Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
69. MBH BAB 67 - GERAH DAN PANAS


__ADS_3

"Tes... tim 1 di posisi, bagaimana di sana?" tanya Zehan di atas pohon mangga dekat sky house. Ia sedang memantau pakai teropong canggih di luar bersama Biyan dan Julian di bawah pohon. Trio biawak ditugaskan untuk menunggu pergerakan dari dua mobil hitam, Vano dan Mahendra.


"Tim 2 aman, target masih dalam ruangan," jawab Kevin pada airphone di telinganya. Ia bersama Davin dan Kenan berada di luar ruangan khusus sembari mengintip Melissa sedang bicara pada Reyhan dan si Dokter cantik yang belum mengerti berada di situasi apa. Reyhan mencoba mengulur waktu dengan bicara soal niatnya mau menikah sampai Mahendra pulang.


"Cek... tim 3 di sini, apakah sudah ada tanda - tanda mobil Vano dan Mahendra menuju ke rumah?" tanya Elvan yang berjaga - jaga di pintu utama bersama Devan dan baby Alan yang ikut - ikutan main sama uncle - unclenya.


"Cek tim 1 melapor, dari 2 km masih tidak ada mobil yang terlihat," lapor Zehan.


"Sungguh? Ini sudah jam dua siang, tapi Ezra dan Mahendra belum pulang?" ketus Julian dan Biyan capek menunggu di bawah karena barangkali si Zehan tidak sengaja jatuh ke bawah. Sayang sekali kalau sampai geger otak.


"Hey, Zehan, lebih baik kamu pakai insto dulu," ujar Kevin berbisik.


"Ya tuh, kelamaan banget dia mantau di pohon," ketus Kenan dan Davin. Sedangkan Reyhan sedang berkeringat dingin sebab Melissa selalu menolak si Dokter. Waktu introgasi kian menipis.


"Cih, dia pasti lagi santai makan mangga muda di sana," ucap Devan lelah menggendong baby Alan yang berat.


"Sudah, jangan berisik!" celetuk Elvan mau marah tapi seketika semua diam mendapat info dari Zehan.

__ADS_1


"Weh, ada yang datang!"


"Siapa?" tanya mereka serempak.


"Entah siapa, tapi sepertinya cuma ada satu mobil." Mereka saling menatap membuat baby Alan tertegun melihat ekspresi dua uncle di depannya.


"Serius cuma satu?"


"Siapa yang pulang?"


"Apakah itu Mahendra?"


Mereka dilanda rasa gelisah. Karena jika tidak ada Mahendra, tidak ada yang bisa menerangkan dengan rinci kronologi pernikahan Ezra dan Nara, serta hadirnya baby Alan.


"Seperti yang dikatakan Kenan, ini mobil Vano." Sekali lagi mereka bertatapan.


"Vano? Kalau begitu, Mahendra, Nara, Ezra dan Garce tidak pulang ke sini?" Mereka masing - masing berpikir hal yang sama.

__ADS_1


"Mobilnya sampai di depan." Zehan menunjuk mobil Vano. Ia segera terjun ke bawah dan tidak sengaja menumbruk dua saudara kembarnya. "Astaga, Zehan! Kamu mau pinggangku patah? Kalau patah, aku nggak bisa merasakan malam pertamaku!" Biyan dan Julian protes, takut tidak bisa bergoyang di malam pertama.


"Idih, langsung mikirnya ke situ. Pantas saja nilai kalian di bawahku. Hmp bodoh!" Zehan pergi setelah menyombongkan dirinya. Ia memang penakut tapi otaknya lumayan cerdas daripada Biyan dan Julian.


"Eh bangsaat! Malah main kabur! Tungguin!" Biyan dan Julian mengejar Zehan. Sedangkan Elvan dan Devan bergegas mendekati mobil Vano.


"Eh ada apa ini?" tanya Melly keluar disusul Vano juga segera menarik calon istrinya, mengira dua bersaudara ini mau melakukan sesuatu. Namun mereka cuma bertanya satu hal.


"Mana Mahendra?" tanya Elvan dan Devan.


"Woy, ngapain cari anak itu?" tanya Ezra keluar bersama Nara. Senyum baby Alan mengembang indah, merengek ke Ibunya.


"Mamma... huwee..." Baby Alan senang sampai menangis sedikit.


"Maaf ya baby, Mama pulangnya lambat. Habisnya sekolah mama dan papa lumayan jauh dari sini," cium Nara ke mulut kecil putranya membuat Ezra dan Vano merasa gerah dan panas. "Kenapa kamu?" tanya Nara dan Melly.


"Aduh, gerah banget, kayaknya pengen cium sesuatu deh," ucap Ezra dan Vano dengan pikiran mesum yang sama pengen dicium oleh gadis - gadis mereka. Elvan dan Devan pun menggertakkan rahangnya, kesal sekali melihat Melly mencium pipi Vano. Tinggal Ezra yang memonyongkan mulutnya dan berharap Nara cium di situ.

__ADS_1


....


😭Maaf ya para uncle baby Alan🙏kalian bersabar hadapi adik tengik kalian dan pak Vano🤭wkwk


__ADS_2