Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
100. BAB 100 - ALAN ADA DUA (END)


__ADS_3

Sudah dua bulan berlalu, empat pernikahan yang ingin digelar keluarga Van masih tertunda karena Alan belum kembali dari New York. Melissa yang gelisah ingin sekali ke New York. Dia takut kalau kondisi Alan semakin memburuk. Rasa bersalah dari tindakannya yang waktu dulu tidak sengaja mendorong Alan masih belum sepenuhnya hilang.


Di New York, seorang anak kecil berjalan di depan kamar rawat Alan. Alan yang sendirian saja sedikit terkejut ada anak aneh tiba - tiba lewat dan sedang mengendap - endap. Terlihat seumuran dengannya.


"Siapa dia? Apakah dia pasien di rumah sakit ini juga?" Alan turun dari tempatnya dan diam - diam keluar menyusul anak itu. Sebab anak itu sangat mencurigakan, dia memakai kardus yang menutupi kepala dan hanya bola matanya yang terlihat tadi.


"Hey, apa yang kamu lakukan?" tanya Alan menepuk bahu anak itu yang lagi sibuk celingukan sampai tidak melihat siapa di belakangnya.


"Aku sedang dalam sebuah misi, jadi jangan ganggu aku." Anak itu masih mengamati orang - orang di koridor depannya. 


"Eh kenapa suaranya seperti aku?" Alan bergumam dan sedikit terkejut dia bisa bicara sepertinya.


"Hey, siapa kamu? Dan apa misimu?" tanya Alan ingin sekali membuka kardus di kepala anak itu.


"Namaku Kiano dan sedang kabur dari seseorang." Bocah kardus itu menjawab tanpa melihat Alan.


"Ambillah ini, terus bantu aku lewat dari tempat ini." Bocah kardus itu memberi satu kardus pada Alan.


"Hah? Aku harus pakai ini?" tanya Alan mengernyit.


"Ya, bantu aku keluar dari sini." Bocah itu menjawab tanpa menoleh lagi. Dia sangat takut pengasuhnya menemukannya langsung. Terpaksa Alan pakai dan cuma bisa melihat lewat dua lubang kecil untuk matanya.


"Kenapa kamu harus kabur dari sini?" tanya Alan kembali. Anak itu menoleh dan berbisik pada Alan yang setinggi dengannya.


"Aku barusan mendapat sesuatu," jawab Kiano.


"Apa yang kamu dapatkan?" tanya Alan.


"Aku melihat ada laki - laki besar yang mirip denganku dan merasa dia adalah ayah kandungku. Aku mau minta tolong padanya sebelum aku dijual!" Kiano menunjuk dirinya kemudian terlonjak hebat mendengar suara dari pengasuhnya yang sedang mencari - cari keberadaannya.


"Tuan muda..... tolong jangan lari dari saya. Tuan besar akan marah dan menghukum saya. Apa anda tidak kasihan pada saya?" 


"Ayo! Ikut denganku!" Alan menarik tangan Kiano. Merasa hal yang sama bahwa pengasuh wanita itu tidak akan melepaskan Kiano.


"Haih, di mana Tuan muda?" Pengasuh itu berdiri di depan pintu ruang rawat Alan dan mengeluh tidak menemukan jejak majikan kecilnya. Akhirnya dia pergi ke tempat lain.


"Sekarang kamu aman, dia sudah pergi." Alan yang bersembunyi di sisi tempat tidurnya pun menengok ke Kiano yang mendadak berdiri dan memandangi foto Ezra dan Nara di atas meja.


"Woaahhh, siapa ini?" tanya Kiano.


"Apa mereka kakak - kakakmu?" tambah Kiano masih belum membuka kardus di kepalanya.


"Bukan kakak aku!" sentak Alan sedikit marah.


"Lalu siapa?" tanya Kiano melihat Alan yang juga masih memakai kardus.


"Dia ayahku, ini Ibuku, orang tuaku."


Kiano tertegun karena Ezra dan Nara masih sangat muda mempunyai anak umur lima tahun.


"Sungguh laki - laki dalam foto itu ayahmu?" Kiano memegang dua bahu Alan dan bertatap mata. Dia sangat ingin tahu lebih jelas. Seketika pintu kamar Alan terbuka. Dua anak - anak itupun menoleh. Mata Kiano membola pada Ezra, Nara dan Reyhan yang masuk ke dalam ruangan sambil sibuk bicara.

