Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
73. BAB 73 - HAMIL LAGI?


__ADS_3

"Calon... calon anak kedua? Maksudnya?" Mulut Melissa hampir kaku dibuatnya.


"Ya, Nara sekarang hamil lagi." Ezra mendengkus dan sedikit senang merasa Ibunya pasti syok berat. Sedangkan Mahendra dan yang lainnya tampak emosi tahu adik iparnya kebobolan lagi.


"Sekarang jalani hidup kalian masing - masing dan mulai hari ini jangan ganggu kehidupan baru ku -" putus Ezra lengannya ditahan Melissa.


"Tunggu, tadi kamu bilang hamil lagi?"


"Ya, nyonya Melissa." Ezra menjawab Ibunya dengan frontal eh maksudnya formal alias wanita itu sudah jadi asing baginya.


BRUK


"MAMIIII!" teriak mereka terkejut Melissa jatuh pingsan. Mata Ezra pun membola, sadar sudah keterlaluan.


"Mami! Bertahanlah!"


"Jangan mati dulu, Mami."


"Mami tetaplah hidup walau sebentar saja."


"Sadarlah Mami, tunggu kami menikah semua baru Mami pindah alam."


PLAK


PLAK


PLAK


Elvan yang juga panik, ia menampol satu - satu kepala adik - adiknya yang sedang mengerumungi Melissa.


"Bodoh, bukannya telepon Dokter malah bicara yang tidak - tidak," decih Elvan mau telepon namun ditahan Reyhan.


"Weh, Elvan, tidak perlu telepon Dokter. Aku dan calon istriku juga bisa tangani Mami," ucap Reyhan tampak kesal seperti tidak dianggap Dokter di rumahnya sendiri.

__ADS_1


"Oh ya, lupa."


Dokter cantik menahan tawa melihat kelakuan anak - anak Van Klaveran yang pada absurt. Elvan pun membawa Melissa ke kamarnya bersama Reyhan dan Dokter cantik. Untuk sementara ini Melissa tidak tahu lagi mau senang atau sedih. Yang jelas semua anak - anaknya menyebalkan.


"Weh, Mahendra, sekarang coba kamu telepon Vano," perintah Kevin ke Mahendra yang masih mengelus pipinya yang masih sakit. Ia berdiri di sebelah Garce yang sudah disuruh masuk oleh trio biawak.


Saat mau dijawab, sontak saja Zehan teriak panik. "AH GAWAT!"


"Gawat? Kenapa?" tanya Ezra dan semuanya, termasuk Garce, kecuali Elvan, Reyhan dan si Dokter lagi merawat Melissa.


"Vano, Melly dan Nara dikepung!" ucap Zehan ketakutan.


"Apa? Dikepung? Bagaimana kamu tahu, Kak?" tanya Garce. Zehan pun menunjukkan video call. Sebuah pengepungan para preman yang diperlihatkan dari hapenya Nara.


"Pappa huwee...." rengek baby Alan dalam video itu.


"Oh no, my baby!" Tanpa babibu lagi, Ezra keluar mengambil motornya. Brum!


EZRA!


Semuanya menampol jidat ke Ezra yang mempermalukan diri mereka di depan Garce.


"Kita harus ke sana!" Biyan menarik Zehan dan Julian keluar, masuk ke dalam mobil Mahendra. Menancap gas, menyusul Ezra.


"Weh, ada apa ini ribut - ribut?" tanya Elvan datang dan langsung dijawab kalau Nara dalam bahaya.


"Bagus, Elvan sudah berkumpul, kita juga harus bantu mereka," ucap Kevin mau menarik Elvan namun sontak ada yang jatuh.


BRUK


Lagi - lagi si kembar lima, Elvan dan Garce terlonjak melihat Mahendra pingsan.


"Pak Mahendra!" Panik Garce tak sangka kepseknya pingsan juga.

__ADS_1


"Sial, sepertinya Mahendra tertekan, aku dan Garce tetap di rumah, kalian berempat menyusul saja." Elvan memapah Mahendra bersama Garce, membawanya ke kamar.


"Baiklah, ayo kita ke sana!" Setelah keluar rumah, tiba - tiba Kenan menahan tiga saudara kembarnya.


"Ada apa?" tanya Kevin, Davin dan Devan.


"Sebentar, kira - kira kita pakai apa ya?" gumam Kenan melihat ke parkiran tidak ada kendaraan.


"Ya ya, kita pakai apa? Masa jalan kaki?" Devan dan Davin garuk - garuk.


"Keknya tidak usah ikut deh," ucap Kenan.


"Woy, noh di sana ada yang bisa kita pakai," ucap Kevin menunjuk ke satu parkiran.


"Nani?" Kenan dan yang lainnya kagum melihat helikopter milik Mahendra yang dipakai dalam militernya.


Senyum mereka mengembang dan langsung menaiki helikopter Mahendra. Mereka bersorak bisa merasakan kendaraan yang keren itu. Namun ketika sudah lepas landas, Kenan pun bicara ke Kevin yang mengendalikan mesinnya.


"Btw, lu bisa pakai kan?" tanya Kenan, Devan dan Davin cemas bakal dibawa hilang dari jalur.


"Tenang saja, aku bisa kok, anggap saja lagi tunggangi gajah." Seringai Kevin langsung terbang ke kordinat lokasi Nara.


"Ahhh Kevin! Gajah dan Helikopter beda gobllok!" Tiga kembarnya histeris. Sedangkan di kamar Melissa, wanita itu hampir terbangun mendengar suara helikopter tapi Reyhan segera menutup lubang telinga Ibunya pakai kapas dan suntik obat tidur. Si Dokter cantik cuma bisa geleng - geleng melihat calon suaminya yang juga aneh.


Sementara di tempat berbeda, satu astronot kembali ke Bumi. Yang tidak lain adalah Samudra yang pulang melihat saudara kembarnya. Melalui batinnya, ia merasa ada yang tidak beres pada Mahendra dan semua adik - adiknya.


"Ah sial, lagi seru - serunya malah kacau gara - gara perasaan ini." Samudra yang punya wajah mirip Mahendra, ialah satu - satunya anak yang pernah dicoret Melissa. Anaknya yang sangat - sangat pembangkang.


Meski dibuang sampai ke luar angkasa, Samudra tetap bakal pulang ke pelukan sang Mami tercinta, apalagi tahun baru tinggal sebulan lagi. Ia ingin merayakannya bersama 12 anggota keluarganya.


.


🤣Yeahhh 12 anak Mami mau berkumpul dan meramaikan sky house🔥 Semoga Mami Melissa luluh hatinya setelah sadar dari siumannya wkwk...

__ADS_1


Jangan bosen - bosen ikuti family baby Alan. Selanjutnya tolong siapkan diri karena bakal 🔥🔥panas - panas dingin. Alias heboh di jalan🏃‍♀🏃‍♀🤭bukan di kamar.


Lanjut 2 bab sekarang?


__ADS_2