
"Berkas nya kosong semua, gak ada yang bisa di jual" ujar Bila meletakkan tumpukan berkas ke lantai.
"Berarti cuman dapat lima ratus juta dong.." keluh Ed tidur di kasur lantai di rumah Bila. Dia menatap langit-langit ruang tengah Bila dengan terlentang.
"Benar" jawab Bila merebahkan tubuhnya di samping tubuh Ed. Di samping nya ada Adam yang sudah tertidur semenjak Bila mengecek berkas yang Bian ambil tadi.
"Biarlah, lima ratus juta juga lumayan untuk pembukaan" sahut Bian pun merebahkan tubuhnya di samping Ed.
Mereka semua akan menginap di rumah Bila malam ini, entahlah, mereka hanya ingin menginap di rumah Bila seperti malam yang dulu.
"Ada ya, orang bodoh seperti pemilik rumah tadi" kekeh Ed membuka pembicaraan dan menutup pembicaraan tentang uang tadi.
"Ada, buktinya itu" sahut Bila.
"Tapikan, dia terlalu bodoh tahu, dia tidak mengunci pintu berangkas nya"
"Positif thinking saja, mungkin orang itu ingin mempermudah pekerjaan kita" celetuk Bian.
"Mungkin,"
"Apa kita akan seperti ini seterusnya?" tanya Bila tiba tiba.
Posisi mereka sekarang Adam - Bila - Ed - Bian.
"Maksudnya?" Ed menolehkan kepalanya ke samping kanan, dia menatap wajah Bila yang sialnya sangat cantik. Sungguh, jika Bila merawat dirinya sedikit saja, mungkin Bila sudah seperti para artis yang terkenal karena kecantikan nya.
"Waktu berjalan terus, tidak berhenti, kita juga nanti akan menikah dan akan memiliki anak" jawab Bila.
Kedua pria di samping Bila hanya diam, tak menanggapi apa yang di ucapkan oleh Bila. Pemikiran mereka tidak sejauh itu untuk memikirkan tentang menikah dan memiliki anak. Mereka masih masih menyukai zona nyaman yang mereka buat.
"Hah... Sebenarnya aku ingin hidup tenang" gumam Bila menutup kedua matanya. Dia akan tidur dan memimpikan dunia seperti orang orang pada umumnya. Dunia yang tenang tanpa adanya beban yang di tanggung.
"Aku tidak yakin untuk itu Ed," ungkap Bian membelakangi Ed dan mulai memejamkan matanya.
__ADS_1
"Aku juga tidak yakin~" Ed menghela nafas nya dalam.
"Untuk memiliki seorang anak," gumam nya.
...❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹....
Buk...
Buk...
Buk...
Buk...
Suara kulit telapak tangan yang beradu dengan suara punggung besar nan kokoh menghiasi pagi yang sedikit mendung ini.
"Om!, yo angun!" pekikan suara yang nyaring dan cempreng menghiasi ruangan yang berisi dua orang dengan nyaman nya tidur sambil saling memeluk dan satu orang yang tengah duduk dan mengamati kedua orang yang tidur itu.
Buk...
Buk...
Buk..
"Om!! angun!!!!" pekik bocah cilik bernama Adam itu, Adam terus memukuli punggung Bian dan Ed bergantian dengan seluruh tenaga yang dia punya.
Namun nihil, para om nya itu tidak ada tanda-tanda untuk bangun sama sekali, merek tidur seperti orang yang mati.
"Sudah Dam, ayo mandi saja, mungkin om kamu masih lelah" ujar Bila mengambil tubuh Adam dan membawa nya ke luar rumah.
"Api mom, ni dah agi!" sahut Adam merengut, bocah cilik itu bersendekap di gendongan Bila.
Ceklek..
__ADS_1
"Lihat, langit masih gelap, kamu saja yang bangun nya kepagian" Bila keluar. Sepuluh menit yang lalu, Adam terbangun lalu membangunkan nya.
"Api, mom," (Tapi, mom)
"Kamu gak ngantuk?, ini masih belum pukul enam loh Dam" tanya Bila menguap.
"Dam ndak antuk rang" (Adam tidak mengantuk sekarang) jawab Adam.
"Baiklah," Bila menurunkan Adam ke atas tanah, dia mengelus kedua lengan nya dengan kedua telapak tangan nya.
Udara pagi ini terasa sangat sejuk, sangat nyaman dan mampu membuat Bila terlena dengan sejuk nya udara pagi ini.
Sungguh, Bila dapat merasakan sensasi yang berbeda ketika menghirup, dingin nya udara pagi. Berbeda dengan udara malam yang selalu dia terjang setiap malam.
"Mommy, Dan uka ngan daranya" (Mommy, Adam suka dengan udaranya) ungkap Adam merentangkan kedua tangannya. Kaki nya yang tak terbalut dengan alas apapun menyentuh embun yang berada di tubuh para rumput rumput.
Buk...
Bila yang semula memejamkan matanya kini membuka. matanya lebar-lebar ketika mendengar suara yang tak asing di telinga nya.
"Kenapa Adam tiduran di rumput itu?" tanya Bila melihat anaknya tidur terlentang di atas rerumputan khusus yang tidak tajam ujung nya.
"Nak mom, ni, dul ma Dam!" (Enak mom, sini, tidur sam Adam!) ajak Adam menggerakkan kedua tangan dan kakinya seperti berada di atas tumpukan salju.
Bila tidak melarang kegiatan yang di lakukan oleh Adam, tidak ada batasan dalam anak kecil mengeksplor dunia yang baru dia lihat.
Bila mendekat, kemudian dia duduk di samping Adam, merebahkan tubuhnya seperti yang di mintai oleh Adam. Dan nyata, kesejukan, dan ketenangan meresap pada tubuhnya.
"ana mom?" tanya Adam duduk, kemudian bocah kecil itu menarik tangan Bila dan tidur di atas nya. Bocah kecil yang masih memakai hoodie kemarin itu memeluk tubuh Bila dari samping.
"Ha?" baru kali ini, Bila tidak mengetahui kalimat apa yang di ucapkan oleh sang anak, biasanya, dia yang menjadi penerjemah untuk orang-orang yang tidak mengerti bahasa anak nya.
"Ana, pecalaan mommy? (Bagaimana perasaan mommy?) Adam memperjelas ucapan nya.
__ADS_1
"Oo, baik, kalau Adam bagaimana?" tanya Bila balik ketika sudah mengetahui apa yang di ucapkan oleh Adam.
"Aik ga," (Baik juga)