Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
102. EXTRAK PART (2) - KIARA


__ADS_3

"Hmm, gak dengar ahh!" Ezra pergi duluan.


"Mamah ke kamar susul Papah. Terus kalian berdua pergi tidur ke kamar yang dekat kamar mamah ya." Tunjuk Nara.


"Baik, Mah!" paham Alan pada Ibunya yang menyusul cepat Ezra ke kamar. Dua anak itupun masuk ke dalam kamar mereka sendiri lalu memakai piyama yang sama dan tidur di ranjang yang sama. Namun tiba - tiba, Kiano turun dan mencari sesuatu.


"Hey, apa yang kamu cari?" tanya Alan.


"Aku cari laptop, apa kamu punya?"


"Untuk apa mencari benda itu?" Alan menghampiri Kiano yang rupanya sudah tahu bermain laptop. Karena Kiano sudah dilatih di sebuah les khusus.


"Aku mau menghubungi Kiara! Dia harus tahu kalau aku sudah sampai di sini." Kiano menunjuk ke bawah lantai.


"Apa maksudmu?" tanya Alan kurang paham. Kiano pun menarik Alan duduk di ranjang. Menceritakan sedikit tentang Kiara, menjelaskan bahwa Kiara punya teman jepang yang mempekerjakan laki - laki sebagai bodyguardnya dan laki - laki itu mirip dengan Kiano dan Kiara. Dari situlah dua anak perempuan itu bertukar infomasi. Kebetulan Kiano dan Kiara tidak punya orang tua, maka bisa saja Ezra dan Nara adalah orang tuanya.


"Jadi Kiara itu saudara kembar kamu juga?"


"Ya benar! Dia yang merencanakan ini semua! Dan dia itu kakak yang menyebalkan."


"Tapi mamah tidak pernah bilang punya anak selain aku," ucap Alan kurang percaya.


"Apa mungkin mamah dibuat lupa? Melupakan kita yang dijual sama orang lain?" Alan terkejut mendengar Kiano mengaku dan sedih.


"Tidak! Mamah tidak mungkin jahat melakukan itu." Alan membantah keras. Kiano menunduk sedih dan mulai sesegukan. "Tapi kami pernah mendengar itu dari kakek." Kiano mengusap terus air matanya yang berjatuhan.


"Men… mendengarkan apa?" tanya Alan sedikit kasihan pada Kiano.


"Kami berdua dijual di situs ilegal." Kiano tidak bisa membendungnya lagi sehingga menangis di depan Alan. Alan pun memeluk Kiano yang terisak - isak tanpa henti. Kiano memang menangis tapi suaranya tidak terdengar, cuma air matanya yang silih berlinang malam ini.

__ADS_1


"Kenapa tadi kamu tidak jujur?" tanya Alan mengusap air mata Kiano.


"Kiano takut, takut dijual lagi." Mendengar ratapan anak kecil itu, Nara yang tadi ingin masuk melihat dua anak itupun tidak jadi karena sangat terkejut.


"Dijual? Aku menjual mereka?" Nara masuk ke dalam kamarnya sendiri membuat Ezra yang habis dari kamar mandi pun segera duduk di sebelah Nara yang bergetar seperti habis melihat hantu.


"Hey, sayang! Ada apa denganmu?" tanya Ezra khawatir. Nara tersedu - sedu. "Aku…. aku tidak mungkin lakukan itu, Za!" tangis Nara menutup wajahnya dengan dua telapak tangan.


"Lakukan apa?" tanya Ezra. Melihat istrinya tidak bisa tenang, dia pun menariknya ke dalam pelukan. "Aku pernah menjual anak, Za." Ezra melepaskan pelukan itu dan bertanya, "Jual anak? Serius?"


"Aku tidak tahu apakah itu benar atau tidak, tapi yang jelas dulu aku benar - benar tidak ingat apapun."


"Lalu dari mana kamu dapatkan ini?" tanya Ezra mengnyeka embun yang berderai dari mata istrinya.


"Kiano… hik…anak itu sedang menceritakan semuanya pada Alan."


"Dia sungguh anak kita dan Alan punya dua saudara kembar selama ini."


"Sudah, sayang. Besok aku coba tanya langsung pada anak itu. Kamu tenanglah, okeh?" Ezra mengecup lembut kening Nara lalu menarik selimut, menutupi setengah badan Nara dan istrinya yang masih sedikit menangis. Setelah itu, Ezra mendekap Nara dan berharap ucapan istrinya itu tidak benar.


