
"Bila!!" pekik Ed mengambil tubuh Adam yang tengkurap di bawah lantai, namun, kepala bayi itu masuk ke dalam bawah ranjang kasur. Sementara sang ibu yang sangat perhatian itu tengah tertidur di samping nya.
Ed mengambil tubuh Adam pelan pelan agar tidak lecet sedikit pun. Bian yang melihat itu hanya menghela nafasnya lelah, wanita ceroboh seperti Bila tidak cocok untuk menjaga bayi ajaib itu, yang ada bayi itu yang menjaga Bila.
Wanita itu tidak juga terganggu dengan pekikan dari Ed, malah dia mengambil guling dan memeluk nya erat.
"Bawa main aja, jangan di bangunin, palingan kemarin malam Bila bergadang" kata Bian mencegah Ed membangunkan Bila.
"Terus bayi ini bagaimana?" tanya Ed menggendong bayi yang sedang memainkan tangan Ed.
"Bawa main" jawab Bian cuek, dia beranjak dari kamar Bila.
Setiap pagi di setiap hari tanpa hari libur, mereka pasti akan menjemput Bila untuk pergi bekerja, kata Bila, dia takut pergi sendirian ke toko bunganya, padahal ya kalian tahu, Bila bukan lah wanita paten.
Ed memekik tertahan, ketika tangan nya di gigit oleh Adam. Mengigit bibir bawahnya agar tidak menimbulkan suara dan menganggu tidur singa betina itu.
Ed tidak menyangka bahwa Adam mengigit tangannya perasaan nya, bayi kecil di gendongan nya ini tidak memiliki gigi, tapi kok mampu mengigit nya keras, hingga berasa.
"Aaahhhk... Iblis!!" umpat Ed melepas paksa tangan yang di gigit oleh Adam. Dia menyerahkan bayi itu pada Bian.
Bila bingung sendiri. Kenapa tiba-tiba Ed memberikan Adam padanya sambil mengumpat, bukankah katanya Ed sangat sayang pada Adam karena menganggap Adam sebagai adiknya sendiri?.
"Kenapa Ed?" tanya Bian duduk di teras rumah Bila sambil memangku Adam yang tengah mengoceh sambil menggerakkan tangan dan kaki nya.
"B@jing@n ini menggigit ku!" geram Ed melihat tangannya yang mengecap hanya dua gigi kecil.
Ban melirik sekilas, "Dia punya gigi?" gumam Bian melihat Adam dengan alis yang bertaut.
"Punya lah, buktinya dia mampu mengigit ku dan meninggalkan bekas!" sahut Ed mendengus kasar, dia mendengar gumaman yang di lontarkan oleh Bian.
Bian membalik tubuh Adam agar melihat nya, "Buka mulutmu, Aaaaaa" Bian membuka mulutnya, mencoba mempraktekkan cara membuka mulut.
"Aaaaa hihihi" Adam ikut membuka mulutnya, membuka nya secara gemas lalu tertawa sendiri di akhir. Pipinya yang bulat mengembang membuat Ed yang tadi nya marah menjadi luluh.
Kini, pria itu memainkan pipi Adam.
__ADS_1
Bian melihat dengan seksama mulut yang sudah mengigit tangan sahabatnya di dalam mulut itu hanya ada gusi dan dua gigi bawah yang mulai sedikit muncul.
Bian mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti, ternyata yang menggigit tangan Ed benar benar Adam. Dan itu artinya dirinya harus berhati-hati.
"Sini, aku saja yang menggendong, kamu siapin air buat nya mandi" ujar Ed langsung mengambil tubuh Adam dan mengajaknya bercanda hingga bayi itu mengeluarkan tawanya yang begitu imut nan menggemaskan.
Bian mengangguk saja, dia tipe orang yang terserah— terserah apa yang harus dia lakukan.
*
*
*
*
Bila menggeliat pelan, membuka matanya dan dia langsung duduk, melihat ke arah kanan dan kiri kemana pergi nya putra kecil nya itu— eh putra kecil, baiklah, Bila akan menganggap Adam sebagai putra nya hehe.. Tidak ada yang rugi meskipun dia mengasuh bayi itu menggunakan uang dan tenaga nya.
Karena, bayi itu dapat membalas seluruh uang dan tenaga yang telah dia keluarkan menggunakan waktu dan tampilan menggemaskan dari pria kecil itu.
Tapi sepertinya ada keanehan yang terjadi pada Adam, Adam seperti bukan anak bayi berusia tiga bulan, karena bayi itu sudah bisa menegakkan kepalanya sendiri, tengkurap dengan sendirinya dan ya, dia memiliki dua gigi kecil di bawah giginya, dan kemarin dia sudah menjadi korban dari dua gigi kecil itu.
Lama melamun memikirkan Adam, dan membayangkan sikap gemas nya, akhirnya Bila membuyarkan lamunannya karena mendengar suara telepon dari ponsel nya.
Bila mengambil ponselnya, lalu dia mengangkat telepon dari orang yang telah menjanjikan nya informasi mengenai sang mantan kekasih, dia akan menemui nya, dan bertanya kenapa dia mengambil uang lima puluh juta nya.
Masalah perasaan dia akan memikirkan nanti, karena pria itu adalah pacar pertama Bila. Cinta pertama Bila setelah sang ayah.
"Halo" sapa pria itu.
"Hmm" jawab Bila malas'.
"Di kafe Xx, jam sembilan siang,"
"Oke"
__ADS_1
Tut ....
"Huh, awas kau setan alas!" geram Bila meremat ponsel yang berada di tangannya.
Bila kembali merebahkan tubuhnya, dia menatap langit-langit kamar nya dengan tatapan kosong.
Lalu, Adam? di mana bayi itu heh, Bila berdiri, dia memgedarkan matanya ke seluruh penjuru kamar, namun nihil, tidak ada Adam di kamar nya.
Bila berlari keluar ke arah teras, namun setelah dia lihat lihat tidak ada Adam juga, kemana perginya bayi itu, Bila takut bayi itu di culik, terus jika di culik dirinya tidak memiliki teman tidur? dan nanti jika ayah nya mencari bayi itu bagaima—
'Tunggu sebentar, seperti nya aku mendengar suara' ucap bila dalam benaknya.
'Benar itu suara'
Bila mencari ke sumber suara itu, dengan langkah yang pelan dia menghampiri di mana suara asal dari suara itu.
Dan.... "Hahahah, lagi Bi, lagi Bi" tawa Ed terdengar dari sebuah ruangan yang pintu nya tertutup.
Bila menempelkan telinganya ke dahan pintu.
"Hihi"
"Minggir dulu Ed!"
"hihihi'
'itu suara tawa Adam'
BRAK..
Tawa para lelaki itu terhenti. Mereka diam.
"Eh, apa Bil?"
Bila mengambil nafasnya dalam dalam, lalu dia menghembuskan nya dengan pelan.
__ADS_1
"JUNEDDDDDD!!!!! BIANNNNN!!! ADDDDAAAAMMMMMMMM"