Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
Awal mula.


__ADS_3

"Nyoya, ini paket anda" ujar Ana memberikan sebuah kardus berukuran sedang dengan bungkus yang sangat indah.


"Siapa yang memberikannya, Ana?" tanya Bila, dia sekarang sedang bercerita dengan Gina. Sementara suami mereka dan Ed tengah pergi ke markas. Anak anak Bila pun sedang bersekolah dan pergi les. Jadi tinggal mereka berdua saja.


"Saya tidak tahu nyonya, penjaga gerbang yang memberikannya pada saya. Katanya, ada sesuatu yang mengirimkannya untuk nyonya" jelas Ana.


"Baiklah, tolong ambilkan aku cemilan ya, aku ingin makan sesuatu" perintah Bila.


"Baik nyonya" Ana memberikan kotak itu pada Bila, lalu beranjak dari sana.


"Apa mungkin dari Avalon?" monolog Bila melihat kotak hitam yang ada namanya.


"Mungkin dia ingin memberikanmu kejutan" sambung Gina.


Pipi Bila memerah, apa benar yang dikatakan oleh Gina? Dan semakin hari sikap pria itu semakin membuatnya melayang. Pria itu setiap malam tidur bersamanya, bercerita mengenai harinya dan bertanya pada Bila bagaimana harinya. Meskipun begitu, sifat Avalon masib tetap sama. Dia irit bicara.


"Pipi mu memerah!" tunjuk Gina, Bila langsung menutup kedua pipinya dengan kedua telapak tangannya.


"Tapi, Avalon tidak seromantis itu, Gina!" pekik Bila menahan malu.


"Bisa saja sebagai kado untuk mu, ayo bukalah aku ingin melihatnya!" seru Gina heboh. Wanita itu memang pendiam, pendiam bagi Gina yang tidak merasa dekat dengannya. Namun jika Gina merasa dekat dengan seseorang, sifat aslinya keluar. Yaitu heboh, suka berbicara dan sama sama ajaib seperti Bila. Namun, Gina tidak separah Bila.


"Baiklah" Bila melihat kotak itu, dia perlahan membuka dengan perasaan yang berdebar. Namun sedetik kemudian bau menyengat mulai masuk kedalam indra penciumannya.


"Sial4n, ini adalah hati seseorang!" pekik Bila berdiri dari duduknya, dia menatap hati manusia itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Gina diam, dia meneliti benda yang berlumuran darah itu dengan seksama. Lalu, mendekatkan tangannya untuk mengambil sesuatu dibawah hati manusia itu.


Tidak ada jeritan dari kedua wanita itu, karena, di dunia seperti ini, hal ini adalah hal tabu. Dan kedua wanita itu bukanlah wanita lemah yang akan menjerit ataupun berteriak hanya karena melihat hati manusia yang dikirimkan pada mereka.


"Apa itu?" tanya Bila melihat kertas putih yang sudah didominasi oleh warna merah.


"Sebuah kertas, mari membacanya!" Setu Gina membuka lipatan kertas itu.


"Biar aku bacakan!" Bila teramat ingin tahu, dia mengambil paksa kertas itu dari tangan Gina.


Gina mengangguk, tangan nya sudah banyak darah yang melekat.


"Hati, hati ini untukmu, bersiaplah untuk menerima hatiku yang sesungguhnya. Tapi bukan untuk kau ambil lalu kau pajang, namun untuk kau simpan didalam hatimu—Guson" ujar Bila membaca tulisan yang seperti nya mengunakan tinta berlapis emas.


Bila menatap kearah Gina, mata mereka saling memandang lalu sedetik kemudian tawa menggelegar di seluruh kamar Bila.

__ADS_1


"HAHAHAHAH, YANG MENGIRIMKAN INI FERGUSON, KALIMAT DARI SURAT INI BERMAKNA CINTA BUKAN?" tanya Bila dalam tawa yang menggelegar.


Gina pun sama, dia memegang perut dan memukul pundak Bila untuk menyalurkan rasa tawanya. "Hahahah, dia sangat lucu, Bil!" ujar Gina.


Bila mengambil ponselnya, lalu menyerahkan ponsel itu pada Gina. "Tolong foto aku dengan hati ini, lalu kirimkan pada Avalon bahwa aku telah mendapatkan sebuah surat cinta dari musuh pria itu!" pinta Bila yang langsung dituruti oleh Gina.


Gina mengambil ponsel Bila, membuka salah satu aplikasi bertukar pesan dan membuka langsung kamera dinomor Avalon.


