
"Kurasa mengejar tingkat satu I dalam dunia ID sangatlah sulit" Jawab Bila semakin menekuk kedua alis nya. Dia melihat ke arah tab nya dengan sangat serius.
ID atau singkatan dari Īpašs digitālail adalah sebuah segerombolan orang yang terhubung di seluruh dunia dalam sebuah grup yang khusus untuk para hacker.
Grup yang berada di dalam dasar sendiri yang hanya bisa di akses menggunakan undangan yang dikirim kan oleh ketua grup itu selama lima detik di layar komputer mereka.
Dan di antara banyaknya hacker yang berada di dunia ini, hanya ada satu juta orang yang bisa masuk ke dalam Īpašs digitālail ini.
Di dalam Īpašs digitālais, ada lima tingkatan, yang terdiri dari; satu I, dua A, tiga D, empat L, dan lima S.
Dan jika ingin meningkatkan level, setiap anggota harus memiliki sepuluh point dan ketika ingin mendapatkan satu point anggota harus memiliki tiga rekam jejak digital kejahatan mereka di grup ID itu.
Sulit memang, tapi mau bagaimana lagi, Bila sudah terlanjur masuk, dan untuk keluar tidak bisa. Bila telah menandatangani surat pernyataan perjanjian seumur hidup dengan ID itu, dan setiap anggotanya boleh berhenti untuk sementara waktu.
Ed manggut-manggut, "Kenapa kau tidak meretas bank negara saja?, kurasa itu lebih menghemat waktu" tanya Bian.
"Aku ingin bergerak bebas seperti kupu-kupu hitam di tengah malam, bukan seperti kalajengking yang bersembunyi di gelap nya malam" jawab Bila.
Semua orang diam. "Om, ni di ana?" tanya Adam melihat sekeliling nya yang gelap dan hanya ada cahaya yang keluar dari tab milik Bila yang di pegang oleh nya.
Bian menunduk, "Kita akan menyelesaikan sebuah misi"
"Isi?" Bian mengangguk. "Kamu ikut saja ya, jangan menangis okay?" ujar Bian langsung, tidak memberikan jeda untuk Adam bertanya.
Jika balita itu sudah bertanya, maka pertanyaan yang lainnya juga ikut. Tapi yang menjadi pertanyaan di benak Bian sampai sekarang adalah, jika Adam bertanya dan di jawab, dia tidak akan bertanya lagi, malah mengingat nya dalam jangka waktu yang lama. Seperti nya Adam memiliki ingatan yang sangat kuat.
Bian mengeluarkan jati kelingking nya ke depan wajah Adam, balita itu juga mengeluarkan jari kelingking nya. Melakukan pinky promise. "Janji?"
"Anji!" Adam terkekeh kecil, lalu balita itu kembali diam dan kembali melihat sekeliling nya.
__ADS_1
Ed yang melihat itu tersenyum, 'Apakah aku bisa memiliki anak seperti nya nanti?'
"Succeed!" Bila menunjukkan tab nya. Semua orang melihat, dia tab itu terbagi dua sisi. Satu sisi asli, lalu, dia sisi palsu.
Sisi pertama, menunjukkan cctv asli, di sana ketiga satpam tengah berjaga sambil meminum kopinya di depan pos jaga. Namun, di sisi kedua hanya ada pos jaga tidak ada ketiga satpam itu. Jam di cctv kedua juga berjalan sesuai dengan jam cctv pertama.
"Lalu, rencana kita selanjutnya bagaimana?" tanya Ed.
"Jadi begini..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Para pelayan sudah tidur, dan rumah sepi" ujar Bila melihat tab nya yang memperlihatkan seluruh cctv di rumah mewah itu, termasuk cctv tersembunyi yang berada di dalam kamar utama rumah mewah itu.
"Iyuhhh..." Ed melihat tab yang di tangan Bila bergidik jijik, di layar itu terdapat sebuah kamera yang tengah merekam adegan panas dia mana ada dia orang pria yang di kelilingi oleh empat orang wanita di samping nya.
Bian mengerutkan keningnya, "Kenapa Ed?" tanya Bian melihat ke arah tab yang di pegang oleh Bila.
"Om, epass!!" pekik Adam tertahan.
Bila yang mendengar pekikan halus dari Adam langsung mematikan tab nya. "Kenapa anak mommy?" tanya Bila mengelus rambut Adam.
"Om Ian akal!" (Om Bian nakal) jawab Adam cemberut.
Buk..
"Sudah, kamu bersama om Ed aja" ucap Bila mengambil tubuh Adam dan memberikannya pada Ed di sebelah nya.
"Di depan kita ini adalah ruang kerja yang menyimpan berangkas, jadi kita harus bisa memasukinya sebelum jam dua belas tepat, karena setiap jam itu satpam akan berkeliling di seluruh rumah" ujar Bila memberi tahu, dia sudah berdiri, di atas sebuah pagar besar yang mengelilingi rumah mewah di depannya.
__ADS_1
Bian melihat jam tangan nya. "Dia puluh menit waktu kita" ujar Bian bersiap, dia berdiri dari duduk nya. Sementara Ed tengah menggendong Adam di punggung nya mengunakan gendongan bayi khusus belakang.
"Aku akan masuk terlebih dahulu, lalu Bian dan Ed terakhir—"
"Dam mommy?"
"Adam sama om Ed, jangan berisik ya!" peringat Bila.
"Dam ndak belicik" seru Adam tersenyum lebar, dia nampak sangat bersemangat karena pertama kalinya mengikuti hal seperti ini. Dia tidak akan tidur malam selanjutnya sebelum sang mommy tidur, dia ingin mengikuti mommy nya merampok lagi.
"Baik"
Bila turun dari tembok yang menjulang tinggi itu, kemudian dia mengaitkan tali yang di ujungnya sudah ada benda seperti jangkar namun, berukuran sedikit kecil.
Prak..
Jangkar itu sedikit berbunyi, Bila menoleh ke arah kanan dan kiri, sedetik kemudian dirinya menaiki balkon ruang kerja rumah orang itu dengan kecepatan memanjatnya yang sangat cepat.
Bian dan Ed melihat kelihaian Bila yang sedang memanjat dengan datar, ternyata, kemampuan sahabat perempuan nya itu tidak lah berkurang, masih tetap sama.
Sementara Adam yang melihat mommy nya memanjat balkon ruang kerja itu sangat kagum, tidak bisa di sembunyikan, kedua matanya sangat berbinar ketiga melihat mommy nya.
"Mommy bat, Dam ngin di cepelti tu, sok" (Mommy hebat, Adam ingin menjadi seperti itu besok) gumam balita itu terkikik kecil, sangat kecil hingga Ed tidak dapat mendengar nya.
"Aku mendengar sesuatu!" teriakan seorang pria sambil membawa senter yang cahayanya membentang membuat ketiga orang itu panik.
"Sialan!" desis ketiga orang itu keluar di masing-masing mulut mereka.
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Minta komen nya yaa, jangan lupa juga dukungan nya...