
Avalon melangkah dengan hentakan kaki yang menggema di seluruh lorong mansion milik sang anak, para bodyguard yang menjaga lorong itu tetap berdiri tegap dengan kepala yang tegak dan sorot mata yang tetap menyorot ke depan.
"Kemana, istriku?" tanya Avalon berhenti di depan salah satu penjaga. Dia baru ingat kalau sudah memiliki istri sekarang. Terkadang, ia lupa akan hal itu. Dan ketika masuk kedalam kamarnya, Avalon sedikit terkejut karena melihat Bila dan seketika itu ia kembali ingat. Ingat bahwa ia telah menjadi seorang suami selama tiga bulan terakhir. Entah, dia padahal bukan seorang pelupa, mungkin belum ada rasa apapun hingg dia dapat dengan mudahnya melupakan keberadaan Bila.
"Nyonya sedang berada dikamar nona muda, tuan!" jawab penjaga itu maju satu langkah kemudian menunduk.
Avalon mengangguk, dia kembali melangkah kearah kamar Lengkara yang memang satu arah dengan lorong ini.
Sementara penjaga tadi kembali ke posisi semula, berdiri dengan tegap dan sambil berjaga, terkadang juga melamun sambil mendengarkan musik yang terputar di telinganya melalui benda bernama earphone itu.
Avalon membuka pintu kamar Lengkara, dan tubuhnya seketika berhenti dengan raut keterkejutannya melihat apa yang tengah dilakukan oleh Bila dan kedua anaknya.
Matanya melihat, Bila, Lengkara, dan Adam tengah tertawa kencang dengan bermain-main dengan cat, oh, jangan lupakan seluruh tubuh mereka sudah terbalut dengan cat.
"Eh, daddy!" pekik Lengkara ketika tak melihat Avalon yang berdiri ditengah pintu sembari melihat ke arahnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Bila menoleh, seketika itu ia pun meneguk ludahnya dengan kasar ketika melihat Avalon yang tengah menatap dirinya dengan tatapan tajam.
'Sial4n, aku belum mandi dan sudah membuat kekacauan dengan seluruh cat yang terciprat di seluruh kamar Lengkara' umpat Bila menoleh ke seluruh kamar Lengkara yang sudah banyak terciprat oleh cat. Bahkan Ana yang tengah berdiri dan menundukkan kepalanya terciprat oleh cat lukis ini.
Adam hanya diam, dia tidak memperdulikan tatapan Avalon pada dirinya. Adam kembali melukis dan fokus melihat kearah lukisan yang telah dia dan kedua perempuan yang sangat disayangi oleh Adam.
"Ka-kau sudah pulang?" tanya Bila mencoba berbasa-basi. Dia meletakkan kuas dialas palet, kemudian berdiri dan menghampiri Avalon dengan senyum paksanya. Serta tubuh yang dilapisi oleh cat.
'Bagaiman jika pria batu ini menghukum ku, dan bajing4n, pasti dia akan mencari kesempatan dalam kesempitan untuk mencari kenikmatan!' umpat Bila kembali. Bila melihat satu alis Avalon sudah terangkat dan tubuhnya sudah bersandar dengan lipatan tangan yang berada didepan tubuhnya.
"Kenapa memangnya?" tanya Avalon membuka mulutnya. Wanita dewasa ini seperti seorang anak kecil, bermain main dengan kedua anaknya tanpa memperdulikan bahwa dia telah membuat sebuah kekacauan yang membuatnya sedikit geram.
Tapi, untuk masalah cat, dia tidak mempersalahkan hal itu, dia membiarkan Bila bergerak semaunya, asal tidak melewati batas. Hitung-hitung sebagai hiburan tidak boleh keluar dari mansion oleh Avalon. Dan mengisi waktu dengan bermain dengan masa kanak-kanak anak mereka.
"Kenapa kau pulang? Apa kau tidak bekerja?" tanya Bila memberanikan diri untuk melawan Avalon. Perasaannya dulu dia sama sekali tidak takut pada Avalon, namun ketika dia sudah menjadi istri sah Avalon, Bila sedikit takut dengan aura dominasi yang dikeluarkan oleh Avalon.
"Kalau memang tidak bekerja, kenapa?" Avalon kembali menjawab dengan pertanyaan.
"Jika kau tidak bekerja, kau akan miskin dan aku tidak suka hidup susah!" entah kenapa, Bila ingin mengatakan hal ini, pikirannya sudah buntu untuk mencari alasan lain.
Ah... Avalon lupa, jika istrinya ini menyukai uang, dia harus mencari uang lagi, jikalau sang istri menghabiskan uangnya dia tidak bangkrut. "Kau menyukai uang?"
Bila mengangguk, "Aku menikahi mu karena kau memiliki uang banyak—" Bila menutup mulutnya, dia keceplosan dengan niat awalnya menikahi Avalon. Namun, bukan itu kok alasan pertamanya, dia menikahi Avalon karena takut berjauhan dengan Adam.
Avalon menganggukkan kepalanya, "Baiklah, kau boleh menghabiskan uangku" ujar Avalon berjalan menghampiri Bila. Dia tidak terkejut dengan ucapan Bila yang benar-benar jujur.
