.
Bian yang mendapatkan tepukan itu menoleh, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang perempuan berambut panjang yang di urai dengan wajah yang berlumuran tanah. Bukan hanya di wajah, namun, tanah itu ada di leher, kedua lengan nya dan kaki nya.
"Oh, hanya setan" ujar nya mengalihkan pandangan nya. Dan sedetik kemudian teriakan bersahutan serta suara bayi terdengar di ruangan itu.
"SETANNN"
__ADS_1
"AAAAAAAAAA..."
"OEK...OEK..OEK..."
"B4JING4AN, INI AKU B4NGS4T!"
"B-bila" lirih Ed terbata bata.
"Kenapa?!" tanya Bila memainkan kakinya.
Bila meninggal kan kedua pria itu, dia menghampiri pria kecil yang sedang menangis itu.
"Kenapa anak mama hmm?" tanya Bila menarik selimut itu dengan sekali tarikan. Selotip yang mengelilingi Adam seketika ikut lepas karena tarikan itu.
"Ayo nak, bangun" ujar nya menimang nimang Adam.
"Bil" panggil Ed.
Bila menoleh, "Apa?!" tanya nya nge-gas.
"Kenapa wajah kamu begitu?" tanya nya hari hati lagi-lagi alasan nya karena dia takut singa betina itu marah.
Bila nampak gugup, membuat kedua sahabat pria nya sedikit curiga, sebelum nya Bila tidak pernah gugup seperti ini kecuali saat dirinya sedang berbohong, Bila tidak bisa berbohong dengan mudah di hadapan mereka.
Dan hal itu yang membuat mereka bisa melindungi Bila dari orang-orang yang ingin menyakiti nya.
Bila menghela nafas nya, "Aku hanya terjatuh" jawab nya mengelak.
"Jangan berbohong Bila!" tekan Bian membuat Bila mengangguk mantap.
"Aku tidak berbohong, Bian" jawab nya.
Bila menurunkan Adam yang sudah tertidur, "Aku akan mandi, keluar lah" ujar Bila membuat kedua pria itu keluar meski dengan raut terpaksa karena tidak puas dengan jawaban yang di lontarkan oleh Bila.
Bila menutup pintu kamar nya, kemudian dia terduduk di depannya dengan mengusap rambut nya kasar, dia akan merahasiakan ini, karena dia memiliki feeling buruk ketika dia mengucapkan pengalaman yang baru di lewati nya tadi pada kedua sahabat nya itu.
Bila yakin, ketika dia menceritakan pengalaman nya pada kedua sahabat nya, kedua sahabat nya itu akan nekat untuk mencari tahu dan Bila takut ada korban.
Biarlah, peristiwa tadi hanya Bila dan waktu yang menyimpan, karena Bila yakin.
__ADS_1
Yakin bahwa, waktu adalah penyimpanan rahasia yang sangat aman, karena tidak ada orang yang bisa memutar waktu ke belakang atau ke depan.
Semuanya berjalan dengan semestinya, dan setiap detik nya pasti menyimpan beribu, bahkan berjuta peristiwa yang sangat mengerikan jika di kuak.