Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
...


__ADS_3

"Aku akan tinggal di markas bersama istriku" ujar Bian membuka topik pembicaraan pada waktu sarapan pagi ini.


Dia meminta izin pada Avalon, karena satu minggu sejak kepergian Bila, ia sangat kesulitan bertemu dengan Avalon.


Satu Minggu berlalu, sejak waktu Bila meninggal mansion ini, banyak hal yang berbeda. Mulai dari hilangnya tawa di mansion itu, murungnya Lengkara, Adam yang enggan pulang ke mansion dan hanya menetap tingga di markas, seluruh apa yang dilakukan Adam tidak lagi di mansion ini. Jika kalian bertanya kemana Adam di mansion, maka kalian tidak akan mendapatkan jawaban. Karena jawaban yang pasti adalah, Adam berada di markas.


Dan Avalon, pria yang memiliki berbagai bekas luka diwajahnya itu tidak pernah keluar dari kamarnya. Untuk makan dan minum hanya sekertaris Li yang dapat mengetuk pintu. Tidak ada yang boleh menggangu pria itu. Mengganggu untuk mengingat waktu tujuh bulan yang sangat singkat dengan dambaan hatinya.


"Baik," Avalon mengangguk mengiyakan permintaan dari Bian.


"Aku juga" sahut Ed meminta ijin. Mereka meminta ijin karena mereka tidak punya hak untuk keluar dan masuk di mansion ini sesuka hati mereka sekarang.


Sahabat mereka tidak lagi ada sekarang, dan mereka hanya sebatas atasan dan bawahan.

__ADS_1


Bawahan tidak pantas untuk tinggal bersama dirimu pribadi tuannya. Selain itu, ada hal lain yang membuat Ed, Bian, dan Gina memutuskan untuk memilih pergi dan tinggal di markas.


Mereka akan lebih bisa mengontrol seluruh anggota yang diajari mereka dengan mudah. Dan, mereka tidak akan membuang waktu mereka untuk perjalanan dari mansion ke markas yang memerlukan waktu yang cukup banyak.


Sahabat mereka telah pergi.


"Baik" sahut Ed.


(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤.


Disebuah apartemen mewah terdapat seorang wanita yang berdiri didepan cermin panjang yang memantulkan seluruh tubuh indahnya yang telah terbalut dengan pakaian formal.


Wanita itu menyingkap kain yang menutupi perut ratanya, dan memegangnya dengan sangat lembut. Diperutnya ada sebuah bekas luka yang memanjang, bekas luka itu adalah bekas luka jahit. Bekas luka yang menjadi saksi bahwa diperutnya pernah ada seorang bayi yang sangat malang.

__ADS_1


Bayi yang singgah dalam perutnya meskipun sang bayi harus kehilangan nyawanya sebelum dia bernafas di umi ini.


Wanita itu tersenyum kecut, nyatanya waktu berjalan begitu sangat cepat. Selama dua tahun terakhir, dia hidup sendiri, dengan segala kesunyian dan gelapnya malam. Dan hidup dengan yang dia dapatnya dari dari meretas dan saham disalah satu perusahaan yang raksasa yang semakin hari besar dan berkembang.


Wanita itu pergi dari kehidupannya yang sebelumnya bertujuan untuk melupakan seluruh kenangan yang mampu membuatnya tersenyum dan juga mampu membuatnya menangis didalam waktu yang bersamaan.


Akan tetapi, bukannya melupakan sang manta suami, wanita bernama Angelina Salsabila itu malah tidak sedetik pun terlepas dari kenangan itu.


Bila, dia menggeleng kecil ketika mengingat bahwa sang mantan suaminya kembali hadir dalam pikirannya. Pikiran itu berputar dengan cepat, seakan memori rusak yang sedang mencoba untuk menayangkan scene filmnya. Mulai dari kenangan bahagia hingga tidak bahagianya.


"Hentikanlah Bila! Kau adalah wanita kuat tanpa seorang lelaki biadab sepertinya. Dan buktikan besok!" ujarnya pada dirinya sendiri.


Bila mengutuk dirinya sendiri, kenapa dia tidak bisa melupakan Avalon dengan mudah. Kenapa, padahal mungkin saja pria yang sedang ia pikirkan sekarang sudah bahagia dengan wanita barunya.

__ADS_1


Bila menutup kembali kain itu, dia merapikan pakaiannya dan menatap wajahnya dihadapan cermin yang menampilkan wajah yang ada codetnya diatas mata sebelah kirinya.


__ADS_2