
Sudah cukup untuk menangisi pria tidak bermodal itu, kini, Bila tengah berada di depan rumah kontrakan milik Ed untuk mengambil bayi Adam nya.
Karena memang bayi itu tengah di bawah oleh Ed. Selama Bila mengurung dirinya sendiri, Adam di asuh oleh Ed, tidak pernah Bian karena alasan nya adalah, Ed butuh teman untuk menemani tidur malam nya.
''Ned! JUNEDDDDDD!!" pekik Bila sudah kembali pada setelan pabrik nya. Bar-bar.
"Ned, kembalikan anak ku!"
Tok..Tok..Tok..
Bila mengetuk pintu rumah kontrakan Ed dengan sedikit keras.
"Ada apa Bil?" tanya Bian menyentuh pundak Bila dari belakang.
Dan nampaknya, perempuan itu menunjukkan reaksi terkejut yang sangat luar biasa. "Iblis gila!" umpat nya mengelus dada ratanya.
"Sialan, kenapa kau mengagetkanku setan!" umpat nya melototi Bian.
Bian mengelus rambut belakang nya sembari tersenyum manis. Ternyata Bila sudah kembali seperti biasanya, setelah sembilan hari hidup seperti orang yang tidak memiliki semangat hidup.
"Maaf, aku hanya—"
"Bangs4t!" suara jeritan Ed terdengar dari luar rumah nya.
"Dia apakan anak ku heh!" Bila menggenggam gagang pintu kontrakan Ed lalu, membukanya.
Bila masuk di ikuti oleh Bian di belakang nya, persetan dengan kata sopan dan santun.
"Heh!" pekik Bila berlari lalu mengambil tubuh Adam yang sudah berbalur dengan bedak di seluruh tubuh telanjangnya.
"Kau apakan Adam ku ha?!" tanya Bila menimang nimang bayi Adam dan menghapus sisa bedak yang berada di kepala nya.
Ed yang sedang terduduk dengan mengacak rambutnya kasar mendengus sebal, "Anak mu telah mengacaukan rumah ku, bawa dia pergi dari sini!" ujar Ed bersujud, lalu mengacak kembali rambut putih nya.
"Pfftthh... Hahahahh!" tawa Bian menggelegar saat kedua matanya melihat rambut serta wajah Ed yang sudah putih dengan bedak.
Tak lupa dengan wajah nya yang seperti orang kehilangan arah. Wajah tertekan.
Bila melihat ke arah Ed, keadaan nya tak jauh berbeda dengan Adam, malah lebih—jauh mengenaskan dari pada Adam.
"Hahahha" tak sanggup lagi menahan tawa nya, akhirnya Bila menyemburkan tawa itu.
"Sial, kenapa bisa seperti itu kau?!" tanya Bila di sea sela tawanya.
__ADS_1
"Hihihi" Adam ikut tertawa.
"Jangan tertawa bangs4t, kau juga bayi ajaib!" geram Ed.
"Memang nya kenapa bisa seperti ini?" tanya Bian memberhentikan tawanya, dia menghampiri Ed dan mengulurkan tangannya ke arah nya.
Ed menerima uluran tangan itu. "Aku tadi ketiduran karena dia tidak tidur semalaman, lalu, entah bagaimana bangun bangun sudah seperti ini" gerutu Ed menepuk-nepuk bagian tubuh nya yang sudah tercemar oleh bedak.
"Kenapa Adam tidak berpakaian?" tanya Bila tertawa.
"Aku tadi ingin memandikan nya, sebelum itu ternyata dia tidur dan aku juga ketiduran" jelas nya.
"Ayo kita ke pantai!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sinilah mereka, dengan Bila yang menggendong bayi Adam dengan baby warp atau warp carier [gendongan bayi yang berada di depan] dan Bian yang tengah membawa dua kresek perlengkapan mereka semua.
Serta Ed yang tengah membawa alas dan perlengkapan bayi untuk berliburan di tepi pantai yang baru di beli nya tadi ketika menuju ke pantai.
''Ayo, Ed, kau atur posisi ternyaman dimana, aku akan membeli kelapa muda dengan Bian'' ujar Bila beranjak dari hadapan Ed.
''Kenapa selalu Bian yang kau ajak, kenapa bukan aku saja?!'' rengek Ed. Ah, seperti nya lelaki itu juga ingin di manjakan oleh sahabat perempuan nya.
