Bad Girl Dan Bayi Titipan

Bad Girl Dan Bayi Titipan
Seorang guru.


__ADS_3

Bila dan Avalon duduk diruang tamu dengan sekertaris Li dan seorang wanita dewasa duduk disebelahnya. Entahlah, memang sedari tadi sebelum Bila dan Avalon duduk, wanita itu sudah berada di sana.


"Kau kesakitan?" nya Bila menekan luka dari peluru yang mengenai lengannya tadi. Dia tengah mengobati luka itu. Avalon menolak dengan alasan bisa mengobati lukanya sendiri, namun dengan paksaan dari Bila akhirnya pria itu menuruti apa yang perintah oleh Bila.


"Tidak" jawabnya menatap datar kearah Bila.


Bila mengangguk, orang seperti Avalon mana mungkin merasakan rasa sakit. "Aku akan mengganti baju" ujar Bila berdiri, namun lengannya ditahan oleh Avalon.


"Duduk!" titahnya.


Bila tidak duduk, dia tetap berdiri dengan tatapan yang penuh arti, "Kenapa? Aku ingin mengganti baju ku?" tanya Bila.


"Duduk, Angelina Salsabila!" jawab Avalon lagi.


Bila menghela nafasnya, Bila kembali duduk. "Ada apa?!" tanya Bila melotot.


Avalon mengedikkan bahunya, lalu menatap wajah wanita itu dengan datar, "Dia adalah gurumu" ucap Avalon membuat Bila tersedak ludahnya sendiri.


Bila berdiri, "Guru? Untuk apa? Aku sudah lulus sekolah!" pekik Bila berkacak pinggang dengan mata yang melotot.


Hey, dia sudah dua belas tahun sekolah, dan Bila sudah muak dengan yang namanya sekolah.


"Duduk, Bila!" peringat Avalon, memang keputusannya untuk menyewa seseorang agar dapat mengajari sang istri sepertinya pilihan yang terbaik.


"Aku sudah dua belas tahun sekolah, Avalon, aku sudah muak dengan yang namanya belajar!" protesnya, dia masih tetap berdiri.


"Duduk, Angelina s—"


"Baik!" Bila duduk dengan sebal, jika Avalon sudah menyebut namanya dengan lengkap dan tatapan tajamnya, maka itu adalah peringatan terakhir dari Avalon sebelum pria itu melakukan sesuatu untuknya.


"Dia akan menjadi gurumu" ujar Avalon menunjuk wanita itu dengan dagunya.

__ADS_1


Bila menggeleng, "Apa lagi yang harus aku pelajari Avalon! Aku sudah dewasa Aku sudah kecewa


*m**emang tak seindah yang kukira*~" sahut bila menolak dengan mentah apa rancana yang akan dilakukan oleh Avalon pada dirinya dengan sebuah lagu yang tengah hits di negara nya.


Memang, Bila dan Adam ketika tinggal di negara sang suami memakai bahasa negara itu, terkadang Bila memakai bahasa Indonesia ketika berkomunikasi hanya dengan Adam.


Avalon yang mengerti dengan bahasa sang istri diam, sementara kedua orang didepan mereka diam karena tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Bila.


'Aku tidak mengerti bahasa itu, aku akan bertanya pada tuan dan akan mempelajarinya' ujar sekertaris Li menggebu-gebu.


Didalam profesinya, secara tidak langsung di tuntun menguasai beberapa bahasa di dunia. Selain untuk berkomunikasi, menguasai beberapa bahasa menurutnya sangat menguntungkan karena dapat langsung mengetahui apa yang telah atau tengah terjadi.


"Memang kau sudah dewasa, namun usia tidak menghalangi seseorang untuk belajar, bukan?" tanya Avalon membuat Bila mengangguk lesu.


(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤.


"Makan ini!" wanita bernama Rose itu meletakkan sebuah piring yang berisi steak didepan Bila.


Setelah pembicaraan lima jam yang lalu, akhirnya Bila diajar oleh wanita bernama Rose itu. Wanita itu adalah guru yang ditugaskan khusus oleh Avalon untuk mengajarinya berbagai adab atau tata krama serta bersikap anggun, elegan di berbagai kondisi.