Ezra sudah yakin, pasti dulu Nara sangat menderita dan bersusah payah mengandung tiga janin darinya. Namun yang lebih penting adalah Bu Mayang perlu jujur apa yang telah terjadi pada Istri dan ketiga anaknya enam tahun lalu, tepatnya sebelum tiga anak kembar itu dilahirkan. Sebenarnya, siapa yang jahat?


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Di rumah lain, keluarga Yuu.


"Paman!" Kumi menghampiri asistennya.


"Ya nona, ada apa?" Asistennya yang mau istirahat pun tidak jadi masuk kamar.

__ADS_1


"Paman, apakah bisa menjemput seseorang di Bandara sekarang?"


"Tapi nona, ini sudah jam 10 malam." Asistennya menunjuk jam tangan di atas dinding.


"Ayolah paman! Teman Kumi yang itu mau datang ke sini. Kalau tidak mau paman pergi jemput, Kumi suruh Ayah yang jemput." Kumi berjalan ke kamar ayahnya.


"Baiklah, nona." Asistennya terpaksa nurut daripada nanti ditegur oleh majikannya yang tidak menuruti si majikan kecil.


"Yeah! Akhirnya dia bisa datang di sini!" Kumi masuk ke dalam kamar dan duduk di depan laptopnya. Anak blasteran jepang itu mengirim sebuah surel.


[Kamu tidak perlu naik taksi, pembantu ayahku sudah datang menjemputmu] - Kumi.


[Thank, Kumi. Your the best!] - Kiara.


Setelah memberi informasi, Kumk ingin melipat laptopnya tapi tiba - tiba ada Email lain yang masuk dari bodyguardnya.


[Hey, Kumi! Saya sudah kembali dari New York. Seperti yang dulu pernah saya katakan, besok pagi saya akan ke rumahmu mengembalikan uang itu.] - Ezra yang tampak belum tidur gara - gara kepikiran dari ucapan istrinya yang sekarang sudah tidur tenang.


[Baiklah! Bayarnya 2x lipat, om!] - Kumi sedikit jengkel baru dikirim pesan oleh bodyguardnya itu.


[Tenang saja! Saya sudah banyak uang! Mau minta 1 milyar pun bisa saya kirim besok!] - Ezra tampak senang karena aset kekayaannya sudah kembali semua dan bahkan bisa membeli banyak saham, membangun perusahaannya sendiri.


"Om sudah kaya karena salah satu anak dari keluarga Van! Keluarga yang dulu pernah ditangani oleh ayah paman Dokter Kumi!" Ketus Kumi yang capek - capek mencari tahu identitas asli Ezra sebulan lalu dan ternyata si bungsu yang melarikan diri dari sky house.


[Woah! Kalau begitu, jangan lupa bawa anaknya! Dan sebelum berhenti, om harus bawa Kumi ke wahana! Kumi punya teman yang juga ingin bertemu om.] - Kumi kembali mengirim balasan.


[Okeh, tunggu saja besok pagi!] - Ezra.


Senyum Kumi mengembang, tidak sabar bagaimana reaksi Ezra berhadapan dengan Kiara yang datang bersama pengasuhnya saja, karena si kakek lagi sibuk mengurus sesuatu di kelompok Mafianya di sana. Sedangkan Kiara yang di dalam mobil asisten Kumi, tampak anak kecil itu menggerutu karena tidak dapat satupun balasan dari Kiano. "Haih! Kiano curang!" Kiara cemberut membuat pengasuhnya sedikit gemas ingin mencubit anak lima tahun lebih itu yang punya sifat sombong, keras, pemberani dan juga genius IT dengan IQ tinggi. Calon ketua Mafia yang diincar oleh para musuh - musuh sang kakek, terutama Kiano pun ditandai anak incaran mereka karena Kiano genius menyelinap dengan IQ tinggi di dalam bidang seni bela diri, kuat, lentur dan tangguh.

__ADS_1


.


Ciee Ezra dan Nara dapat rejeki noplok kalau tahu mereka semua pada genius🤣pantas saja Kiano bilang payah sama Ezra🤭sekali lirik dah tahu bapaknya gimana wkwk


__ADS_2