
"Mommy, ayah tu pa?" (Mommy, ayah itu apa?)
"Mommy, yo eri au Adam!" (Mommy, ayo beri tahu Adam)
"Mommy~"
"Mommy, Ayah tu pa?" (Mommy, ayah itu apa)
"MOMMYYYY!!" Adam terus merengek dan berteriak pada Bila yang sedari tadi hanya diam sebagai tanggapan. Dia bungkam, tidak tahu harus mengatakan apa pada Adam.
Bila menghela nafas nya. "Mommy tidak tahu, tanya saja pada om Ed" Bila melemparkan pertanyaan nya pada Ed. Ed yang sedang berpura-pura memainkan ponsel nya pun meneguk ludah nya kasar.
Ed menoleh, tidak ada Bian, pria itu sedang membelikan keperluan untuk mengobati luka yang Bila dapat kan tadi.
Adam melihat ke arah Ed, tatapan balita itu menuntut jawaban penuh atas pertanyaan nya tentang apa itu 'Ayah'.
Ed menggeleng, "Om tidak tahu, mommy mu tahu, dia berbohong"
Adam kembali ke mommy nya, benar dugaan nya, mommy nya itu berbohong.
"Mommy, pa tu Ayah?" tanya Adam kembali.
Bila menghela nafas nya.
"Ayah itu, pasangan mommy, jadi ada ayah ada ibu, ada mommy, ada daddy" jawab Bila jujur.
Dia telah mempertimbangkan semua resiko nya untuk memberi tahu jawaban apa arti kata 'Ayah' sebenarnya. Bila berpikir jika berjalan nya waktu pasti Adam akan mengetahui apa arti kata 'Ayah'itu.
Jika Bila terus mengelak dengan berbohong, Bila takut jika nanti Adam menjahui nya karena tidak memberi tahu apa arti kata 'Ayah' sebenarnya.
Dengan otak kecil yang mulai bisa berpikir meskipun hampir menginjak dua tahun, Adam mengangguk paham, mencoba mencerna apa arti kata mommy nya sekarang, dan tadi.
"Ati acangan ong?" (Berarti pasangan dong?)
Bila mengangguk, dia tersenyum manis ketika tahu anak nya sudah bisa berpikir dan memiliki otak dengan daya ingat yang sangat kuat.
Ibu mana yang tidak bangga dengan perkembangan anak nya yang lebih cepat dari standar perkembangan anak anak yang lainnya. Meskipun Bila sadar bahwa Adam bukanlah anak kandung nya.
"Erus, di ana addy, mommy?" (Terus di mana Daddy mommy?)
"Uhuk- uhuk" Ed tersedak ludah nya sendiri, dia kaget dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Adam.
"Si4l" gumam Bila. See, sekarang Bila harus melakukan apa? Apa dia harus jujur jika Adam bukan lah anak nya? Bila pusing sekarang.
"Yo, mommy, ana daddy?" (Ayo mommy, di mna daddy?)
"Mommy masih jomblo Dam, dia belum mendapatkan Daddy untuk Adam" jawab Ed membuat Bila menghela nafas nya lega.
"Ooo, ati asih ari ya?" (Oo, berarti masih mencari ya?)
Bila dan Ed mengangguk. "Iya masih mencari"
__ADS_1
Adam yang sudah puas dengan jawaban nya pun kembali duduk di pangkuan Ed.
"Ada apa ini!?" tanya Bian duduk di sebelah Bila.
"Biasa, Adam dengan tingkat ke-kepoan nya" jawab Ed.
Bila mengangguk mengiyakan.
"Ayo, aku bantu obati" ujar Bian mengeluarkan alat untuk mengobati luka Bila.
"Jangan sampai sakit!" peringat Bila.
"Aku tidak berjanji"
Bian mulai membersihkan darah yang mengering di wajah Bila.
"Sial4n, dia membuat wajah ku menjadi jelek!" gerutu Bila.
"bangs4t ini akan membekas ya!"
"Pelan-pelan bicth!"
"Sssttt"
"Ahhhhkkk.."
Bughh...
"Tahan sebentar Bil, ini luka sayatan pasti perih" ujar Bian memenangkan, dia mengusap darah yang tersisa di dalam luka itu sembari meniup nya agar tidak terlalu perih.
"Lebai banget sih, seperti tidak pernah terluka" cibir Ed.