Dan sudah lima jam pula Bila diajari oleh Rose. Wanita yang menurutnya sangat galak dan tidak dapat mengontrol emosinya sendiri. Tiga jam, Bila hanya mendapatkan pelajaran tentang bagaimana cara berjalan dengan anggun menggunakan heels, dan dua jamnya lagi dia mendapatkan ocehan dari wanita itu.


Bila sempat meminta izin untuk berhenti dan makan siang serta menemui anaknya terlebih dahulu, namun wanita itu justru marah dan menghina dirinya sebagai seorang wanita jalanan yang tidak memiliki tata krama.


Bila diam, dia tidak menjawab, ataupun membuka mulutnya, Bila masih menghormati orang yang telah memberikan ilmu padanya, meskipun sedikit.


Bila mengambil pisau dan garpu disamping steak itu, lalu memegang garpu pada tangan kanan , dan pisau di tangan kiri, kemudian memotong steak itu dengan cara yang biasa dia lakukan, dia memotong dengan cara asal kemudian menusuknya dengan pisau dan langsung memakannya tanpa adanya tata aturan dalam memakan steak sama sekali.


Rose nampak sedikit marah, wajahnya mulai memerah ketika melihat seorang wanita dari keluarga konglomerat sama sekali tidak mengetahui tata cara memakan steak dengan benar, kemana saja selama ini wanita didepannya?.


Bila terus menyantap steak dengan tingkat kematangan yang sempurna, dia menyantapnya dengan mata yang terpejam, seakan-akan menikmati rasa steak yang sangat menggunggah seleranya.

__ADS_1


Bila sangat ketagihan, steak ini memiliki rasa yang sangat enak di lidah, selain rasa daging dari steak ini juga matang sempurna. Lagi pula, Bila sangat lapar karena melewatkan jam makan siangnya.


Hingga tanpa sadar, Bila menaikkan satu kakinya keatas kursi yang didudukinya. Karena sebenarnya, menaikkan satu kakinya diatas kursi adalah kebiasaan Bila dulu. Namun, semenjak dia tinggal disini, kebiasaan itu dia tekan karena tatapan tajam yang dikeluarkan oleh Avalon.


"Enak sekali, aku akan meminta steak seperti ini lagi pada Ana," ucapnya disela sela makan.


Brak....


Bila terkejut, dia langsung berdiri dan menelan steak yang belum selesai dikunyah.


"Uhuk..uhuk... Sial4n!" umpatnya menatap tajam kearah Rose.


"Kenapa?" tanya Bila.


"Anda seperti seorang berandal ketika memakan steak itu! Apa anda tidak pernah belajar etika dasar ini?!, seharusnya anda memakan steak itu dengan garpu berada pada tangan kiri, dan pisau di tangan kanan, anda malah kebalikannya! dan lagi, ketika makan tidak boleh berbicara apalagi menaikkan satu kakinya keatas kursi! Jika anda melakukan hal ini di restoran, anda akan di cap sebagai seorang berandal!" pekik Rose dengan amarah yang menggebu-gebu, menunjuk jari telunjuknya pada wajah Bila, dia bahkan memukul kembali meja itu.


Brak...


"Anda paham?!"


Bila tersenyum mengejek, tersenyum kenapa wanita didepannya ini berteriak ketika menjelaskan sesuatu?.


"Anda seperti seorang berandal yang tidak tahu tata krama!" sambungnya dengan dada yang naik turun, wajahnya memerah.


"Ppfft.... Hahahahhah!" Bila tertawa dengan sangat keras, tawa yang biasa dilontarkan oleh Ed ketika sedang menghina sesuatu.


"Anda gila?! kenapa anda tertawa ketika sedang diberi penjelasan!" Bila menghentikan tawanya.


"Memang, aku sudah gila, namun kurasa kau yang lebih gila karena mengajari seseorang dengan emosi"


(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤.

__ADS_1


Maaf, author sedikit sibuk dua hari ini, makanya up nya lama dan sedikit..


__ADS_2