"Namun dengan satu syarat," ujar Avalon merangkul pundak Bila.
__ADS_1
"Syarat?"
"Jangan ada perpisahan diantara kita" ujar Avalon membuat pipi Bila memanas, setidaknya jika Avalon mengatakan hal itu, Avalon juga mengharapkan pernikahan tanpa cinta ini bertahan.
"Kalau selingkuh, bagaimana?" tanya Bila jahil, dia berjalan dengan tangan Avalon yang merangkul pundaknya.
Sepasang suami istri itu pergi meninggalkan kedua anaknya yang melihat mereka dengan tatapan bertanya. "Kenapa mommy?" tanya Lengkara pada Adam.
"Entahlah"
"Kak Ana, ayo bermain!"
Kembali pada Avalon dan Bila.
"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku" jawab Avalon membuat tawa Bila terdengar dengan sangat kencangnya.
"HHAHAH, aku tidak yakin orang seperti mu percaya akan cinta!" Bila tertawa.
"Aku juga, tapi aku akan membuktikan ucapan tuan Andrew, dulu" ujar Avalon berhenti berjalan, dia memikirkan sesuatu.
Tawa Bila berhenti, "Membuktikan ucapan apa?"
"Bahwa cinta itu membuatku gila"
Seketika itu Bila terdiam dengan pikiran yang kembali berputar ke waktu tujuh tahun yang lalu. "Lalu, siapa yang akan kau cintai?"
(◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤.
"Kau harus dihukum!" ujar Avalon menatap Bila dengan tajam. Sekarang mereka tengah berada di atas ranjang dengan Avalon yang tengah mengeringkan rambut Bila menggunakan Hair dryer.
Avalon melakukan hal itu karena perintah dari Bila jika dia ingin berbicara dengan Bila.
"Tidak, untuk apa juga, lagi pula aku tidak sadar waktu itu!" elak Bila melihat video dari rekaman cctv. Didalam video itu terlihat dirinya yang berjalan dengan dituntun oleh Adam hanya menggunakan tank top yang menutupi dadanya saja. Sementara perutnya terbuka.
"Kau yang ceroboh!" ujar Avalon.
"Heh! salahkan saja pada Adam yang membangunkan ku!"
"Tetap saja, kau harus di hukum!"
"Aku ti—"
"Mulai sekarang, kau tidak boleh keluar dari kamar ketika belum mandi dan berganti pakaian, dan pakaian tidur hanya digunakan dikamar, tidak ada bantahan!" ucap Adam.
__ADS_1
Bila terdiam, seperti memikirkan sesuatu di otak kecilnya.
"Apa itu sebuah peraturan yang tak tertulis darimu?" tanya Bila mengeluarkan pikirannya.
Avalon berdeham untuk jawaban itu.
Bibir Bila mengerucut, "Memangnya kenapa kalau aku hanya menggunakan tank top, sih?"
"Aku tidak suka milikku dilihat oleh orang selain diriku!" pipi Bila memerah mendengar pengakuan dari Avalon, jarang sekali pria itu berkata manis seperti ini. Dan sekali berkata, mampu membuat Bila tersipu malu.
"Jadi, aku milikmu?" tanya Bila. Berniat untuk menggoda.
"Kau tetap milikmu, kau hanya istriku" jawab Avalon membuat senyum Bila mengendur.
"Bukankah aku pernah mengatakan bahwa aku adalah milikmu?"
"Katakan iya, jangan membuat ku berharap lebih" sambung Bila.
"Kau milikku, semua yang ada pada dirimu adalah milikku, puas!?" Bila mengangguk sambil terkekeh kecil.
Avalon hanya diam, "Apa kau ingin kesebuah pesta?" tanya Avalon memikirkan sesuatu di otaknya.
"Pesta?" mata Bila berbinar, dia berbalik arah dan melihat kearah Avalon yang tengah mengangguk.
"Apa kau ingin ikut?" tanyanya lagi.
"Kapan, acaranya?"
"Besok, malam"
Bila mengangguk, "Aku akan ikut!" dia ingin keluar dari mansion mewah ini. Bila juga bosan, berada didalam mansion ini terus.
Kesehariannya hanya makan, tidur, bermain di taman bunga tulip, bermain dengan kedua anaknya, dan bercinta dengan Avalon.
"Tapi kau harus mempertanggung jawabkan perbuatamu!"
Bila mengangguk, ia mengerti sekali dengan perkataan dari Avalon, Pria hyper yang selalu ingin di setiap malamnya, dia berdiri kemudian melepas gaun yang baru dipakainya tadi.
"Apakah kau sudah tidak sabar, nyoya?" tanya Avalon melihat kelakuan Bila.
"Aku sangat ingin merasakan milikmu masuk kedalam diriku, tuan Ava—sshhhhh" Bila memeras dadanya dengan kedua tangannya.
Meskipun didalam hatinya terus mengumpati Avalon. 'Sial4n pria tua ini, tapi tak apa Bila, demi keluar dari mansion, Bila!'
__ADS_1
Sejak menjadi istri Avalon, Bila merasa sedikit binal. "Aku akan mengabulkan permintaanmu, nyonya Hibrida!"
(♡ω♡ ) ~♪(♡ω♡ ) ~♪