Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
38. BAB 38 - TENGGELAM


__ADS_3

Mansion Sky House -


"Bagaimana, apa kamu sudah memamanggil mereka?" tanya wanita setengah tua tetapi parasnya masih muda. Berpenampilan elegan bak ratu kerajaan duduk di sofa empuknya seraya menunggu jawaban dari asisten rumahnya.


"Saya sudah menghubungi mereka, nyonya, tetapi hanya Tuan Elvan yang sepertinya pulang malam ini," tuturnya ke wanita itu bernama Melissa Van Klaveren. Mata biru menghujam tajam dan body langsing seperti model sempurna. Wanita bule yang berkuasa memegang wewenang di sky house ll dan juga 12 anaknya yang tersebar ke penjuru dunia, alias saat ini Melissa hanya sendiri di rumah tanpa satu pun putranya yang menemani.


Huuuh…


Helaan yang ringan tapi terasa berat karena 12 anak - anak yang dia lahirkan dan besarkan sendirian seperti tidak merindukannya dan jarang menelpon.


"Sepertinya kelima anak ini harus aku coret juga." Melissa dengan penanya sudah siap mencoreng lima anaknya yang dipanggil tapi tidak datang malam ini. Durhaka emang. Tetapi sebelum tinta itu menodai lima nama, pintu terbuka lebar - lebar dan menampakkan Elvandra akhirnya sampai dan tersenyum senang datang tepat waktu di hadapan sang Mami tercinta.


Namun aturan yang berlaku tetap harus dijalankan, tinta itu kembali diacungkan.


"Jangan Mami! Tunggu… tunggu… dulu!" tahan Elvan sebelum kehilangan lima adiknya itu.


"Hmm… duduk dan jelaskan kenapa adik - adikmu tidak datang?" tanya Melissa pun tidak jadi coret - coret.


Elvan pun duduk manis dan menjelaskan satu - satu kalau lima adiknya itu sedang sibuk demi masa depan mereka. "Oh begitu ya, sibuk terus sampai tidak punya waktu menelpon ke sini? Apa Mami harus mati dulu supaya kalian semua pulang ke sini?" Melissa kecewa punya banyak anak tapi terasa tak punya anak.


Elvan cemberut. "Kami tidak berharap begitu kok, kami ini sayang Mami, justru itulah kami sibuk kerja, cari pasangan untuk memberi Mami kebahagian yang lebih banyak lagi." 


"Ishhh… ujung - ujungnya mereka cuma memanfaatkan kalian. Mami tidak suka!" ujar Melissa sudah puluhan wanita dikenalkan putranya tapi dia menolak karena tidak ada yang sepertinya yang setia dan cinta mati pada suaminya.


'Ya itu karena Mami galaknya melebihi singa afrika,' batin Elvan tahu sifat Ibunya killer dan posesif.


"Ya Mami, kalau begitu tenang dulu, aku telepon yang lain, siapa tahu besok bisa ke sini," bujuk Elvan memijat - mijat lengan Melissa supaya emosinya tidak meledak - ledak malam ini. Apalagi cuma Elvan yang sendirian jaga Ibunya.


"Ya sudah, telepon sekarang."


Karena Elvan anak penurut, ia pun menghubungi lima adik kembarnya itu yang berada di lima negara yang berbeda.


@Kenandra Van


- Anak keempat


- 25 tahun/manja


- Ceo di Jepang.


@Davindra Van


- Anak kelima

__ADS_1


- 25 tahun/pengertian


- Ceo di Korea


@Kevindra Van


- Anak keenam


- 25 tahun/pemarah


- Mafia di Afrika


@Devandra


- Anak ketujuh


- 25 tahun/manja


- Ceo di Turki


@Reyhandra


- Anak kedelapan


- Dokter hebat di New york


Masing - masing terlahir cerdas dan punya sifat yang berbeda, kecuali Ezra cerdasnya cuma di bawah rata - rata dan sifatnya acak - acakan. Namun semuanya sayang Ezra, karena tiap bulan, selalu diberi uang puluhan juta ke dalam tabungan nya. Enak banget ya Ezra punya saudara banyak dan perhatian. Tidak seperti Nara yang terlahir sebagai anak tunggal dan kesepian.


.


Pukul sembilan malam, waktu ultah Melly pun tiba, semuanya bergembira dengan umur Melly yang sudah masuk 18 tahun. Ucapan dan doa selalu diberikan untuknya, terutama Nara dan Daffa ikut memberi ucapan. Kecuali Vano yang duduk di kursi pesta dan memikirkan perubahan Nara.


"Sepertinya dia pakai lenca mata malam ini," gumam Vano baru sadar kecantikan adik kelasnya itu. 


