
Bila mengangguk-anggukkan kepalanya ketika paham dengan apa yang diceritakan oleh sang suami tadi, dan ternyata benar, apa yang diucapkan sang suami, banyak sekali pertanyaan yang muncul di otak Bila. Mulai dari siapa, bagaimana dan seperti apa orang tua kandung dari Adam itu.
"Apa ada yang ditanyakan?"
"Banyak.." sahut Bila dengan cepat.
Avalon mengangguk, "Bertanyalah"
"Jadi, tatto itu tidak berbahaya?"
Avalon mengangguk.
"Tapi kenapa Andrew memberikan Adam tato dilehernya, sama seperti Bianca, aku juga bingung,"
Avalon diam, ini rahasianya dengan sang tuan, hanya mereka berdua, tapi Bila adalah wanita yang tuannya kehendaki dulu, Andrew mengatakan bahwa dia harus menikahi wanita yang dia titipkan anaknya, dan menjadikannya sebagai tempat nya untuk berbagi rahasia, rahasia apapun termasuk rahasia milik mereka berdua.
"Carilah wanita itu, jika wanita itu belum menikah, maka nikahilah, dan jika sudah, maka ambillah Adam dengan cara yang baik,"
"Tap—"
"Bagilah rahasia dengannya, jadikan dia sebagai tempat penyimpan rahasia seperti aku menjadikan istriku penyimpanan rahasia, apapun rahasianya, termasuk jika aku ada didalam rahasia mu"
Avalon menghela nafasnya kembali."Tuan memiliki satu anak laki laki dengan seorang jal4ng, lalu tuan membiarkan anak itu untuk hidup dan menjadi tameng untuk tuan muda, Adam" jawabnya.
Bila diam, dia masih memproses semua informasi yang baru dan menyambungkannya dengan apa yang dia tahu sejak dulu.
"Sial4n! Itu sangat kejam!" Bila melebarkan matanya ketika mengerti apa tujuan yang dilakukan oleh Andrew.
Avalon hanya diam, di dunia ini, semuanya butuh yang namanya pengorbanan untuk mencapai sebuah tujuan, dan pengorbanan itu dilakukan untuk melindungi keturunan asli dan sah dari Camora.
"Tapi, apakah Bianca tahu tenang tahu?"
"Nyonya tidak mengetahui hal itu, tuan sangat menyembunyikannya, awalnya aku juga sangat bingung, kenapa sang tuan repot-repot memberikan uang pada jal4ng itu, namun setelah kejadian dimana malam nyonya terbunuh, aku mengerti semuanya, tuan memberikan bayi itu hidup untuk melindungi hidup tuan muda, Adam"
"Tapi, apakah kejadian itu di sengaja?"
"Kejadian apa?"
"Yang tuan mu menghamili seorang jal4ng?"
"Tidak, tuan dijebak hingga menghamili seorang jal4ng, dan tuan hanya memanfaatkan keadaan untuk melindungi keadaan yang memungkinkan akan datang."
__ADS_1
Bila mengangguk, jadi, Andrew menghamili seorang jal4ng karena jebakan, dan ketika Andrew ingin menghabisi nyawa bayi itu, dia berubah pikiran, karena melihat keuntungan dari hidupnya bayi itu.
"Tapi, kenapa manik mata Adam berbeda?"
"Keturunan Camora memiliki gen khusus, yaitu berbedanya manik mata dan semua keturunannya adalah seorang laki-laki"
Bila menganggukkan kepalanya, jadi, semua ini saling berkaitan, tentang Wiliam dan Avalon, tapi ini terasa sangat abu-abu, tidak ada kejelasan.
"Kenapa bisa khusus?"
"Tuan besar pertama adalah seorang ilmuan, beliau mengubah sel didalam tubuhnya dan terus berlanjut hingga sekarang"
"Tuan besar pertama?"
"Tuan besar Andrew adalah Keturunan ke-lima"
Bila mengangguk, dengan perlahan, semua pertanyaan yang berada di otaknya sudah terjawab. Ternyata berbicara dengan Avalon sangat menyenangkan. Dia menjelaskannya secara rinci tapi singkat.
Dan Bila sangat sangat kagum sekarang, kagum ke orang orang hebat itu, entah hebat dalam urusan apa, Bila akan mencari informasi tentang Camora, yang dari dulu sangat dia ingin untuk selidiki. Namun ketika sudah didepan komputer Bila lupa segalanya.
"Camora itu apa?" tanya Bila membuat tegangan di wajah Avalon.
Ini private, tidak ada yang boleh tahu kecuali orang-orang yang masuk kedalamnya, semuanya tersembunyi. Dan memang harus disembunyikan. Jika ada orang luar yang tahu, maka mau tak mau orang itu harus mengikuti dunianya.
Dan pertanyaan Bila adalah inti dari cerita yang dia ceritakan tadi, jika dia menjawab pertanyaan Bila, maka semuanya akan terungkap.