__ADS_1


"Syukurlah, Alan sudah sembuh. Kalau begini kita bisa cepat - cepat pulang ke Indonesia," ucap Nara lega sudah mendapat hasil memuaskan dari operasi transpalansi dua minggu lalu.


"Dan menggelar pernikahan Bang Kevin, Kenan, Devan dan Davin yang tertunda," tambah Ezra ingin segera pulang.


"Hmm... tinggal mengurus sisa - sisa yang diperlukan untuk kepulangan Alan." Reyhan tersenyum kecil dan kemudian menoleh cepat, diikuti Ezra dan Nara pada Alan yang memanggilnya.


"Papah! Mamah! Om Rey!"


Tiga orang itu terbelalak pada dua anak yang memakai kardus yang sama, begitupun mata Kiano terbuka lebar - lebar pada Ezra yang punya wajah yang persis sekali dengannya. Hanya saja rambut Ezra beda karena rambut Ezra modelnya cepmek. Rambut gondrongnya itu diikat ke belakang.


"ALAN, jangan bikin orang tua jantungan!" sentak Ezra dan Nara menunjuk Alan yang memakai baju pasien.


"Alan, siapa anak yang ada di sebelahmu?" tanya Reyhan menunjuk Kiano yang terdiam.


"Alan, buka kardusnya! Ini rumah sakit, bukan tempat bermain kostum." Ezra dan Nara menyuruh kedua anak itu. Alan pun secepatnya melepaskan topengnya disusul juga oleh Kiano.


Sekali lagi tiga orang itu membola kaget. Mulut Ezra dan Nara menganga bisa melihat ada dua anak yang berdiri dengan wajah dan tinggi yang sama. Keduanya pun menatap ke Reyhan.


"Abang! Jelaskan ini, kenapa Alan ada dua?"


"Abang pasti sudah membelah Alan jadi dua, kan?"


"Abang ini benar - benar sudah keterlaluan! Alan itu anak yang tidak bersalah, kenapa Abang tega jadikan Alan sebagai bahan percobaan. Ini kejahatan."


Melihat orang tuanya mengomeli Reyhan, Alan pun menoleh ke Kiano. "Akhh! Siapa kamu?!" Alan yang shock menunjuk Kiano yang juga terkejut baru melihat wajah Alan.


"Akhh! Kenapa wajah kita sama? Kamu pasti menjiplak wajah aku, kan?" seloroh Kiano menujuk juga.


"Hey, Papah! Akhirnya Kiano bertemu papah di sini." Kiano senang orang dewasa yang dia lihat sudah ditemukan.


"What? Papah?" Mahendra menatap heran bergantian Kiano dan Alan.


"Sebentar, ini kenapa tiba - tiba Alan ada dua, Rey?" Mahendra bertanya ke Reyhan, Ezra dan Nara yang juga kebingungan. Kiano pun memekik. "AKU BUKAN ALAN! NAMAKU KIANO!"


"Kiano? Nama kamu, Kiano?" tanya Nara.


"Ya kakak cantik, namaku Kiano dan sedang mencari papah kandungku. Sekarang aku mau bawa papahku yang ini! Aku yakin papahku ini bukan dia!" Kiano menginginkan Mahendra bukan Ezra yang tadi sempat dikira papahnya juga.


"Ayo papah, pulang bersamaku. Nanti Kiano kasih uang dan es krim!"


Mahendra sedikit kesal melihat selembar dollar di tangan mungil Kiano, yang artinya bocah itu sedang membelinya dengan harga yang murah. Ezra, Nara dan Reyhan menahan tawa melihat Kiano sedikit menggemaskan dan menjengkelkan.


"Enak saja! Aku tidak mau kamu bawa om ku!" Alan memeluk Mahendra. Kiano berkacak pinggang.


"Dia papahku tahu!" sentak Kiano gemas.


"Mana buktinya?" tanya Alan dingin.


"Ouh ya, dia juga mirip sekali denganmu, siapa tahu dialah papah kamu," ucap Mahendra menunjuk Ezra.


"Tidak! Papahku bukan dia!" bantah Kiano.

__ADS_1


"Bukan kenapa?" tanya Reyhan.


"Dia terlalu muda dan payah jadi papahku." Mendengar ucapan Kiano itu, Alan pun marah mewakili Ezra yang juga kesal.


"Jangan ejek papahku! Papahku itu hebat! Sayang Alan! Kamu pergi dari sini!" usir Alan mendorong sedikit bahu Kiano.


"Tidak mau! Kiano mau sama Papah!" Kiano memeluk erat Mahendra.


"STOP!" Mahendra bicara lantang mewakili hati Nara yang gemas melihat dua anak itu bertengkar. 