Sementara Bila sedang melakukan sesi pose dengan gaya yang sangat heboh. Satu tangannya memegang kotak yang berisikan hati itu, sementara yang lainnya memegang kertas yang dikirimkan oleh Ferguson.


"Ayo!" ujar Bila berpose.


Cekrik...


"Sudah, sangat bagus" puji Gina mengirimkan pada Avalon foto itu.


"Mana!" Bila mengambil ponselnya, lalu melihat bahwa pesan yang dikirimkan oleh Gina sudah terbaca oleh Avalon.


"Aku ingin mengetahui reaksinya" ujar Bila berbinar binar.


Ting!!


^^^^^^'Dia menyukai mu, aku jadi kepikiran untuk membuatmu sebagai pancingan untuk Ferguson' ^^^^^^


"Dia membalas apa?" tanya Gina.


"Dia berencana untuk menjadikanku sebagai umpan!" jawab Bila. Tawa Gina tak lagi tertahankan, dia bersyukur memiliki suami yang sangat dingin pada orang lain, tetapi padanya, Bian sangat perhatian dan sangat banyak omong.


Tidak seperti Avalon yang meskipun didepan Bila dia akan menunjukkan sifat yang sama.


"Yang sabar ya!" Gina mengelus menepuk-nepuk pundak Bila dengan sedikit kencang.


"Nyonya, ini kue yang anda min—AHHHH"


Prak...


Ana terkejut, dia takut ketika matanya tidak sengaja melihat kotak yang ia bawa tadi ternyata adalah organ dalam salah satu tubuh manusia.


Gina dan Bila menoleh, lalu dengan cepat Bila menutup kotak itu kembali. "Ma-maafkan saya nyonya" ujar Ana membersihkan kekacauan yang terjadi karena ulahnya.

__ADS_1


Bila menghampiri Ana, dia membawa gadis itu keatas ranjang, gadis yang tubuhnya sudah bergetar. "Gina tolong bujuk dia, aku tidak tahu caranya membujuk" ujar Bila lalu mengambil kotak yang berisikan hati itu, membukanya dan keluar dari kamar.


"Hey!" panggil Bila pada penjaga didepan kamarnya.


"Iya nyonya," penjaga itu datang.


"Aku ingin memberikan sesuatu padamu" Bila langsung mengeluarkan kotak tadi, lalu memberikan pada pria yang sudah terkejut itu.


"Ini untukmu, hati ku, jaga baik baik ya, kalau perlu pajang di dapur!" ujar Bila langsung masuk dengan terkikik melihat wajah pria tadi yang terkejut.


"Ana, maafkan aku, aku tidak sengaja"


(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤.


"Mereka kembali bergerak" ujar Avalon pada kedua pria didepannya. Mereka sekarang tengah berada ditempat latihan khusus. Tempat latihan yang sekarang digunakan untuk Ed melatih penggunaan jarum itu.


Ed melatih untuk anggota senior terlebih dahulu, lalu berlanjut ke pasukan junior dan ke pasukan khusus. Lalu yang terakhir akan dilanjutkan oleh pasukan penjaga mansion atau penjaga markas.


"Apa maksudmu?" tanya Ed tidak mengerti.


"Ferguson memberikan hati manusia pada istriku" jelasnya meletakkan ponsel keatas meja.


Dengan cepat, kedua sahabat itu melihat ponsel Avalon. "Sial4n, apakah itu hati asli?" pertanyaan yang seharusnya tidak ditanyakan itu muncul dari mulut Ed.


"Bodoh!" Bian mengeplak kepala Ed.


"Apa salahku bertanya" Ed mengelus kepalanya yang terasa sedikit ngilu.


Ed kembali melihat foto yang dikirimkan oleh Bila. Foto itu berisi Bila yang sedang tersenyum manis dengan balutan dress berwarna cerah dengan memegang sebuah kotak dan kertas.


Ed memperbesar layar itu. "Sebuah surat yang agak sadis namun bermakna tentang cinta" ungkap Ed dari penelitiannya.


Avalon mengangguk, "Aku memiliki sebuah rencana"


"Jangan gila kau bajing4n!" pekik Bian langsung. Dia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh otak gila Avalon.


"Dia istrimu!" sambungnya membuat Avalon mengangguk. Dia berdiri, lalu mengambil ponselnya dan beranjak dari hadapan kedua pria itu.


"Aku akan kekantor"

__ADS_1


"Ada apa, Bi?" tanya Ed melihat wajah Bian yang memerah.


"Dia berencana menggunakan Bila untuk pancingan Ferguson"


__ADS_2