Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
Bila wanita yang sangat santai.


__ADS_3

Suasana di ruangan itu hening, tidak ada yang ingin berbicara untuk memecah keheningan dan ketegangan itu, di ruangan yang tidak kecil dan tidak besar itu terisi oleh enam orang yang hanya diam sambil menunduk, sementara seorang pria yang memangku balita perempuan di atas pahanya menatap Bila dengan tatapan nya yang tajam nan bisa meneliti.


Pria itu menatap Bila yang sedang santai sambil memainkan kuku-kukunya dari ujung kuku Bila sampai rambut Bila. 'Cantik' gumam pria itu.


Bila tidak ada rasa canggung atau gugup atau semacam pun ketika dirinya di lamar oleh orang yang tidak di kenalnya, tidak seperti wanita kebanyakan yang akan terkejut dan bersikap sangat gugup, Bila malah menerima tamu tadi dengan santai sambil mengatakan,


"Silahkan masuk dulu tuan- tuan, dan aku akan mempertimbangkannya"


Membuat ketiga pria dewasa itu nampak sedikit syok karena sikap yang di tunjukkan oleh Bila, tadi.


Bila menatap wajah kedua pria yang sedang berdiri sembari menunduk, dan seorang pria yang duduk sambil memangku seorang balita.


"Hei kalian!" Bila menunjuk kedua orang yang tengah berdiri di belakang pria yang tengah duduk itu.


"Iya nona?" pria itu menjawab dengan suara tegas nya.


"Kenapa kalian tidak duduk? Duduk saja aku tidak melarang" ujar Bila, satu-satunya pria yang tengah duduk menganggukkan kepalanya.


'Sepertinya mereka adalah bawahan pria ini, di lihat dari tampilannya sih pria ini adalah pria yang kaya' Bila meneliti.


"Baiklah, jadi, apa tujuan kalian datang ke sini?" tanya Bila santai, dia menatap wajah pria yang sedang duduk dengan balita di pangkuannya sedikit bergidik ngeri.


Berkali-kali Bila melihat wajah itu, wajah yang menurutnya sedikit tampan, namun menyeramkan karena bekas luka yang sangat banyak.


Mulai dari bekas jahitan yang menghiasi bawah mata hingga atas alis kanan, pipi kiri hingga dagu, dan bekas sayatan yang menghiasi alis kiri, hidung, dan pipi kanan, serta bekas bekas yang lainnya yang pastinya terjadi karena benda tajam.


"Aku ingin kau menjadi istriku!" tekan pria itu.


Prok..


Prok...


Prok...


"Wah, mommy akan menikah, tapi tunggu dulu," Adam bertepuk tangan dengan riang, dia seperti anak yang sangat polos jika di lihat pertama kalinya.


Bila menoleh, ia tak terkejut dengan apa yang di lakukan oleh anaknya.


"Adam, diam!" perintah Bila. Adam menutup mulutnya sesuai apa kata sang mommy.


Kesan yang Adam dapat pertama kalinya ketika melihat wajah pria di depan nya adalah keren, pria itu memiliki wajah yang tegas serta mata yang tajam, dan bekas luka yang berada di wajah nya membuat pria itu bertambah keren.


"Aku sudah memiliki anak" Bila memberi jawaban.

__ADS_1


"Aku juga," sahut pria itu.


"Aku wanita yang suka uang"


"Aku suka mencari uang"


"Aku orang yang malas"


"Aku memiliki pelayan"


"Aku suka mengumpat"


"Aku akan membuatmu tidak akan mengumpat lagi"


"Aku jelek, aku memiliki bekas luka di wajah ku"


"Lalu, apakah kau tidak melihat wajah ku?"


"Aku sudah tua"


"Aku lebih tua"


"Aku—"


"Sudahlah, kau mau apa tidak, jika tidak mau aku akan pulang hanya membawa" pria itu menoleh ke arah Adam, Bila terkejut, sungguh, apa sungguh sekarang?.


"Apa kau orang itu?" tanya Bila ragu. Niat hati ingin menolak pria di depannya dengan mencerca pernyataan yang menjatuhkan dirinya sendiri malah ia sendiri yang terjatuh hanya karena lirikan mata pria itu pada Adam.