"Daripada ribut - ribut, kalian berdua perlu dites dulu." Mahendra mengangkat Alan dan Kiano bagai barang orderan yang sangat ringan. Alan dan Kiano cemberut. Saling membuang pandangan.


"Tes apa, Kak?" tanya Nara dan Ezra.


"Reyhan, kamu tahu kan apa yang perlu dilakukan pada dua anak ini?" Mahendra melirik Reyhan. Sontak saja Reyhan mencabut satu rambut Ezra dan dua anak itu. Tidak ketinggalan, rambut Mahendra juga dicabut paksa.


"Weh, kenapa rambutku juga dicabut?" tanya Mahendra merasa sakit dicabut kasar.


"Siapa tahu anak ini dari hasil perselingkuhanmu." Reyhan menahan tawa mengatakan itu.


"Haih! Mana ada! Aku hanya setia pada istriku!" celetuk Mahendra. 


"Ya sudah, malam ini kita ke Indonesia. Aku akan melakukan tes DNA kalian di sana." Reyhan menyimpan empat helai rambut itu ke dalam empat plastik yang berbeda.


"Lalu bagaimana dengan anak ini?" tanya Nara menunjuk Kiano. 


"Dia ikut bersama kita pulang ke sky house." Mahendra dan Reyhan kompak menjawab.


"Serius?" Ezra dan Alan terkejut.


"Tapi apa tidak masalah?" tanya Nara sedikit cemas keluarga Kiano mencarinya, tapi sejujurnya sangat penasaran identitas Kiano.


"Tidak apa - apa! Kiano sudah lama mencari papah dan ingin bertemu mamah!" Kiano masih saja memeluk Mahendra. Alan pun mendengkus merasa Kiano tadi bohong sudah bilang mau dijual tapi ternyata hanya tidak mau kembali pada pengasuhnya. Alan sedikit menyesal membawa Kiano bersembunyi. Mereka pun membawa Kiano pulang ke sky house membuat pengasuh yang tidak menemukan Kiano pun melapor ke majikan kecilnya yang lain.


"Maaf Nona, tuan muda Kiano hilang." Pengasuh cantik itu sedikit cemas Kiano diculik oleh musuh. Anak yang sombong di depannya itu membuka kacamata hitamnya dan menampilkan wajah dan mata yang sama dengan Kiano. 


"Tidak perlu dicari, saudara cengeng Kiara itu sekarang berada di tempat yang tepat. Ayo kita pulang dan paksa kakek bawa kita ke sana, tempat Kumi dan mamah kandung Kiara." 


Anak perempuan itu masuk ke dalam mobil hitam setelah melacak lokasi Kiano yang sedang dibawa oleh keluarga Van menuju ke bandara. Rencana yang sudah lama kedua anak itu tunggu dari informasi yang didapatkan dari pencarian Kumi di sana.


Setelah menempuh jarak yang jauh, mereka pagi ini tiba di sky house dengan selamat. Berbagai sambutan meriah dari penghuni sky house untuk Nara dan Alan yang sudah kembali dari New York. Melissa yang melihat cucu laki - lakinya di sebelah Mahendra langsung saja diberi pelukan rindu. Namun mendadak semua diam ketika melihat Ezra masuk dan menggendong satu anak lagi yang tidak lain adalah Alan yang asli.


"Loh, kenapa Alan ada dua?" Mereka menunjuk Alan dan Kiano bergantian dengan wajah terheran - heran.


"Ehhhhh.... siapa anak ini?" Melissa menatap Kiano dengan kebingungan dan shock berat sudah salah peluk.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


🤣Bagaimana ya reaksi semua orang setelah mendapat hasil tes DNA dari Reyhan🤭🙏yeahh musim 1 tamat dengan hasil yang menggantung. Tapi ada lanjutannya 🤗 Terima kasih kalian sudah menemani author sampai di akhir cerita musim🙏ini. Kalau ada kata salah/tipo mohon dikoreksi/dimaklumi ya. 


Tembus 50 like🙏update lanjutannya ini di lapak ini juga supaya cerita awal niat Bu Mayang merahasiakan kelahiran Alan terbongkar tuntas dan asal usul keluarga yang mengambil dua bayi kembar Ezra dan Nara. Babnya cuma sedikit kok karena cuma ekstrak park🤭Terima kasih semua atas dukungannya, sehat selalu 💕💕💕💕💕💕💋💘

__ADS_1


Btw, Bu Mayang kemana ya🧐


__ADS_2