Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
41. BAB 41 - KEMBAR LIMA


__ADS_3

"Sebentar." Nara menggeser Ezra dari atasnya, beranjak duduk dan memeluk tubuhnya yang hampir menuruti bir@hi suaminya itu.


"Kenapa? Kamu tidak mau membuktikannya?" Ezra berbaring miring dan dengan satu tangan menopang kepalanya.


"Aku… rasa kalau mau buktikan masih ada cara lain, bukan seperti ini." Nara masih ragu menyerahkan tubuhnya yang kedua kalinya ke Ezra.


"Karena ucapanku yang tadi, kamu masih tidak percaya dengan ungkapan cintaku barusan?" tanya Ezra tahu Nara takut diberi harapan palsu.


"Nara…." Ezra duduk, mengambil dua tangan Nara yang dingin dan menggenggamnya lembut.


"Maaf, aku benar - benar minta maaf soal yang tadi di teras, aku khilaf,"


"Aku menyesal sekali sudah mengataimu bodoh dan bego bahkan menyuruhmu lompat ke bawah, harusnya aku tidak seperti itu pada istriku yang cantik ini. Maafkan aku, sayang." Sambil mengelus tengkuk Nara, dia juga tersenyum manis.


"Aku… aku," gagap Nara takut percaya apakah Ezra sekarang sungguh sudah tobat atau cuma pura - pura ingin merebut hatinya demi asetnya aman.


"Baiklah, kalau kamu masih ragu, aku akan membuktikannya." Ezra turun dari ranjang, berjalan ke jendela yang terbuka.


"Ezra, apa yang ingin kamu lakukan?" Nara syok suaminya itu mau terjun ke bawah. Ia bergegas turun dari ranjang dan menjepit kaos bagian belakang suaminya.


"Aku mau lakukan apa yang tadi aku perintahkan padamu,"


"Jangan, kamu bisa mati," larang Nara.


"Biarin, biarkan aku mati, biar kamu percaya dan jadi janda muda! Setelah itu kamu boleh nikah sama Daffa!" ucap Ezra ngotot. Karena kalau dipikir - pikir, dia juga capek hidup sekarang.


"Tidak! Aku tidak mau nikah sama Daffa maupun sama orang lain, aku lebih baik menjanda daripada menikah lagi," pekik Nara sampai ke luar kamarnya yang tampak Mahendra tidak sengaja lewat dan akhirnya menguping di balik pintu yang sedikit terbuka.


'Janda? Apa maksudnya Nara itu?' pikir Mahendra.


"Kamu lebih memilih menjanda daripada nikah lagi?" tanya Ezra turun dari jendela dan berdiri di depan Nara yang mengangguk kecil.


'Nara dan Ezra lagi ngobrol apaan sih?' batin Mahendra sangat penasaran.


"Kenapa? Kenapa tidak mau?" tanya Ezra kepo.


"Ka… karena aku sudah jatuh cinta padamu dan aku ingin seperti Ibuku yang cinta ke ayahku sampai mati." Awalnya Nara ingin menikah dengan Daffa, tetapi karena terlanjur mencintai Ezra, pikiran itu baru muncul.


'Astaga, anak jaman sekarang memang bodoh sekali.' Mahendra tidak habis pikir Nara bisa - bisanya mencintai Ezra yang barusan melukai hatinya dan model adik iparnya ini agak mirip juga sama sang Mami. Mahendra pun sedikit mengintip dan langsung terbelalak saat melihat adiknya itu berada di atas Nara.


BRAK!


Ezra dan Nara sama - sama menoleh ke pintu yang menampakkan Mahendra dengan raut muka merah padam dan mata yang berapi - api.


"Ahhh, ….ampun jangan potong burungku!" 

__ADS_1


Ezra lari sembunyi ke bawah kolom ranjang. Sedangkan Nara menarik selimut menutupi tubuhnya yang hampir telanjang dan menelan ludah habis - habisan sudah tertangkap ingin bercocok tanam. Padahal keduanya sudah resmi jadi suami istri tapi entah kenapa seperti anak ayam yang kepergok belum halal.


"Ezra…. kamu ini memang perlu dikubur hidup - hidup. Bukan ini namanya pria sejati, bodoh! Istrimu barusaja habis menangis dan kamu mau melukainya lebih dalam lagi?!!" kelakar mantan militer itu ke Ezra yang ketakutan karena sudah diperingati jangan lakukan itu sebelum lulus sekolah.


"Tidak kok, aku tadi itu cuma mau pemanasan doang," elak Ezra tidak mau disunat sekian kalinya.


"Banyak alasan! Cepat keluar dari sana!" Mahendra menangkap kedua kaki adiknya dan mulai menarik Ezra keluar.


"Ahhhh…. suerrr…. aku cuma pemanasan doang! Terus buktikan cintaku pada Nara!" ronta Ezra menendang - nendang. Melihat dua saudara itu bertengkar layaknya anak - anak, Nara sedikit tertawa.


"Alasan banget! Kalau cinta nggak begini juga kali! Kamu ini bilang saja pengen enaknya doang!" kesal Mahendra menarik paksa adiknya itu keluar sampai - sampai boxer Ezra melorot.


"Kyaaa…." jerit Nara menutup mata karena kaget melihat lobak besar suaminya yang tegak ke atas. Membuat suami istri muda itu bersemu merah.


"Ahhh…. sialan! Jangan asal tarik dong!" kesal Ezra berdiri cepat, menarik boxernya kembali dan menutupi lobaknya.