"Iya, memangnya kenapa jika aku tidak pernah terluka ha?!" sahut Bila menge-gas.
"Nyenyenyenye" Ed memanyunkan bibirnya ke depan. Bian menghela nafas nya lelah.
Mereka semua sudah sangat jengah dengan umpatan serta keluhan yang di lontarkan oleh Bila.
"Sial4n!"
"Cialan"
"Hei!" mata Bila melotot ketika mendengar suara umpatan yang di lontarkan oleh bibir kecil Adam.
Bila menyudahi acara pembersihan luka nya, dia berdiri dari duduk nya di atas sebuah tikar di dalam kontrakan milik Ed.
Mereka semuanya akan menginap di kontrakan Ed, karena dari kaca mata Bian, seperti nya mereka akan bergerak ketika sudah mengetahui bahwa mereka telah terkecoh dengan data-data yang Bian pindahkan ke ponsel Wiliam. Apalagi jika Wiliam tahu bahwa Adam telah di bawah kabur, dan kematian anak buah Wiliam yang jumlahnya lebih dari sepuluh.
Bian tidak mengambil resiko dengan tinggal di rumah Bila. Bian said: kita tinggal di kontrakan Ed saja, lagi pula, tinggal di kontrakan Ed tidak menutup kemungkinan jika kita akan di kejar hingga kontrakan Ed.
"Kau bilang apa?" Bila berdiri dari duduk nya, berkacak pinggang di depan Ed yang sedang memangku Adam.
__ADS_1
"Bilang sekali lagi! Kau bilang apa?!" Bila melotot.
"Cialan, cialan, cialan, cialan, cialan!" Adam mengikuti umpatan yang biasa di ucapkan oleh Bila.
"Cialan!" sambung Adam di akhiri dengan kekehaan di akhir nya.
"Kau!" Bila menunjuk Adam.
"Sudahlah Bil, dia mengumpat juga meniru kau yang selalu mengumpat di depan nya" Ed berbicara seperti membela Adam.
Bila menghela nafas nya, benar, semuanya karena dirinya, seandainya dia tidak mengumpat di depan Adam, maka Adam tidak akan meniru. Baiklah, dia akan mengurangi kata umpatan nya mulai sekarang.
"Sekarang kau tidur Dam!" titah Bila menunjuk ranjang Ed di samping mereka.
Adam mengangguk, dia mengantuk, Adam berdiri lalu tidur di ranjang yang di tunjuk Bila, dia tertawa kecil ketika berhasil mengerjai mommy nya sesuai dengan permintaan dari Ed tadi.
"Good night mommy"
Bila duduk di tepi ranjang, dia menepuk-nepuk punggung Adam kecil.
"Aku rasa kita harus segera pindah Bil" ujar Bian tak lama setelah keheningan melanda ketiga nya.
"Maksud mu?" tanya Bila mengerutkan keningnya.
"Dia bukan orang sembarangan, kita di incar, sekarang" jelas Bian mengingat semua data diri dari Wiliam yang dia dapat tadi.
Bila diam, dia memikirkan semua yang terjadi.
"Bagaimana jika kita membuat mereka bangkrut lalu memberitahukan kepada aparat"
"Memang nya mereka bisa bangkrut? Dan apa katamu? aparat? Hahaha" Bian tertawa, di lanjut dengan Ed yang juga ikut tertawa.
Bila berpikir, kenapa mereka tertawa dengan pendapat nya, lalu kemudian Bila mengumpati dirinya sendiri karena berpikiran bodoh mengenai aparat. Mereka tidak bisa menahan Wiliam. Wiliam pasti memiliki orang dalam di dalam kursi kepemerintahan.
"Sial4n, pikiran bodoh macam apa itu?" tanya Bila ikut terkekeh kecil.
"Namun, aku masih heran kenapa kita di incar, perasaan ku kita tidak pernah mengusik ketenangan Wiliam" tanya Ed.
"Kurasa ada hubungan nya dengan Adam" jawab Bila.
"Maksudnya?"
"Aku mendengar beberapa kali mereka menyebut nama Camora,"
"Lalu hubungan nya dengan Adam?"
"Ingat tatto singkatan dari Cmr di samping tulisan aksara Adam di leher Adam?"
••••
Note: jangan lupa untuk mendukung karya ini ya, dengan cara like, komen, dan lainnya.
__ADS_1
Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤(◍•ᴗ•◍)❤