
Hari - hari pun berlalu. Selama tinggal di sky house, Bu Mayang tidak menyangka Melissa benar - benar sedikit bisa bersikap ramah ke Nara. Namun dilubuk hatinya, ia cemas kalau sampai wanita itu tahu Nara tidaklah hamil, anak angkatnya itu pasti dibunuh. Apalagi di rumah sebesar itu, tinggal dirinya saja dan Melissa yang menjaga baby Alan. Membuatnya selalu keringat dingin setiap saat jika baby Alan merengek ingin ke nenek kandungnya itu.
Tampak Melissa masih menolak menyentuh cucu pertamanya. Sehingga baby Alan yang sedang belajar berjalan ke arahnya, ia kadang menangis tidak dipedulikan oleh neneknya.
Sedangkan Mahendra, ia yang sudah sembuh pun ikut membantu Samudra dan Chila mengurus pergusuran yang akan dilakukan setelah ujian tengah semester selesai. Sedangkan Reyhan pergi bicara baik - baik ke keluarga Bastian yang ingin mempersunting kakaknya Vano. Namun ada sedikit kendala yang menyusahkan Reyhan, yaitu harus membawa Vano pulang. Si Dokter cantik tidak yakin apakah adiknya itu mau atau tidak. Ia mengira Vano masih amnesia.
Reyhan tidak mau lewatkan kesempatan ini bisa berdamai dengan keluarga Bastian. Reyhan harap dengan pernikahannya ini tidak ada dendam yang terlahir diantara kekuarga Van Klaveren dengan Bastian.
"Terima kasih om dan tante mau merestui kami, saya berjanji akan menjaganya dan membawa Vano kembali ke rumah ini, saya pulang dulu, permisi." Setelah pamit ke ayah kandung Vano dan Ibu tiri calon istrinya itu, Reyhan pun pulang ke sky house seorang diri saja. Ia tidak membawa calon istrinya pulang ke sky house karena cemas wanita cantiknya tertekan seperti Mahendra kemarin lalu.
Sedangkan di waktu yang sama. Anak - anak Elipsean l masih mengikuti ujian terakhir hari ini di kelas mereka. Meski terlihat tenang, tapi sejujurnya masih ada siswa yang tidak hadir ke sekolah setelah mereka tahu blackwolf dibubarkan dua minggu lalu. Terutama Kendra dan Pretty pindah sekolah ke luar negeri demi keamanan mereka berdua tidak diincar oleh mafia - mafia yang pernah terjalin dua adik Chila itu.
Anak - anak twilight sebagian ada kecewa, tapi mereka lebih senang dengan blackwolf yang tidak lagi memanfaatkan sekolah mereka. Awalnya mereka sedih ketika Mahendra mengumumkan akan tetap meruntuhkan gedung sekolah, tetapi di akhir pidatonya, kepseknya itu menjamin akan membangun kembali gedung sekolah mereka menjadi lebih baik dengan hanya mengandalkan satu organisasi, yaitu osis yang tetap diketuai oleh Nara.
__ADS_1
Ia tampak sibuk mengerjakan soal ujiannya di dekat Garce yang satu kelas dengannya. Beda dengan Garce masih belum menemukan jawaban tentang pertanyaannya apakah Vano sudah ingat atau masih amnesia. Kalau saja Vano mau bicara dan sekali saja menjawab pertanyaannya, pasti dia mudah mengetahui kebenaran putra keluarga Bastian itu.
"Ahhh ujian kali agak rumit, tapi alhamdulillah berjalan lancar." Nara mendesah kesal sedikit tidak paham gara - gara sibuk mengurus baby Alan jadi kosentrasinya cukup terganggu.
"Oh Cey, kamu tadi diam terus? Lagi mikir apa?" tanya Nara dan sekali - kali mencari Ezra dan sekalian Daffa. Tidak lama melihat - lihat, ia menemukan suaminya bersama Daffa lagi disuruh Vano cabut pohon mati. Terlihat Ezra marah - marah karena Vano diangkat osis kebersihan dan sekarang suka memerintah Ezra dan Daffa yang dijabat sebagai osis juga.
"Ra, kira - kira kamu masih berpikir Vano itu amnesia atau tidak?" tanya Garce melihat si trio somplak di sana.
"Kalau dia ingat, pasti Vano ingat nama kakaknya dan rumahnya, Cey," ucap Nara.
Nara diam sejenak, memperhatikan si trio somplak itu mulai ingin adu panco di atas batu.
"Ya juga sih, meski sekolah sedikit sudah damai dan tenang, Vano dan Ezra seperti tidak bisa melepaskan diri dari masa lalunya." Nara sedikit menyadari sesuatu.
__ADS_1
"Nah itu, kamu kan pakai kacamata tuh, coba deh kamu iseng - iseng tanya siapa nama kakaknya atau langsung to the poin saja," senggol Garce. Nara mengangguk ingin ke sana tapi mendadak ada notif panggilan suara dari hapenya.
"Siapa, Ra? Pak Mahendra, kah?" tanya Garce. Seketika dua cewek itu membola setelah mendengar suara rintihan dari Melly.
[Nara, tolong aku mau lahiran] - Melly
[Kamu di mana, Mel?] - Nara
[Aku di toilet sekolah, sakit Nara] - Melly
Deg
Nara bergegas lari ke toilet, sedangkan Garce berlari ke trio somplak. Ia tidak sangka Melly ingin melahirkan prematur bulan ini.
__ADS_1
.
Bayinya cewek atau cowok ya🤧