"EZRA!! KAMU INI MEMANG PEMBOHONG KELAS KAKAP! SINI AKU LEMPARKAN KAMU KE KOLAM SAUDARA ASLIMU." Jewer Mahendra menjepit daun telinga adiknya. Ingin membawanya ke kolam buaya.


"Auhh iya, aku emang pengen begituan tapi tenang saja, aku pakai ini kok. Jadi pasti Nara nggak bakal hamil lagi." Jujur Ezra mengaku seraya menunjukkan bungkus kecil berisi kondhom jumbo.


Mahendra membola dan Nara merona terus melihat kelakuan asli Ezra yang benar - benar mesum karena menunjukkan itu ke kakaknya. Sebelum kakak iparnya meledak, Nara menyahut duluan.


"Stop, jangan ribut lagi!"


"Baby…  baby Alan kemana ya?"


Dua cowok itupun bertatapan karena dari tadi tidak ada suara tawa maupun tangis bayi itu.


"Anakku?"


"Keponakanku?"


Nara turun dari ranjang menengok ke ayunan tetapi kosong. "Di sini tidak ada, kemana baby Alan?" tanya Nara pada Mahendra.


"Ah gawat! Baby Alan ada di bawah!" Mahendra berjalan ke pintu namun berhenti saat di luar rumah ada klakson dari dua mobil hitam.


"INI DARURAT! EZRA CEPAT PAKAI BAJUMU, NARA RAPIKAN TAMPILANMU! TERUS KALIAN SUSUL AKU KE BAWAH, CEPAT!"


Nara yang tidak tahu apa - apa langsung saja nurut, begitupun Ezra jadi kesal karena lobaknya berpuasa lagi. 


Sedangkan Mahendra menuruni anak tangga ingin cepat mengambil baby Alan namun setelah sampai ke lantai bawah, Mahendra mematung keponakannya itu sudah ada digendongan Elvan dan dikelilingi lima adik kembarnya yang masing - masing dengan ekspresi berbeda. 


"Mahendra, bayi dari mana ini?" tanya Elvan serius.


"Lucunya, ingin sekali aku sunat sekarang bayi ini," gemas Reyhan melihat lobak kecil baby Alan yang panjangnya 1 cm.

__ADS_1


"Matanya mirip kamu, jangan - jangan ini anakmu?" tebak Kevin dengan mata sinis.


"Wih siapa sih Ibunya?" tanya Davin mentoel - toel pipi tembam baby Alan 


"Mahendra, apa kamu sudah menikah tanpa sepengetahuan kita dan Mami?" tanya Devan dan Kenan cemberut.


Mahendra masih diam sedang mengumpulkan penjelasan dari awal masalah sampai sekarang. Namun saat mulutnya ingin berkata, ke enam saudaranya itu tercengang ke arah tangga. Nara yang pakai baju tidur yang ketat dan jalan di sebelah Ezra, ia juga terkejut ada enam laki - laki datang bersama. Lima diantaranya punya wajah yang sama namun memiliki tahi lalat dan pesona yang beda.


Sontak saja Ezra ditarik ke tengah - tengah oleh si kembar lima, sedangkan Elvan masih diam di tempat menatap Nara berdiri ketakutan di belakang Mahendra.


"Woy, Ezra, katakan sejujurnya siapa cewek seksi ini?" tanya Kevin.


"Siapa namanya? Tinggal di mana? Apa nomor WAnya?" tanya Kenan.


"Apa dia istri Mahendra? Atau simpanannya? Atau pembantu?" tanya Davin.


"Sejak kapan mereka menikah? Dan sejak kapan bayi itu lahir? Dan sejak kapan cewek ini datang?" tanya Reyhan.


"Woy jawablah cepat, Ezra!" desak Devan membuat Ezra yang diserang pertanyaan bertubi - tubi itu agak sebal sendiri punya saudara yang mulutnya tak bisa direm. Ketika mau dijawab, si kembar lima meninggalkan Ezra dan menghampiri Nara langsung.


"Hey, Nona. Siapa kamu sampai berada di rumah ini?" tanya mereka dengan tatapan menuntut.


"Apa kamu kakak ipar kami?" tanya mereka lagi.


"WOY!" panggil Ezra membuat baby Alan menoleh ke ayahnya itu yang berkacak pinggang.


"Apaan teriak - teriak? Mau dikasih uang?" tanya si kembar lima.


"Hey… dia istriku, jangan dekat - dekatin dia!" Halau Ezra berdiri di depan Nara. 


"What? My wife?" Elvan dan si kembar lima terkejut sampai mulutnya menganga lebar. "Kyaahaha…" Riang baby Alan melihat reaksi uncle - unclenya yang lucu - lucu. Sedangkan Mahendra menepuk mukanya karena Ezra langsung blak - blakan. Sekarang tatapan tajam mereka mengarah pada Mahendra.


"Mahendra, Mami menyuruh kamu jaga Ezra di sini, bukan suruh dia bikin anak! Ezra harusnya belajar, bukan menikah!" protes mereka marah sebab si bungsu sudah punya momongan dan seorang istri. Sementara Nara bergidik ngeri karena di rumah ini hanya dia cewek sendirian dan dikepung sembilan laki - laki termasuk baby Alan.


Glug.


Apa mereka semua bersaudara?



Nara terkepung nih di setiap sisi wkwk…


Kira - kira Ezra bakal diapain ya khihi…


Dan apakan Ezra bakal putusin Friska?

__ADS_1


__ADS_2