Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
Bogeman seorang sahabat.


__ADS_3

"Katakan, sekali lagi!" ujar Avalon mengambil kertas yang diberikan oleh sekertaris Li untuknya.


"Hasil tes DNA itu menunjukkan bahwa 99.99% adalah anak tuan"


Avalon meremas kertas yang ditangannya, setelah membacanya sekilas. Jadi, itu memang benar anaknya?.


"Dokter itu mengatakan bahwa Bila hamil lima bulan, sementara usia pernikahan kita masih berjalan lima bulan"


"Memang benar tuan, hitungan kehamilan dihitung dari hari terakhir nyonya mengalami datang bulan, dan terakhir nyonya datang bulan adalah lima setengah bulan yang lalu,"


Avalon terdiam, dia telah salah sangka pada istrinya sendiri. Avalon terlalu dibutakan oleh api cemburu karena Bila mencium bibir Wiliam waktu itu.


"Berarti aku salah, Li?"


Sekertaris Li mengangguk, "Anda telah salah kali ini, tuan" ujar sekertaris Li menyalahkan, ia tidak akan membenarkan sesuatu yang meskipun itu salah. Kecuali di area kelompoknya.


Avalon menaikkan bahunya, "Entahlah, namun aku merasa sangat marah ketika pria bajing4n itu sudah berani menyentuh bahkan mencium istriku" ungkap Avalon seperti curhat pada sekertaris Li.


Sekertaris Li terdiam, jadi ini titik masalah dalam rumah tangga tuan dan nyonyanya akhir-akhir ini.


"Mungkin anda terlalu terpatik dengan api cemburu, tuan"


Avalon diam. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh sekertaris Li. Dan jika memang benar, berarti dia telah salah dalam menilai ini semua, lalu, bagaimana dengan istrinya, dan ya, calon anaknya.


Avalon kemarin mengabaikan Bila yang tak sadarkan diri dibawah lantai, dan hal itu adalah penyebab utama dia kehilangan anaknya. Avalon merasa sangat bersalah sekarang.


"Dimana istriku sekarang?"


"Masih berada di ruangan operasi, tuan"


"Operasi?" tanya Avalon sangat terkejut.


"Ada pergeseran di rahim nyonya, yang menyebabkan harus kembali dioperasi agar rahim nyonya kembali ketempat semula"


Deg!.


Avalon terkejut dengan laporan itu. Bila kembali melakukan operasi karena dirinya, tadi dirinya datang, dan langsung menanyakan tentang siapa ayah dari anak itu, padahal jika dilihat dari posisinya, ia seharusnya mendukung penuh istrinya karena telah kehilangan bayi mereka beberapa jam yang lalu. Bukan malah menuduhnya. Avalon terlalu menyiksa seorang wanita yang tidak lain adalah istrinya.

__ADS_1


Padahal kelompok Camora adalah kelompok yang sangat menghormati, dan melindungi seorang wanita, kenapa dia justru yang membuat wanita terlebih itu adalah istrinya dan wanita yang dipilihkan oleh sang tuan.


Se-brengsek itu kah dia?.


"Aku telah lalai, tuan"


(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)❤️...


"Dokter detak jantung pasien melemah!" lapor seorang suster melihat layar monitor ECG 12 lead yang menunjukkan detak jantung pasiennya.


Dokter yang sedang membernarkan rahim dengan sebuah alat itu mendongak, ia nampak terkejut.


"Lakukan shock segera, dan pastikan denyut jantung pasien semuanya normal."


(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤


Lima jam kemudian....


Pria bertubuh besar namun gagah itu melangkah dengan tegas, tatapan tajamnya yang mampu membuat seorang yang melihat langsung mengalihkan pandangannya.


Dia melangkah di lorong ruang operasi VVIP yang hanya terdapat sepuluh kamar di satu lantainya.


Buaghh...


"Apa yang anda lakukan, Ed!?" tanya sekertaris Li, Ed tidak menjawab, dia malah menatap tajam kearah Avalon.


"Kau telah melanggar apa yang telah kau ucapkan sendiri bajing4n!" pekik Ed menunjuk Avalon dengan tatapan tajamnya.