"Aku ke atas dulu ya bawa kado ini, kalian bersenang - senang dulu, terima kasih sudah hadir di pestaku ini," ucap Melly dengan senyumnya. Ia lebih cantik tidak pakai kacamata tebal, tetapi jujur ia lebih memuji Nara yang tampil berbeda sehingga anak - anak lain sangat terpana malam ini.


"Nara, apa kamu sudah lebih baik sekarang?" tanya Daffa berdiri di dekatnya yang agak linglung. Sedangkan Ezra berdiri tidak jauh dari istrinya itu sambil memperhatikan Vano. Namun tiba - tiba Vano sudah tidak ada di kursinya.


"Kemana dia?" gumam Ezra.


"Siapa?" tanya Friska di dekatnya.


"Friska, barusan aku lihat Vano duduk di sana, tapi sekarang sudah tidak ada, apa kamu melihatnya tadi?" tanya Ezra ke Friska yang juga dari tadi memperhatikan Vano karena sebagai wakil Ozara, Friska tidak akan biarkan Vano berulah juga.

__ADS_1


"Ezra, kita berpencar!" Friska pergi ke sisi kanan kolam renang, sedangkan Ezra mencari Vano di kerumunan anak - anak lain sembari melirik ke arah Daffa yang memasangkan jasnya ke tubuh istrinya itu yang tampak kedinginan.


"Nara, kalau kamu tidak enak badan, biarkan aku mengantarmu pakai taksi," tawar Daffa melihat Nara mulai pucat kembali.


"Jangan dulu, kita harus tetap di sini sampai pestanya selesai," tolak Nara ingin pastikan rekamannya tidak diputar oleh Vano.


Karena melihat Daffa seperti memaksa Nara, Ezra pun membelokkan langkahnya ke arah mereka, namun seketika saat berjalan cepat di tepi kolam, dengan sangat cepat seseorang terjatuh dari atasnya ke dalam kolam renang.


"Kyaaaa…."


"Kyaaaa…."


Semua anak - anak berlarian meninggalkan kolam yang terdapat satu cowok tidak sadarkan diri dengan darah segar mengotori air kolam. Mata Nara, Ezra, Daffa dan Friska membulat sempurna melihat cowok itu ketua Blackzak. 


"Vano?"


Mereka mendongak ke atas dan kembali terkejut di sana ada Melly sendirian yang ketakutan. Anak - anak yang melihatnya pun mengira Melly yang sudah mendorong Vano.


"Woy!! Tolongin! Cepat!" teriak anak - anak menunjuk Vano sebelum nyawa cowok itu melayang malam ini. Tetapi Ezra dan Daffa cuma berdiri diam karena inilah yang keduanya inginkan. Jika Vano mati, maka dendamnya terbalaskan.


Akan tetapi, dua cowok itu terkejut melihat Nara terjun ke kolam dan bersusah payah menarik Vano ke permukaan. Nara bisa melihat jelas kepala Vano terluka parah karena mendapat benturan yang sangat keras.


Karena kondisinya lemah dan kakinya keram, Nara yang selesai menaikkan Vano ke tepian, ia perlahan tenggelam. Melihat calon istrinya tidak berdaya, Daffa melompat ke dalam kolam.


Nara mendengar jelas ada yang terjun dan berenang ke arahnya. Sebelum matanya terpejam, cowok itu memberi nafas dengan mencium bibirnya.


"Ezra…."


Cowok berkemeja putih itu tersentak mendengar satu nama itu terucap dari mulut Nara ketika gadis itu sudah ditarik ke permukaan dan kemudian pingsan di bahunya.


"NARAAAA!" Garce berlari pada Nara yang sudah terbaring lemas di tepi kolam di antara Daffa dan Ezra yang basah kuyup. Kemudian Daffa pun mengangkat Nara untuk dibawa ke rumah sakit bersama Vano ikut dilarikan ke rumah sakit yang sama pakai ambulance.


"Kak Ezra! Jawab, apa yang terjadi?" tanya Garce ke Ezra yang menyetir mobilnya dan menyusul mobil ambulance. Sedangkan Friska sedang menenangkan Melly yang masih belum mau bicara dan ketakutan di rumahnya.


"Nanti aku ceritakan, kamu pakai sabuk pengaman dulu." Garce segera pakai sebelum Ezra mengebutkan mobilnya. Malam yang harusnya bersenang - senang malah hancur karena jatuhnya Vano yang mendadak itu.


....


kira - kira kenapa bisa ya Vano semudah itu terjatuh?


Bersambung....


Maaf apabila masih banyak kekurangan dalam merangkai kata, karena author masih belajar juga😊🙏terima kasih dukungannya dan tetap support aku dengan like + komen + favoritkan supaya aku semangat melanjutkannya. Lope - lope sekebon💋

__ADS_1


__ADS_2