"Bukan aku, namun tuan ku yang sudah memberikan kepercayaannya padaku" jawab pria itu mengerti apa yang menjadi pertanyaan dari wanita yang akan menjadi istrinya kelak.


"Lalu, kemana tuan mu, aku ingin berbicara pa—"


"Tuan ku sudah meninggal" sahut pria itu cepat.


Bila mengangguk kikuk. "Maafkan aku" ujarnya hanya mendapat anggukan kepala dari pria itu.


Hening, Bila diam mempertimbangkan semua kemungkinan yang akan terjadi kedepannya, sekarang dia bimbang, memilih untuk tidak menikah dan berjauhan dengan Adam, atau menikah dan tinggal bersama Adam.


Bila menghela nafasnya, "Aku bimbang" jawabnya.


"Kau tidak perlu bimbang, cukup menikah dengan ku dan menikmati harta yang aku punya" jawab nya santai, memberi Bila sebuah solusi.


Bila terkejut dengan jawaban itu, "Tapi, aku tidak mengenal mu"

__ADS_1


Pria itu mengangguk anggukkan kepalanya.


"Aku Avalon Hibrida Camora," ucap nya memperkenalkan diri, "Sudah kan, jadi, menikahlah dengan ku" sambung nya tanpa basa-basi.


Bila meneguk ludahnya kasar, Camora, nama itu, apakah ini adalah singkatan dari tulisan cmr di belakang leher Adam?.


"Aku memiliki banyak pertanyaan, tapi hanya satu yang menonjol," Bila melirik kearah Adam, bocah itu...


Bocah yang membuatnya menikmati kehidupan baru dengan penuh warna baru, Bila tidak yakin untuk meninggalkan anak yang sudah dia asuh sedari kecil.


Sungguh..


"Tanyakanlah"


Bila memejamkan matanya, keputusannya sudah mulai membulat, ia mengambil nafasnya kemudian menghembuskannya pelan. Menatap dalam manik mata pria di depannya yang juga menatapnya dengan dalam nan tajam.


"Aku tidak ingin adanya drama perselingkuhan ataupun perceraian" ucap Bila tanpa mengeluarkan suaranya, dia hanya menggerakkan bibirnya.


"Aku bukan pria seperti itu," jawabnya dengan suara dalamnya, lalu, pria itu menaikkan sebelah alisnya seakan ingin mendapatkan jawaban dari keputusan yang Bila ambil.


Bila mengalihkan pandangannya ke arah lain, 'Sial4n, dia bukan orang biasa'


Bila mengangguk, sesuai apa yang dia putuskan tadi, bahwa Bila akan menerima lamaran ini, jika, pria di depannya mengetahui apa yang dia ucapkan tanpa suara dan menjawabnya tanpa berbelit-belit.


"Baiklah, aku akan menikah dengan mu" jawab Bila.


Avalon mengangguk, dia menoleh ke samping lalu salah seorang pria yang duduk bangkit dan menghampiri Bila. "Silahkan tanda tangan, nona" ujar pria itu meletakkan sebuah berkas di depan Bila.


"Apa ini?" Bila menaikkan sebelah alisnya.


"Saya dari biro catatan sipil, silahkan tandatangani ini dan anda sudah resmi menikah secara hukum dan agama" ujar pria itu.


Bila melebarkan matanya, dia syok, dengan apa yang di katakan oleh pria di depannya. Bila melihat ke arah Avalon, "Sial4n! Apa yang sudah kau lakukan bajing4n!" pekik Bila, wajahnya sudah merah padam.


Pria yang masih duduk terkejut dengan ucapan yang di lontarkan oleh calon nyonya mudanya, pasalnya, tidak ada yang berani mengumpati sang tuan meskipun orang yang sangat berpengaruh sekalipun tidak berani, dan ini? Hanya seorang wanita yang berpakaian acak berani mengumpati sang tuan?.


'Mungkin, akan ada perubahan besar yang terjadi di Camora,'


"Aku hanya ingin cepat menjadikan mu sebagai istri" jawab Avalon menepuk-nepuk punggung balita yang berada di pangkuannya.


"Tapi tidak seperti ini juga sial4n!"


"Tinggal menggerakkan tanganmu, dan semuanya akan selesai"

__ADS_1


"DUDA SIAL4N!!"


"Aku bukan duda, Angelina"


__ADS_2