
"Kenapa tidak sekalian kau umpat i di depan wajah nya?" Bila sekarang tengah duduk di rumah nya, malam ini, dia tengah mendengarkan cerita Adam yang mampu membuatnya marah hanya dengan mendengarkan cerita dari Adam.
"Dia menangis mom, aku tak tega untuk kembali mengumpat i nya" jawab Adam, dia tengah melihat rumus bahasa inggris didepannya. Adam sudah bisa bahasa asing itu, namun, Adam belum terlalu lancar karena tidak tahu tatanan yang benar dan tepat untuk berbicara bahasa asing itu.
"Yah, ternyata cengeng, mommy kira dia adalah jagoan" ungkap Bila mengambil ponsel nya, lalu memainkan nya, sementara Adam kembali fokus dengan pelajaran nya.
Suasana hening, hingga ponsel Bila berbunyi dengan nada yang biasa berbunyi ketika ada seseorang yang menelepon.
Adam tidak menghiraukan, dia masih menatap fokus pada bukunya, walaupun ia menoleh sebentar,.tadi.
"Halo, sayang, bagaimana kabar mu?" suara berat itu terdengar di telinga Adam, dia yang sedang menulis menghentikan kegiatannya, berbalik arah lalu melihat Bila dengan tatapan tajamnya.
Adam masih belum bisa menerima seorang pria yang hendak mendekati sang mommy, bukannya kenapa, namun, Adam tidak ingin melihat mommy nya menangis ketika selesai bertemu dengan seorang pria.
Bila tersenyum melihat Adam di sudut matanya, nampak sekali raut khawatir Adam yang terbalut dengan kedataran wajah nya.
Memang benar, Bila sudah sering pergi berkencan sesuai apa kata Bian dan istrinya, Bila hanya menuruti, namun ketika dia mengatakan bahwa sudah memiliki anak, Adam, mereka malah terkejut dan langsung membatalkan rencana hubungan mereka. Dan terkadang, Bila juga mendapat hinaan dari orang orang itu.
Mereka bilang, Bila adalah seorang pelacu® dan hamil di luar nikah, padahal bukan seperti itu kejadian nya, Bila langsung pulang meninggalkan orang yang menghina dirinya, lalu sesampainya di rumah dia langsung membuka laptop nya dan menangis sambil mengambil uang yang berada di rekening orang yang menghinanya tadi.
"Sialan, hahahha aku memiliki uang banyak hiks, dia menghina ku, tapi tak masalah, aku sudah memiliki uang banyak dari rekening nya hahahha hiks.."
__ADS_1
"Baik, kenapa menelepon sayang?" tanya Bila mengigit bibir bawah nya gugup dengan tatapan tajam yang sudah di berikan oleh Adam.
"Au ingin berjumpa deng—Mommy!!" Adam memekik, dia berdiri dan langsung mengambil ponsel mommy nya dengan wajah yang sedikit muram.
Adam melihat ponsel mommy nya, bersiap untuk mengeluarkan semua kata yang pernah dia pelajari dengan om Ed nya dulu, kata kata pedas untuk seorang yang menyakiti hati sang mommy. Lalu mimik wajah Adam yang semula muram kini berganti memeelas, sembari melihat layar ponsel yang memperlihatkan video seorang pria sedang berbicara dengan orang yang mungkin kekasihnya melalui sambungan telepon.
Jadi, Adam lagi lagi di prank oleh sang mommy? Sudah berapa kali Adam terkena jebakan maut dari Mommy nya. Baiklah, Adam akan marah pada mommy nya sebentar lagi.
"Mommy, jangan bercanda, Adam tidak menyukainya!'' Adam meletakkan ponsel sang mommy ke atas meja ketika selesai dia matikan.
Bila tertawa dengan sangat kencangnya mendengar suara kekesalan yang di keluarkan oleh Adam. Bila sangat menyukai nada itu, nada yang mampu membuat Bila iri dengan kehidupan masa kecilnya dulu.
"Utututu, anak mommy, jangan marah ya~"Bila tertawa kecil menarik pipi Adam.
"Mommy, Adam marah~" Adam duduk sambil bersendekap dan memajukan bibir nya.
Bila gemas, dia tertawa kecil, sungguh jika seperti ini, Bila tidak ingin pria yang menjadi penitip Adam kembali dan mengambil Adamnya. Dia sudah terlalu nyaman hidup berdua dengan bocah yang ia tutup satu matanya.
"Ahh... Anak mommy marah ya, mau apa biar tid—"
Ting..Nong...
__ADS_1
Ting...Nong...
"Ah, ada tamu, sebentar" Bila berdiri, dia meletakkan tubuh Adam ke sebelah nya.
"Mommy, jangan menghindar ya!!" pekik Adam yang hanya di beri tawa oleh Bila.
Bila menggelung rambutnya, dan mengerutkan keningnya, siapa yang datang malam malam seperti ini? Apa itu Wiliam, jika iya maka Bila akan membuat Wiliam merasakan tidak memiliki ketenangan selama satu Minggu penuh.
Ceklek..
"Siapa?"
"Angelina Salsabila, maukah engkau menjadi istri ku?"
Satu detik..
Dua detik..
Tiga detik..
Empat detik..
__ADS_1
Hingga detik ke lima Bila menjerit. "YA TUHAN!!! UJIAN APALAGI INII??"