Atau jangan-jangan Ed cemburu karena selalu Bian yang di ajak oleh Bila?.
''Jadi, sahabat ku ini iri ya? kalau begitu, ayo kita pergi'' ujar Bila. Dia berjinjit, lalu mengecup pipi lelaki itu gemas.
Cup.
Wajah lelaki itu memerah, sungguh, Bila sangat suka membuat Ed cemburu seperti ini, karena, ketika lelaki itu cemburu dengan Bian yang selalu Bila beri perhatian lebih, lelaki itu nampak menggemaskan.
Jujur saja, bukannya Bila pilih kasih ke kedua sahabat nya, atau membedakan beda kan di antara mereka, Bila menyayangi mereka setara. Semua nya sama. Hanya saja Bila sangat sengaja membuat Ed cemburu.
Bila tegaskan sekali lagi, dia sangat menyukai rengekan Ed ketika sedang merasa cemburu.
Bian yang melihat itu memutar bola matanya malas, selalu, seperti ini, mereka berdua berebut untuk mendapatkan perhatian dari Bila.
''Ahh,'' rengek Ed, dia meletakkan semua barang yang di bawah nya.
''Aku akan ikut Bila, kau disini menata ini'' ucap Ed merangkul pundak Bila lalu membawa nya ke pedagang yang berada di sana.
Bila tersenyum, dia berharap jika seterusnya akan seperti ini.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
''Ayo turun!!" seru Bila. Bian mengangguk, perahan dia turun ke pantai yang tidak memiliki ombak—lebih tepat nya sedikit tenang. Sengaja memilih tempat seperti ini karena mereka juga akan berenang di temani oleh bayi Adam.
"Ini, Adam nya" Ed memberikan Adam pada Bila, di leher bayi itu sudah terpasang sebuah pelampung agar bayi itu tidak tenggelam.
Kata artikel yang Bila baca kemarin malam, ketika bayi sudah bisa menyangga kepala nya dengan tegak, bayi boleh di bawa berenang oleh para bunda.
Dengan pakaian leging dan kaos hitam milik Ed, Bila mengambil Adam yang tengah tersenyum, kaki nya bermain dengan air di bawah nya.
Bila merilik ke para wanita yang juga berenang atau sekedar berendang. "Kenapa kalian tidak mengijinkan ku memakai baju renang seperti mereka?" tanya Bila sedikit memelas, dia menatap wanita yang memakai baju renang dengan mata berbinar.
"Kau akan memakai baju renang itu Bil?" tanya Ed menggendong bayi Adam. Matanya melihat Bila yang sedang berputar-putar di depannya.
''Benar, kenapa bagus ya?'' tanya Bila tersenyum lebar.
''Tidak ganti Bil, aku tidak suka'' jawab Ed membuat senyum Bila memudar.
''Siapa kau mengatur ngatur ku ha?!''
Bian datang dari arah kamar mandi, lelaki itu baru saja selesai berganti baju nya. Dia juga ikut melihat penampilan Bila yang menurut nya sangat terbuka.
Bian menghela nafasnya, dia mengambil handuk nya, lalu membungkus tubuh Bila dengan handuk itu.
''Ganti atau pulang!'' ancam Bian serius, Bila menelan ludah nya kasar, sungguh ketika Bian sudah mengeluarkan nada rendah nya maka seketika itu nyali Bila menciut. Bian akan sangat serius dengan semua apa yang di ucapkan nya.
*''Baik, aku akan mengganti nya'' Bila mengambil kaos Ed yang Ed selampirkan di pundak nya. *
Ed tidak mengeluarkan ekspresi apapun, dia membiarkan Bila.
Bila sangat ingin memakai baju renang yang baru dua beli tadi bersama dengan perlengkapan bayi Adam.
"Padahal aku ingin seperti mereka" rengek Bila.
Bian dan Ed saling tatap, mereka menghela nafas nya dalam.
Bian mengangguk.
''Dengar,'' ujar Ed memegang pundak Bila, sementara Bian mengambil alih dalam memegang tubuh bayi Adam.
''Aku melarang karena aku laki-laki Bila'' sambung nya mencoba memberitahu wanita yang sangat bebal ini.
Bila menaikkan sebelah alis nya. ''Lalu, apa hubungan aku ingin menggunakan baju renang dengan kau seorang laki-laki?''
__ADS_1
''Karena aku tau, bagaimana mata laki laki berfungsi, Bila'' jawab nya membuat Bila diam.
•••