Avalon menggeleng, "Jangan sekarang, aku tidak yakin, intinya hanya satu, terimakasih sudah menjaga tuan Adam, dan maaf tidak bisa menjawab pertanyaan darimu" Avalon tersenyum tipis.
Bila mengangguk, mungkin bukan sekarang, tapi bisa jadi besok atau lusa. Semuanya akan berbuah sesuai dengan apa yang di takdirkan. Kuncinya hanya bersabar.
Tapi Bila yakin, jika dunia yang diikuti oleh Avalon adalah dunianya, ah, rasanya Bila sangat berteriak di depan wajah Avalon dan mengatakan bahwa dia juga sudah terikat kontrak dengan Duni itu seumur hidupnya.
"Baiklah, lalu, kenapa bisa ayah Adam meninggal?"
"Di bunuh" jawab Avalon.
"Kapan— maksudnya apakah waktu dimana Bianca juga dibunuh?"
"Tidak, dua tahun setelahnya"
Bila mengangguk-anggukkan kepalanya, sudah cukup sampai disini topik yang sedikit sensitif ini.
__ADS_1
"Tapi aku penasaran, kau kerja apa? Katamu kau sangat kaya?" tanya Bila tersenyum hingga memperlihatkan giginya.
"Apa kau tidak pernah mendengar perusahaan Caaba?"
Bila terkejut, apa? sungguh? Hahaha dunia ternyata sangat sempit.
(◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤.
Bila masuk kedalam mansion Avalon dengan tatapan biasanya, dengan baju tidur yang masih melekat ditubuhnya, ia berjalan dengan menggendong Kara dan menggandeng Adam yang berjingkrak kesenangan melihat rumah yang lebih besar dari rumahnya sebelumnya.
Para pelayan yang berjajar rapi menyambut kedatangan tuan mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat, kata sekertaris Li, tuan besar mereka akan datang dan membawa istrinya.
Di lihat dari penampilan Avalon, wajah dan harta yang dimilikinya, sepertinya calon nyonya mereka bukanlah orang yang sembarangan, dan bukan pula seorang dari kalangan menengah bawah, pasti dari kalangan atas.
Mungkin seorang artis, model yang angkuh atau anak orang kaya atau juga anak penjabat yang berpenampilan glamor dan sangat menawan.
Namun, tebakan mereka salah, yang datang malah wanita yang berpenampilan acak dengan rambut yang acak juga. Bahkan jika dilihat lihat, mungkin seperti mereka atau mungkin juga seorang wanita gelandangan.
Tapi, sekali lagi, wanita itu sangat mempesona meskipun dengan pakaian yang acak. Wajahnya yang sangat cantik dan bersinar, memiliki mata yang tajam dan sebuah luka yang menambah ketajaman mata itu. Bibir yang tipis namun berbentuk.
Mereka kembali bertanya tanya dalam benak mereka, apa wanita yang menjadi nyonya mereka adalah seorang wanita yang judes? Mereka belum tahu, dan apakah benar, wanita didepan mereka adalah nyonya mereka?.
Bila hanya diam, namun didalam hatinya terus mengumpat karena tidak mendengar ucapan suaminya yang menyarankan agar mengganti pakaiannya.
Bila tak menghiraukannya, dia terlalu malas untuk mengganti baju di jam dua belas siang. Dan sekarang terasa ketika melihat para pelayan yang berpakaian apik, rapi dan tidak ada yang sepertinya yang berpakaian acak.
Rasanya Bila ingin masuk kedalam kamar secepatnya, mengganti baju dan menyapa para pelayan yang lebih enak dipandang dari pada dirinya.
"Perhatian semuanya!" sekertaris Li mulai berbicara. Para pelayan yang sedikit menundukkan kepala mereka mendongak dan melihat kearah Avalon yang di sampingnya ada wanita berpenampilan acak dan satu anak di gendongan dan satu lagi berada di sampingnya.
"Silahkan tuan" sekertaris Li ikut berbaris.
"Baik semuanya, saya berdiri disini hanya untuk mengatakan bahwa wanita gembel di sa—"
Buaghh..
Bila memukul punggung Avalon dengan kencang, apa sebegitu acaknya dia hingga sang suami memperkenalkan dirinya seperti gembel? Oh tidak, dia cantik meskipun berpenampilan acak. Kaki nya menginjak kaki Avalon dengan kencang.
"Bajing4n!" desis Bila berbisik di telinga Avalon, ah bukan bisikan, karena seluruh orang yang melihat mereka mendengar umpatannya.
Avalon meringis sedikit, sikap istrinya memang benar-benar harus di benahi.
__ADS_1
Sementara semua orang terkejut, tidak ada yang berani untuk memukul sang tuan, apalagi mengumpati nya, namun, mereka sedikit tidak memandang wanita disamping sang tuan yang hanya memakai baju tidur itu karena berani mengumpati sang tuan.
"Baiklah, perkenalkan, dia adalah istriku, namanya...siapa namamu?"