Avalon diam, memang benar dia telah melanggar ucapannya sendiri ketika meminta sebuah restu pada kedua sahabat istrinya. Ucapan dimana dia akan menjaga Bila dengan seluruh hidupnya, tidak akan mengkhianati, bahkan menyakiti baik mental ataupun fisiknya seujung kuku pun.


Namun, yang dia langgar bukan hanya satu, melainkan banyak, bahkan dihari pertama mereka menikah, dulu.


"Kurang apa sahabat ku padamu, sial4n!" sambung Ed tak habis pikir dengan Avalon.


Setelah mendengar pernyataan dari Adam dan melihat video rekaman cctv di rumah sakit yang Bian retas, Ed tidak bisa menahan emosinya lagi. Sahabat yang ia jaga dan hibur mati-matian malah dibuat sengsara oleh Avalon.


Ed memberontak dari kuncian sekertaris Li, namun pria itu nampaknya mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mengunci pergerakan dari Ed yang jelas memiliki tubuh yang sangat gagah dan lebar.

__ADS_1


Buaghh...


Tidak dari Ed, namun pukulan mentah itu berasal dari seorang sahabat yang sedari tadi nampak tenang. "Aku sudah mengetahui semuanya, dan sesuai dengan kesepakatan, aku dan Ed akan membawa Bila pulang" putus Bian kembali membogem pipi Avalon.


Avalon hanya dapat menerim pukulan itu, "Tidak, Bila istriku. Kalian tidak berhak untuk membawanya per—"


"Suami macam apa yang meninggalkan istrinya yang sedang sekarat karena ulahnya dan membiarkan istrinya semalaman suntuk yang tidak sadarkan diri dilantai dengan kondisi yang mengenaskan?" sergah Ed cepat.


Karena lantai itu adalah lantai kelas VVIP, meskipun mereka membuat keributan tidak akan terdengar karena langsung diredakan oleh alat peredam suara itu.


"Suami macam apa yang tega menuduh istrinya berkhianat dan mempertanyakan pertanyaan yang membuat istrinya bertambah terpuruk?" sambungnya, urat leher Ed sudah terlihat.


Gina duduk dengan memangku Lengkara yang sedang tertidur dengan menutup kedua telinga bocah itu agar tidak mendengar pertengkaran antar pria itu.


Sementara Adam duduk disebelah Gina dengan melihat pertengkaran itu.


"Adam tidak tidurnya?" tanya Gina lembut.


"No," jawabnya dengan nada datar, yang berarti dirinya tidak ingin diganggu dan diberikan pertanyaan oleh siapapun.


Avalon terkejut, dari mana Ed mengetahui semua yang telah terjadi, bukankah ini adalah rahasia rumah tangganya, apa Bila bercerita se-dalam itu pada Ed? Jika iya maka Bila sudah sangat keterlaluan.


"Dapat dari mana informasi it—"


"Jangan kau pikir aku tidak bisa meretas ponsel mu biadab!" umpat Ed kembali. Memang benar, setelah mengetahui kabar bahwa Bila kembali masuk kedalam ruang operasi kembali, dengan sigap Bian mencari tahu apa yang terjadi dengan cara meretas semua yang berhubungan dengan Bila. Mulai dari cctv, ponsel Bila bahkan ponsel Avalon yang pastinya memiliki keamanan hang berlapis dan memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk meretasnya.


"Dan suami macam apa yang meragukan darah dagingnya sendiri dan menuduh istrinya melakukan hubungan gelap dengan dua orang sekaligus?" cecar Bian marah.


Buagh...


"Aku akan membawa Bila kembali, dan aku tidak perduli, dengan semua statusmu!" ujar Bian.


Buagh...


Buagh....


"Jangan harap untuk bisa bertemu dengan Bila lagi!"

__ADS_1


"Aku suaminya! Aku masih berhak atas Bila!" akhirnya Avalon kembali membuka suaranya.


Bian tersenyum miring, ia menepuk pundak Avalon tiga kali. "Aku harap kau tidak lupa. Perjanjian hitam diatas putih ada tanda tanganmu!"


__ADS_2